Langsung ke konten utama

Selamat Datang 2012

Terinspirasi dari lirik lagu milik band Nidji yang berjudul Laskar Pelangi, ‘Mimpi adalah kunci untuk kita menyatukan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya,’ telah menjadi inspirasi dan sumber kekuatanku untuk terus bermimpi besar, dan tidak takut akan segala rintangan juga tantangan yang disediakan Tuhan untuk meraih mimpi-mimpi itu. Aku begitu percaya, jika banyak yang mengamini mimpiku, maka Tuhan akan dengan baik hati mengabulkannya dengan segera.



            Penghujung tahun 2011 akan segera tiba. Aku kembali melakukan evaluasi mimpiku di tahun ini, seperti tahun lalu tentunya. Aku menemukan begitu banyak mimpiku yang telah terwujud, dan ada juga beberapa mimpiku yang belum bisa terwujud di tahun ini. Maka, aku akan kembali menuliskan mimpi yang belum terwujud itu, ditambah dengan mimpi-mimpi baru untuk tahun 2012 ini.

            Selamat datang tahun 2012! Inilah daftar mimpi-mimpiku di tahun 2012 ini :

©      Wisuda.

©      Nilai TOEFL minimal 550.

©      Meningkatkan kemampuan bahasa jepangku, terutama memahami huruf kanji.

©      Memiliki passport dan mengurusnya sendiri tanpa minta suntikan dana dari Papa ataupun Mama.

©      Bekerja di Bank.

©      Berhasil mendapatkan beasiswa S2 untuk jurusan komunikasi bisnis di luar negeri, entah itu negara Asia ataupun Eropa. Tetapi, aku sangat berharap bisa melanjutkan kuliahku di Jepang, seperti impian terbesarku sejak SMA.

©      Menerbitkan novel karyaku, minimal 1 buah novel.

©      Mempunyai minimal 4 buah buku antologi dan karyaku ada di dalam buku-buku itu.

©      Tulisanku banyak dimuat di berbagai media di Indonesia, terutama di Annida karena Annida menjadi tolak ukur kemampuanku selama ini.

©      Membeli kamera digital.

©      Menjelajahi Pulau Jawa, terutama tempat yang belum pernah aku kunjungi.

©      Liburan ke Malaysia dan Singapura.

©      Memenangkan beberapa kompetisi ilmiah.

©      Menulis buku bersama Papa, dan semoga Papa segera mendapatkan gelar profesor yang begitu diinginkannya.

©      Membantu Mama menjalankan usahanya saat ini.

©      Follower di blog pribadiku bertambah minimal 45 folowers .

©      Jumlah tabunganku di akhir tahun 2012 minimal sebanyak Rp. 30.000.000,-.

©      Menjadi investor pada yayasan yang telah Papa dirikan.

©      Menyiapkan diri untuk bertugas di Departemen Luar Negeri pada tahun 2015. Aku ingin menjadi seorang diplomat.

©      Mimpi yang terpenting untukku adalah aku ingin selalu menjadi teladan yang baik untuk adik-adikku, hingga mereka juga bisa memiliki mimpi yang besar dan mampu mewujudkannya.

            Aku paham, konsekuensi dari semua mimpi besar di tahun 2012 ini akan membuatku mengorbankan begitu banyak hal, terutama kesukaanku untuk bermain dan berkumpul bersama sahabat-sahabatku. Tapi dari semua mimpi itu, ada beberapa bagian yang memang kusediakan khusus untuk itu. Aku ingin mereka menjadi teman seperjalananku untuk menjelajahi Pulau Jawa, Malaysia, dan Singapura.

            Wahai Tuhanku, kabulkanlah doaku. Amin.

           
NB : Posting ini aku tulis dalam rangka mengikuti
LOMBA ANNIDA ONLINE “Saya Punya Mimpi Sejuta Dollar”
Bagi teman-teman yang ingin mengikuti lomba ini, silahkan lihat pengumumannya di situs Annida Online. Mari bermimpi bersama kawan.

Salam Hangat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.