Langsung ke konten utama

Selamat 5 Tahun Fiksimini



                Tahun lalu, pertama kalinya, aku mengenal komunitas fiksi mini ini dari Kak @cahaya_sore dan langsung tergoda untuk menantang diriku sendiri. Bisa nggak sih aku menulis fiksimini? Sampai dimana sih kemampuan imajinasiku? Apalagi kisah yang harus dibangun hanya dengan modal 140 karakter. Aih makkk, untuk bisa dapat RT dari account @fiksimini ini jujur saja … dari sekian kali mencoba, aku baru beberapa kali dapat RT. Raeasanya itu … OMG! Bikin makin pengen mencoba terus dan ketagihan. Belum lagi karena banyaknya sosok kreatif nan famous yang ikut berseliweran menuliskan karya fiksimini mereka.


 
( wikipedia )
                Walaupun aku belum pernah ikutan gathering, tetapi … selamat ulang tahun ke-5 untuk Fiksimini. #5tahunbersama pastilah banyak memunculkan kisah mini yang meletup-letup.
                Berikut beberapa karya fiksimini-ku yang ‘beruntung’ dapat RT dari Mmod-nya @fiksimini



                Thank God it's Fiksimini …!

Komentar

  1. Aku suka Fiksi Mini yang pertama, Cha... (Cinta Diam Diam)
    Tapi aku gagal paham sama yang terakhir (Tangga Pelaminan)
    Jadi keinget dulu ikutan group Fiksi Mini, lumayan aktif bikin. Sekarang malah hampir nggak pernah berimajinasi. Hiks hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhhh makasih banyak Vind ....
      Yuk ikutan lagi Vind. Kita asah imajinasi kita lagi :)

      Hapus
  2. Ouuuwoow, ternyata Acha ini yg twitnya selalu di RT ama Fiksi Mini. Saya jg sering loh Cha, lihat2. Pengen buat tp gak PD, hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe
      Ga juga Mba Diah
      Aku masih belum sekeren fiksiminier yang lain

      Ayo dong Mba Diah cobain.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.