Langsung ke konten utama

Kubagi Segala yang Kulihat

Damniloveindonesia ....

Hmm, banyak cerita tentang Indonesia yang sebenarnya bisa dibagi. Terlalu banyak. Matahari paginya, lembayung di kala senja, aroma tanah basah saat hujan, tarian tradisional ... semua keunikan yang bahkan oleh anak Indonesia sendiri belum tentu khatam plek plek. Eits, tapi itu bukan berarti aku nggak bisa membagi banyak cerita tentang Indonesia kepada dunia, cuma karena keterbatasanku tentang berbagai jenis pernak-pernik budaya yang Indonesia punya. Bukankah jika mencintai, maka seseorang nggak pernah berhenti untuk belajar memahami? Makanya, aku nggak mau berhenti nyari tahu tentang budaya Indonesia, dan membaginya dengan teman-temanku yang bukan berasal dari Indonesia.


Berbekal kamera, baik itu kamera poket atau ponsel Advan yang kupunya, ke manapun aku pergi, aku selalu mengabadikan keadaan di sekitarku. Nggak butuh waktu lama untuk membagi pengalamanku singgah ke salah satu sudut Indoneia yang keren. Cukup dengan meng-upload foto yang kuambil ke Instagram, atau menuliskan pengalamanku di blog-ku ini. Jadi, apa sekarang aku sudah bisa dianggap sebagai gadis berjiwa PatriotIsMe?

Vihara Petak Sembilan, Glodok, Jakarta

Tahura Ir. Juanda, Dago Pakar, Bandung

Tracking ke Curug Omas Maribaya, Dago Pakar, Bandung

ASEAN Youth Expo 2014, Fx Sudirman, Jakarta
(bersama teman-teman delegasi dari beberapa Negara ASEAN)

Selalu ada kebahagiaan tersendiri, tiap kali aku membagi semua cerita tentang ‘Indonesia-ku’.


#PatriotIsMe #Advan #damniloveindonesia

Komentar

  1. Hey Akarui Cha. :)
    Sepertinya kamu sangat senang menjelajah Indonesia ya?

    Banyak hal yang kamu share di blog ini. Sangat bagus sekali.
    Dan salam kenal.

    Salam Blogwalking,
    Sanz Yu (Sanzeda Fay Lupe)
    Feel free to visit my blog - www.sanz-yu.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Sanz Yu, salam kenal juga.
      Terima kasih banyak sudah membaca postingaku.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.