Label

Sabtu, 09 September 2017

Menemani Si Partner Membiasakan Makan Buah Buahan Nusantara

Namanya juga jodoh ya. Dipertemukan oleh waktu dan kesempatan, kemudian menemukan komitmen dan kebutuhan di dalam diri masing-masing untuk mewujudkan misi dari visi yang sudah kami tentukan bersama di awal kebersamaan. Aih, bahasanya kelewat puitis ya sepertinya. Duh, bukan saya banget kayaknya ya. Tapi … pada akhirnya, hidup berdua bersama si partner dalam sebuah ikatan “rumah tangga” itu nggak semudah yang saya lihat dari banyaknya drama Jepang dan Korea beraroma romantic. Please. Salah satu “keajaiban” yang harus sama sama kami selaraskan adalah soal keseharian.

Hal sepele mungkin ya, tapi kalau diperhatikan baik-baik, siapa sih yang nggak galau juga soal urusan sepele tadi? Salah satunya adalah hobi saya untuk makan buah buahan nusantara. Saya yang senang untuk minimal setiap bulannya perlu banget mampir ke toko buah buahan, ternyata perlu banget merayu dan mengajak si partner sesering mungkin untuk makan buah buahan juga. Sementara si partner saya yang tersayang ini nggak terlalu terbiasa untuk sering makan buah, apalagi buah buahan dari nusantara. Nah, inilah yang saya lakukan dan berusaha sesering mungkin saya terapkan di rumah mungil kami :


Menyajikan Agar-Agar yang Diberi Potongan Buah
Saya memodifikasi ide lama Mama saya agar saya dan adik-adik saya senang makan buah dulu, yaitu dengan mengolah jelly atau agar-agar dan dicampurkan dengan potongan buah. Repot? Hihihi … memang sih, belakangan ini, setiap pulang kantor saya seringnya merasa lelah sampai-sampai untuk menyibukkan diri di dapur sebentar saja … nggak kuat. Tetapi saya sudah kapok memanfaatkan waktu libur kerja saya dengan bermain-main dan tidur-tiduran saja seharian, seperti masa single dulu. Sudah ada setumpuk hal berbau rumah tangga yang mau nggak mau saya lakukan kan? Maka … membuat Agar-Agar dengan banyak potongan buah di dalamnya, bisa menjadi keseruan tersendiri. Terlebih ketika saya memandangi si partner menghabiskan jelly buahnya dengan semangat, rasanya … saya ingin terbaaang. Semoga dengan berjuang membiasakan diri saya menghadirkan Agar-Agar Buah di rumah kami, akan sedikit banyak membuat kami terbiasa menikmati berbagai buah-buahan bersama. Kalau perlu, jadi hobi – selain hobi kami buat traveling. Aamiin.

Bersyukur Si Partner Kadang Punya Kemauan Bertandang Ke Tukang Es Buah
Salah satu hal “ajaib” yang saya syukuri dalam diri partner hidup saya ini, selain dia rajin dan cekatan membantu urusan di rumah (sesuai ajaran Bunda Mertua sedari dia kecil dan membuat hati saya bangganya luar biasa), sesekali dia berinisiatif untuk mampir ke gerobak Es Buah di saat-saat rasanya saya sedang malas dan cukup lama kami nggak menikmati buah buahan. Saya senang membiarkan dia memilih varian Es Buah yang dia inginkan. Jadi … saya bisa makan Es Buah segar tanpa perlu bingung memilih enaknya menikmati Es Buah macam apa. Hitung-hitung, libur memenuhi kulkas, dan tentunya dari kewajiban mengupaskan buah, atau mengolahkannya menjadi Agar-Agar Buah.

 Kupaskan dan Potongkan Lalu Temani Dia Menikmatinya
Ini salah satu cara yang saya terapkan, saat rasanya saya sudah lelah dengan aktivitas seharian di kantor maupun di rumah, tapi saya menyadari kalau sudah cukup lama kami nggak menikmati buah-buahan apapun. Apa susahnya sih, membuka pintu kulkas, mengambil buah di dalamnya, lalu beranjak ke rak dan mengambil pisau serta mangkok? Kalau saya makan buah, alhamdulillah si partner saya ini mau juga mengambil dan mengunyah buah yang saya berikan, dengan senang hati. Mudah-mudahan, walaupun malasnya saya ini masih banyak, tapi saya bisa menemaninya untuk bisa menikmati dan mengasup banyak jenis buah dan sayur ya. Mohon didoakan.

Biarkan Dia Memilih Buah yang Dia Inginkan
Partner saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kalau makan buah itu pilih-pilih. Kemudian saya stres? Hahaha … nggak. Setiap kali mengunjungi toko buah, saya biarkan dia berkeliling dan menentukan, buah apa yang dia inginkan untuk memenuhi kulkas kami. Walaupun pada akhirnya buah yang sampai dengan selamat ke dalam kulkas kami adalah Buah Pir lagi Buah Pir lagi, atau Melon Madu, dan sesekali Pisang. Eh eh, tetapi sayang seribu sayang, karena saya nggak sejago Mama saya dalam memilih buah-buahan terutama Pisang, maka pilihan saya pada Pisang seringnya jatuh pada … Pisang Pasti Sunpride.
 
Ketahuan sama si partner kalau lagi mangkalin rak Pisang Sunpride

Kenapa sih pilihan saya jatuh pada Pisang Sunpride? Hal sederhana, karena saya sedari ngekos sendirian, sering iseng mencari-cari camilan sehat, dan pilihan saya seringnya jatuh pada si Pisang Sunpride Single. Enak. Cuma beli 1 buah dan bisa langsung hap. Rasanya pasti manis, lalu kulitnya mulus bersih menggoda persis pisang import, padahal si Pisang Sunpride ini pisang lokal lho.
Namun setelah menikah beberapa bulan lalu, pilihan saya soal pisang memang tetap jatuh pada Pisang Cavendish tapi bukan yang Single lagi, melainkan Cluster. Jumlah pisang dalam satu sisirnya sih, seringnya 3 – 8 jari, jadi … nggak perlu repot pilih satu per satu ya. Lagian kan saya sudah nggak Single lagi. Hehehe ….

Walaupun Pisang Cavendish ini penampakan dari kulitnya yang kuning cerah seperti pisang impor, tapi sebenarnya pisang ini ditanam di kebun milik Group Gunung Sewu yang ada di Lampung. Kulit si pisang bisa mulus akibat baiknya perawatan, mulai dari pemilihan bibit, sampai dengan proses pengemasan. Nah, ini lho yang bikin saya nggak ragu untuk memilih Pisang Cavendish Sunpride, karena dari kulitnya yang mulus saja, sudah menggoda dan membuat saya ingin segera menikmatinya. Terbukti sudah kan kalau sebenarnya Sunpride ini merk dagang lokal untuk urusan buah buahan nusantara? Makanya … Pisang Cavendish Sunpride 100% Buah Nusantara lho.

Alhamdulillah jajan buah lagi


Nah, ini sih trik-trik super sederhana saya dalam menemani si partner membiasakan makan buah. Doakan agar rasa malas saya nggak lagi mengalahkan segalanya, dan saya bisa menemani si dia dan anak-anak kami kelak untuk senang dan doyan makan buah dan sayur. Apa kamu punya tambahan tips lain yang bisa saya terapkan?

20 komentar:

  1. Partner, enak ya kalau udah ada partner bisa, makan buat aja bisa jadi romantis, ada yang ngupasin lagi wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, nanti juga ada waktunya kok kamu punya partner buat romantis romantisan.

      Hapus
  2. buah2an Sunpride memang berkualitas, hampir selalu ada pisang atau jambu kristal di rumah, karena sarapanku dengan buah
    anak2 doyan banget pisangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah hebat. Anak anak juga terbiasa makan buah jadinya.

      Ngomong ngomong soal Jambu Kristal-nya, emang enak sih mba.

      Hapus
  3. wah betul suamiku gak suka buah krn gak dibiasakan dr kecil, aku suka dan aku bikin dia suka buah juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat bikin si suami suka buah juga ya mba.

      Hapus
  4. Hmm, selektif ya partnernya makan buah pilih-pilih. Sekali-kali harus di kerjain tuh waktu ulang tahun, misalnya dikasih pisang rasa duren atau anggur rasa jeruk :") wih, baru tau merk dagang buah lokal sunpride ini. Kayaknya oke bingits kualitas buahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide bagus Jev. Haghaghag. Cobain kali yaa pas doi ultah.

      Hapus
  5. Selamat menempuh hidup baru yaaa.
    Wah memang ketika sudah memiliki pasangan hidup itu banyak kompromi yang dilakukan. Apalagi ini sudah menikah, dari bangun tidur sampai tidur lagi pasti banyak hal yang berbeda.

    Aku tambahi tipenya untuk suami mbak yang gak suka buah. Buahnya di jus tambah gula terus ditaruh di cetakan es krim dan masukan ke kulkas.

    Atau untuk lebih menarik bikin sate buah. Buah dipotong potong terus di masukan ke tusuk sate. Buahnya bervariasi ya,biar tampilannya cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaahhh ide bagus nih mba. Aku coba yaaa.

      😍

      Hapus
  6. pisang sunpride itu enak ya. tidak asam seperti pisang lain. dan mengenyangkan pula. aku suka pisang ini

    BalasHapus
  7. Selamat menempuh hidup baru mbak. Baca ini aku jadi baper. Hahaha...
    Pengen cepet nikah. Nikah emang gampang, kehidupan setelah menikah itu yang nggak gampang. Huh, bikin pengen aja nih mbak Acha.
    Ngomongin soal buah, bikin laper jadinya. Menurutku, buah itu makanan paling enak dan banyak vitaminnya. Rugi banget kalo nggak makan buah. Jadi ya selain hobinya mbak Acha traveling, membiasakan diri makan buah bareng pasangan itu kayaknya romantis banget.
    Jadi pengen Es Buah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera dipertemukan sama jodohnya yaaa.

      Hayoo besok jajan es buah yang segar segar.

      Hapus
  8. Waaaa aku juga suka ini makan buah2an. Suami dan anakku juga. Moga si partner makin sayang ya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih banyak doanya mba. Semoga demikian juga dengan mba dan keluarga ya. Makin teruuuusss saling menyayangi.

      Hapus
  9. buah-buahan dr Sunpride memang paling ok ya mba, kalau aku selain pisangnya suka banget sama nanasnya nggak ada duanya kwalitasnya

    BalasHapus
  10. kata Ibu
    kalo suka makan buah dan sayur
    nanti jadi cantik dan kulitnya halus
    aku pingiin jadi cantik juga
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat makan buah dan sayurnya kalau begitu ya.

      Hapus