Langsung ke konten utama

Selamat Idul Fitri 1433 H


                Gals, Ramadhan, sang bulan penuh berkah bagi umat Muslim baru saja berlalu. Setelah sebulan penuh kita berpuasa, kini sang hari kemenangan telah siap menjelang. Menurut pandangan para astronom yang tadi melihat titik jatuhnya hilal di atas ufuk, ditentukanlah Idul Fitri 1433 H jatuh pada esok hari, 19 Agusutus 2012.
                Idul Fitri yang akan tiba esok hari, kebanyakan dinikmati teman-teman yang lain dalam keadaan penuh sukacita. Di jalan-jalan utama kota saat ini sedang dipenuhi begitu banyak orang yang tumpah ruah, menikmati indahnya kembang api yang membumbung menghiasi langit kota, sebagai ungkapan bahagia atas datangnya Idul Fitri. Belum lagi alunan takbir yang saling berlomba-lomba, bersahutan, dengan suara yang menyeru keras, terdengar dimana-mana. Atau ... teman-teman lain yang masih berjuang menempuh perjalanan jauh hanya demi tiba di kampung halaman. Hmm ... selamat menikmati malam takbiran untuk kalian semua.

                Tetapi gals, mungkin aku sedikit aneh. Sejak kedatangan kartu Idul Fitri yang sangat surprise dari PT. Insan Media Pratama untukku hampir seminggu yang lalu, aku merasa haru. Awalnya aku menyambut kartu yang disampaikan oleh Papa-ku itu dengan senyum lebar, namun pada malam harinya sesudah berbuka puasa, rasa haru itu menyeruak. Sungguh Ramadhan begitu cepat berlalu. Setiap hari, sejak sahur hingga buka puasa, rasanya singkat sekali. Hari demi hari pun berlalu dengan begitu kilatnya. Aku merasa, Ramadhan tahun ini berlalu begitu cepat. Saat ini saja, aku masih setengah terkejut ... ternyata shalat Ied akan dilaksanakan esok pagi.
                Gals, di malam takbiran ini, aku ingin meminta maaf pada kalian semua. Mungkin di blogku ini, tak begitu banyak hal yang bisa kubagi dengan kalian. Namun aku harap, kalian menemukan manfaat tersendiri dari setiap posting yang memang kuhadiahkan khusus untuk kalian. Terima kasih banyak karena kalian juga telah setia membaca tulisan-tulisanku disini, juga sesekali membubuhkan komentar pada postingku. Sungguh pertemanan yang kita jalin melalui blog ini, begitu berarti buatku.
                Untuk itu, ijinkan aku mengucapkan ...


 NB : Terima kasih banyak kepada PT. Media Insan Pratama yang telah mengirimi saya kartu ucapan Lebaran. Ini kartu ucapan yang pertama kali saya terima. Mohon maaf lahir bathin pula saya (Akarui Cha) ucapkan untuk Anda sekalian.

Salam hangat selalu
^.^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.