Langsung ke konten utama

Rasa Takut


                Ya. Setiap orang pastilah memiliki rasa takut secara alamiah. Hanya saja, rasa takut yang seperti apa yang sedang dihadapinya?

                Gals....



                Berkaca dari suasana yang belakangan ini masih menyisakan euforia, Idul Fitri. Rui mengucapkan, selamat idul fitri kepada semua teman teman yang merayakannya. Selama sebulan kemarin, postingan Rui memang sempat menghilang.

                Gals... Kita kembali tentang rasa takut.

                Menurutku, rasa atau perasaan adalah sesuatu yang universal. Kadang bisa spesifik atau menjadi khusus ketika dihadapkan paa suatu situasi. Aku yakin, kalian semua pasti paham maksudku.

                Kali ini, rasa takut yang timbul itu adalah mengenai rasa takut pada masa depn. Aku juga penakut, gals. Aku punya rasa takut yang begtu besar pada banyak hal. Salah satunya, adalah masa depanku. Ketika kita berada di suatu jalan untuk kita menentukan pilihan. Berat sekali rasanya.

                Namun rasa takut itu pulalah yang mengembalikan banyak orang kepada Tuhannya. Rasa was was itu pulalah yang membuat banyak orang juga bersimpuh, meminta petunjuk jalan yang harus ditempuh kepada Penciptanya. Dan kadang, hati kita seungguhnya berkata lain.

                Aku juga pernah merasakan hal itu. Takuttt sekali. Aku takut salah langkah. Tapi....aku percaya bahwa Tuhan nggak akan meninggalkanku. Maka, aku belajar untuk menerima dan menjalani serta melaluinya dengan baik sekali.

                Gals... Takutlah pada dirimu sendiri dan hatimu, yang bisa jadi akan memilih jalan yang salah. Rasa takut baik adanya. Namun butuh kadar yang sesuai untuk kedamaian jiwamu.



Salam Hangat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.