Langsung ke konten utama

Danger! Our Planet Need Fresh Water



                Kita semua adalah anak manusia yang begitu membutuhkan air. Air adalah salah satu sumber kehidupan kita. Bahkan, Tuhan menciptakan komposisi tubuh kita ini, sebagian besar terdiri dari unsur air itu sendiri.



                Tidak begitu jauh dengan tubuh manusia, permukaan bumi pun didominasi oleh jumlah perairan. Air tidak hanya berada di permukaan, kita juga telah lama mengenal air tanah yang mengalir di bawah tanah yang biasa kita pijak.

                Lalu, bagaimana dengan kondisi keberadaan air saat ini?

sumber : keranaticap.blogspot.com
                                                                         

                Kalau saja kita mau melihat ke luar jendela rumah kita. Menyadari begitu banyak tanah di bumi ini yang mulai mengalami kekeringan. Begitu banyak air yang telah mengalami pencemaran. Belum lagi, saudara-saudara kita yang terpaksa membeli air bersih demi kelangsungan hidup mereka.

                Lihat saudara-saudara kita yang tinggal di NTT. Di musim kemarau, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Belum lagi saudara kita yang hidup di daerah padat penduduk di Jakarta, mereka pun harus membeli air dari pedagang air bersih. Padahal mereka berada tidak begitu jauh dari tempat kita.

                Bukan hanya di negara kita. Di negara Afrika, seperti di Pantai Gading, masalah kesulitan air bersih sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air. Belum tentu pula air yang mereka dapatkan itu adalah air bersih. Masih ada beberapa perlakuan lagi kepada air, untuk membuat air tersebut akhirnya layak dikonsumsi. Bahkan, di neraga India saja, air bersih harus diimpor dari Sitka, Alaska, untuk mendapatkan air yang berkualitas.

                Masalah polusi air telah menyebar hingga ke seluruh dunia. Begitu banyak kegiatan industri yang menyebabkan pencemaran terhadap air. Adanya limbah logam berat dan zat kimia lainnya yang membuat kadar oksigen di dalam air menurun. Dampak yang ditimbulkannya pun, tidak hanya terjadi pada daerah yang dicemarinya, tetapi juga berdampak bagi keberadaan air bersih di seluruh dunia. Perilaku manusia yang tidak memperhatikan kelestarian sumber daya alam pun ikut menyebabkan krisis air global ini, semakin menjadi-jadi.

                Tegakah kamu melihat saudaramu yang lain di belahan bumi ini, meminum air yang tidak layak konsumsi? Melihat mereka mati kehausan? Melihat tubuh mereka kurus kering dengan kulit keriput yang tidak sehat? Sungguh kawan, masalah ini terlalu pelik untuk diuraikan satu persatu.

sumber : water4tomorrow.org


                United Nation telah menyiapkan program UN-Water yang bertujuan untuk menanggulangi krisis air global yang telah terjadi. Mereka bertugas untuk mengawasi berbagai organisasi, lembaga-lembaga, dan juga berbagai negara, dalam melakukan konservasi air.

                Tapi, haruskah kita menyerahkan semuanya kepada ‘mereka’ yang kita anggap lebih berwenang? Tentu saja tidak. Dunia ini begitu luas, kawan! Tangan satu orang atau beberapa orang saja, tidak akan sanggup mengubah keadaan. Jadi, tunggu apalagi? Mari lakukan hal-hal kecil yang sederhana, demi kelangsungan ketersediaan air bersih untuk kehidupan kita semua.

                Ada beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan, diantaranya :

©       Menghemat penggunaan air dengan menutup rapat keran air saat sedang tidak digunakan.

©       Melakukan pemilahan sampah rumah tangga.

©       Membuat taman atau kebun di rumah, tentunya dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada.

©       Jika tidak ada lahan kosong untuk membuat taman atau kebun, kita bisa membuat sumur biopori sebagai tempat resapan air hujan.

                Tunggu apa lagi? Mari menghemat penggunaan air dan lakukan penghijauan di lingkungan sekitar kita.

sumber : shipbright.wordpress.com


                Semoga bumi kita selalu menjadi tempat yang nyaman untuk kehidupan kita semua.



*Dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.