Langsung ke konten utama

The SpongeBob Movie : Sponge Out of Water

www.google.com



                Khas-nya si kuning SpongeBob Squarepants dan kolega-koleganya, sering bikin saya bingung. Kalau untuk serial-nya di televisi, lucu memang ... kadang. Lebay memang ... sangat. Tapi memang ada beberapa scene yang membuat saya terbahak. Sayangnya, hanya di awal cerita.


                Semakin lama menonton, saya semakin bingung. Kemana sebenarnya arah dari film ini? Kenapa sampai diberi judul ‘Sponge Out of Water’? Kenapa pula trailer film ini lebih banyak menunjukan scene akhir, dimana si SpongeBob berubah menjadi superhero, punya kekuatan gelembung, lalu berantem sama bajak laut? Pada akhirnya, saya sampai gemas, menunggu-nunggu, lama sekali scene SpongeBob beserta Patrick, Mr. Crab, Squidword, juga Plankton berubah jadi superhero. Sampai lelah. Ahhh, kemudian film ini sukses membuat saya nggak betah duduk berlama-lama di bangku merah.
                Sebenarnya, alur film ini sederhana. Si bajak laut mencuri buku dongeng tentang Bikini Botton di sebuah pulau terpencil. Kemudian resep rahasia yang baru saja ingin dicuri Plankton mendadak raib. SpongeBob dan Plankton jadi tertuduh. Bikini Botton kacau balau. SpongeBob dan Plankton melakukan perjalanan waktu, sampai bisa bertemu Bubble, si paus. Sobekan buku dongeng yang jatuh ke Bikini Botton ditemukan oleh Shandy. Lalu kisah bergulir hingga SpongeBob berhasil mengajak Mr. Crab, Patrick, Squidword, juga Shandy ke daratan karena mencium aroma Craby Petty yang ternyata dimasak oleh si Bajak Laut. Lalu ... barulah mereka berantem ‘out of water’. Lamaaa ....
                Belum lagi saya ‘males’ ngelihat perubahan superhero-nya si Plankton yang ‘ya ampun’ banget. Aduh, itu kepalanya Plankton mini abis dan badannya zuper duper guede.
                Untuk hiburan, film ini okelah. Saya juga mendapatkan sesuatu sehabis menonton. ‘Bekerjasama’. Dalam memecahkan masalah, bekerjasamalah sebagai tim. Hal ini yang ditunjukan SpongeBob dan Plankton kepada teman-temannya yang lain.

               

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.