Langsung ke konten utama

Team... Hey Team.....

Kami. Memang BUKAN mahasiswa yang rajin di dalam kelas. Kami bukan pula mahasiswa dengan nilai IPK yang gemilang. Kami hanyaah mahasiswa yang ingin mencoba mengasah kemampuan kami. Dan mencari ilmu ilmu baru yang tentunya tidak kami dapat di dalam kelas.

We are...............

Adi....
Cowok yag satu ini sangat suka ngemil. Dan saat kami mengerjakan artikel kami kemarin, si bapak ini suka sekali tidur. Tapi, dia adalah sosok yang sangat kritis. Selalu banyak hal yang luput dari perhatian kami yang beliau tanyakan. Hahaha... Hey bro, you have more good question!! Dan selalu berkata, “Good Job Guys!!”. Dia jagonya bikin slide untuk setiap presentasi. Jagonya mendesain tampilan tampilan powerpoint yang menarik dan membuat aku semangat setiap presentasi.

Fin....
Nah, inilah sumber galian ide kami selama ini. Dan paling sering beradu pendapat dengan Pak Adi. Pak Fin yang pendiam ini, ternyata menyembunyikan banyak sekali ide kreatif di otaknya. Hahaha...bolehkan saya mencurinya sebagian pak?? Dari gayanya yang selalu cool, dia menyembunyikan senyum yang manis. Hmm...Anda akan terpana bila melihatnya, kawan. Dan markas kami, bengkel karya kami, adalah sebuah kamar kos kecil miliknya yang selalu nyaman. Tentu saja karena kami bebas membuatnya menjadi berantakan tanpa takut kami harus merapikannya nanti.

Me......
Hey hey hey, I’m here!! I’m Acha. Saya ini yang paling imut di dalam tim ini. Yaiyalah, satu satunya cewek di sini. Hehehe... Aku nggak terlalu banyak punya ide cemerlang. Aku hanya suka bercuap cuap di depan umum. Aku nggak suka berpikir hal hal berat seperti Adi dan Fin. Cukup mencari tau tentang hal hal ringan yang nggak nyambung tapi suka aku sambung sambungin. Humph.. Satu hal yang selalu aku tunggu di setiap akhir presentasi. Senyum lebar Adi, dan jempol dari Fin. Hahaha... tentu aja, kalo aku nggak dapat hal itu berarti aku gagal. Dan aku akan patah hati beberapa lama.. T.T

Yes yes yes!!!! ^.^
We are the TEAM for 4 EA 04 angkatan 2007 UG

Sungguh begitu banyak ucapan syukur yang ingin kami panjatkan kepada TUHAN yang menggemgam kehidupan kami. Karena rahmat-Nya lah kami sanggup mencari tau mengenai berbagai hal dalam lingkup ekonomi syariah. Dan sanggup pula kami bagikan kepada teman teman yang hadir dalam seminar pada tanggal 23 Februuari kemarin. Terima Kasih Ya ALLAH.... Subhanallah... Walhamduillah... Walla illaha ilallahu waallahu akbar...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.