Langsung ke konten utama

Perempuan Itu .... Sesuatu

                Tuhan memang sangat mengasihi aku, mengasihi kita semua sebagai seorang perempuan, gals. Tuhan menciptakan hati yang lembut, hati yang ditanamkannya pada diri kita. Tuhan menjadikan kita kuat dengan air mata yang kita punya, bahkan lebih kuat dari tubuh atletis seorang laki-laki. Maka dari itu, sungguh, aku dan kamu patut mengucap rasa syukur pada Tuhan karena diciptakan sebagai seorang perempuan, dengan segala tugas berat yang diberikannya pada kaum kita untuk melanjutkan kelangsungan jumlah penduduk bumi ini. Ya, tentu saja dengan bantuan tangan hangat dari laki-laki pula.
                Perempuan Itu .... Sesuatu
                Menurutku, perempuan adalah jiwa kuat yang menguatkan sekitarnya. Perempuan yang hebat tak selalu perlu menjadi petinju untuk dikatakan tangguh, cukuplah dia menjadi seorang Ibu yang dikasihi. Perempuan bisa saja menjadi seorang professor, tapi jika dia juga mampu bekerjasama dengan suaminya untuk menumbuhkan jiwa hebat pada anak-anaknya, sungguh sangat pintarlah dirinya. Perempuan selalu hebat dalam fungsinya sebagai perempuan yang seutuhnya.
                Nah gals, inilah antologi pertamaku.

Back Cover PIS

‘Tugasmu hanya mengurus rumah ini, memasak dan membantuku beternak sapi’, begitu kata ayahmu. Kau hapus air mata itu dan pergi ke tempat dimana ayahmu inginkan kau berada. Matamu memandang sapi-sapi yang rakus melahap rerumputan. Ah ya, seharusnya kau seperti sapi itu. Jika saja kau tidak punya otak, maka kau tidak akan merasa sesakit ini.
(El Eyra)

Terkadang aku merasa tak berguna menjadi seorang ibu. Pasalnya, untuk menjawab warna biru seperti apa, aku tidak bisa mengucapkannya.
(Ari Keling)

Baru sekarang aku temui perempuan yang bercerita tentang lika-liku hidupnya tanpa ekspresi. Aku sering menjadi tempat curahan isi hati teman-temanku, dan di saat mereka bercerita pasti ada teriakan, amarah dan air mata. Namun, itu tak kutemui pada perempuan di hadapanku.
(Richa Miskiyya)

Perempuan itu memang sesuatu.
Dan mutiara-mutiara kisah di dalam buku ini ... sesuatu banget!
(Donatus A. Nugroho, Raja Cerpen Indonesia, Ketua Yayasan Cendol Universal Nikko)

NB : Untuk teman-teman yang ingin baca buku ini selengkapnya, silahkan mampir ke toko buku terdekat atau bisa pesan online melalui Perempuan Fiksi via facebook. amu juga bisa langsung memesan buku ini melalui aku di nomor 08568274828 dengnan format SMS : PIS #Nama #Alamat #Jumlah pesanan. Setelah itu, untuk cara pembayaran akan aku kabari selanjutnya.
Salam hangat,
^.^

Komentar

  1. Perempuan itu sungguh sangat memuliakanku. Perempuan itu sungguh tahu apa yang kumau. Perempuan itu seperti cerminku. Terima kasih perempuanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senoga kisah-kisah dalam buku ini bisa bermanfaat untukmu Pets. Jika ingin pesan, silahkan hubungi @Universal_Nikko melalui twitter. Terima kasih.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.