Langsung ke konten utama

Ranking 1-nya CENDOL


                Tahun ini, di kelas tercintaku, CENDOL (Cerita Nulis Diskusi Online), semakin penuh dengan gemerlapan kelap-kelip cahaya. Bukan tentang kelas kami yang tiba-tiba kedatangan kunang-kunang raksasa, tapi tentang kami ... geliat kami yang semakin eksis dan narsis di jagat dunia penulisan, perbukuan, perfilman, bahkan merambah ke pertelevisian. Hmm ... perkuisan kali yaaa ....


                Dan ya ... setelah ngariung bareng Cendolers di kuis Ranking 1 pada senin pagi, 11 Maret kemarin, rasa bangga itu semakin menggelitik aku. Kami memang nggak pulang membawa hadiah wow, tapi kami datang untuk berbagi kekompakan kami, semangat sukstress kami, dan kekeluargaan kami. Kami membuat suasana di Taman Cattleya semakin sejuk dengan candaan kami. Setidaknya, kami saling menyemangati.
                Dunia mana lagi yang siap dirambah oleh Cendolers?
                Makanya ... jangan ragu untuk mengunjungi kelas kami di Facebook atau langsung ke website Ayah KepSek mayok0 aik0. Jangan takut karena sambutan para Suker dan Cendolers yang lain, mampu mencairkan ketakutanmu dan membuatmu betah berlama-lama di sana.
                Akhir kata, sampai berjumpa di kelasku yaaa ^.~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.