Langsung ke konten utama

Rindu Kota Yogya : Prambanan

                Kebetulan saat itu udara sedang cukup bersahabat. Sedikit hangat tapi nggak terlalu terik. Dan....hellooooo.... Kami sampai juga di Candi Hindu tercantik di dunia ini. Candi ini juga terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hihhi.. Kami bisa menemukan pilar acuan batasnya juga di pinggir jalan.



Batas Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah

Saat Memasuki Prambanan

Di Halaman Prambanan
Candi Roro Jongrang yang terkenal dengan kisah dongeng, dimana pada jaman dahulu, Bandung Bondowoso yag mencintai Roro Jongrang diminta untuk mendirikan 1.000 buah arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jongrang meminta warga desa untuk menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru menyelesaikan 999 arca pun akhirnya mengutuk Roro Jongrang dan menjadikannya arca ke 1.000 karena merasa dicurangi.

Di Depan Prambanan
Prambanan

Prambanan
                Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu pun menghadap ke timur. Setiap candi utama, memiliki candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara di halaman kedua, memiliki 224 candi.

Meluk Candi
                Lihat! Betapa megahnya tempat ini. Sedikit diselimuti oleh suasana mistis dan sejarah yang luar biasa.

Arca di Prambanan
                Karena kemarin sempat terjadi letusan Gunung Merapi yang ikut mempengaruhi keadaan di sekitar candi, maka kami masih dapat menemukan beberapa puncak candi yang tergeletak begitu saja.

Prambanan Sedang Direnovasi
                Petualangan sejarah. Begitulah kami menyebut perjalanan kami di Candi Prambanan kali ini. Bukan hanya itu, adanya banyak pedagang yang menjual berbagai oleh-oleh kerajinan unik khas Prambanan di sekitar lingkungan candi, pun memanjakan mata kami bertiga yang sangat menyukai belanja.

                Huwaaaaa...pengen kesana lagi XD

Salam manis



Kawaii Angels

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.