Langsung ke konten utama

Loveable & Replaceable



                Cinta itu istimewa.
                Cinta itu nggak hanya berwarna merah muda, tetapi segala warna bisa tercampur, membaur, menyatu dalam sebentuk gambar hati yang sederhana.
                Cinta itu sebuah buku cerita. Ketika kubuka halaman depannya, aku dibawa hanyut dalam alurnya yang ternyata selalu punya akhir, punya twist yang mengejutkan dan membekas di hati selamanya, punya klimaks dan anti-klimaks-nya yang sering nggak terduga, sebab aku ikut menjadi tokoh di sana.
                Cinta itu serupa berkas cahaya yang menembus hati, menyampaikan pesan tentang keagungan Sang Pemilik Hidup dan Penguasa Setiap Jiwa. Selalu ada makna dalam suka dan duka, ceria dan dilema, drama dan komedi, walaupun hanya terkecap sementara atau bisa jadi hingga akhir menutup mata.


                Terima kasih banyak kepada @divapress01, @de_teens, dan Om @edi_akhiles sebagai nahkoda dari lomba menulis kisah cinta #MyLoveMyLife ini. Aku beruntung, sebagai DIVAmate yang selama ini banyak belajar dan mendapat bimbingan dari kalian, kini bisa membagi sedikit kisah hidupku kepada para pecinta dunia literasi, pembaca yang semoga ikut mengambil hikmah dalam sejumlah kisah-kisah true story di dalam buku ini. Juga kepada semua kontributor, sungguh, dari kisah-kisah kalian, aku menemukan makna cinta yang sering membuatku merenungkan, betapa Tuhan telah menyiapkan jalan panjang bagi kita untuk merasakan keberadaannya, Dia Yang Maha Esa, dalam sebuah rasa yang kita namai cinta.
               

Komentar

  1. Semoga lekas lahir adik-adik buku ini kak. Sukses ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya rabbal alamin
      Semogaaaa ya
      Makasih banyak atas doanya :)

      Hapus
  2. aku pernah baca bukunya, bagus bukunya, penuh warna :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah membaca bukuku ini Aldi. :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.