Langsung ke konten utama

Jaipong ‘Midua Hate’ dari Kelas Remaja Sanggar Ligar Mandiri 2012


                Selamat ulang tahun ke 530 tahun untuk Kota Bogor yang tercinta. Sebenarnya udah telat sehari sih buat ngucapin ‘Happy Birthday’. Tapi, nggak apa-apa kali ya.
                Bogor yang berulang tahun pada tanggal 3 Juni kemarin sepertinya sudah cukup sepuh ya usianya. Heu.
                Yippy. Kali ini Angel Rui ikut mengisi salah satu event peringatan ulang tahun Kota Bogor di Botani Square, Bogor. Bersama dengan beberapa orang teman sekelasku dalam kelas tari remaja di Sanggar Ligar Mandiri asuhan Tante Icha (Hayatun Nisa, SH), jadilah aku dan beberapa teman-temanku ikut mengisi acara disana.
                Sebenarnya banyak sekali personil yang diturunkan oleh Tante Icha. Mulai dari kelas anak-anak yang riweuh dan seru banget, sampai kelas remaja senior yang sudah jago banget menarinya.
                Nah, inilah kami ....

                Senang sekali kami bisa ikut memeriahkan hari jadi Kota Bogor. Dengan ramainya penonton yang menonton aksi kami hingga rela berdiri di lantai tiga, dan tentu saja tidak dapat menyaksikan lebih dekat aksi kami semua. Terima kasih banyak dan semoga kemarin penampilan kami dapat menghibur Anda semua.

Salam hangat
^.^

Komentar

  1. oia ya bogor kan ultah ya kmrn
    happy bornday bogooor <<< super telat

    hihihi :9

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.