Langsung ke konten utama

‘Senyum Andromeda’ di Annida Online 5 Maret 2012


                Kawan. Senang sekali rasanya tulisan saya kali ini kembali muncul di media. Kali ini di Annida Online. Memanglah tulisan ini pada akhirnya mendapatkan cukup banyak kritikan karena alurnya yang aneh dan klimaks-nya yang ternyata mengecewakan pembaca. Tetapi dengan senang hati, saya bersyukur sekali kalau tulisan ini ada yang membaca dan diberi komentar pula.
                Tulisan dalam rubrik ‘Kisah Sejati’ini hanyalah bentuk dari keinginan besar saya untuk membagi pengalaman yang mungkin juga dialami oleh kawan sekalian.
                Tulisan saya kali ini sebenarnya menceritakan keadaan ketika saya merasa sangat sulit percaya dengan seseorang yang baru saya temui di facebook. Saya termasuk orang yang sulit memercayai orang lain, karena begitu sering mengalami pengalaman buruk saat dengan mudahnya menaruh kepercayaan kepada orang lain. Nah, ketika kesulitan itu muncul, ternyata ketulusan dan kejujuran dari seseorang yang kita curigai itu akan sanggup meluluhkan segala firasat buruk yang ternyata kita pancing sendiri.
                Ya. Selalu ada rintangan yang menghalangi saat kita ingin berbuat baik. Terima kasih banyak untuk Kak Andromeda yang telah menularkan ketulusan di hatinya untukku. Terima kasih atas segala pengertian dan kesabarannya menghadapiku selama ini.

Salam hangat
^.^

Komentar

  1. Wahhh selamat.... nice blog...


    follback my blog jg ya...
    ndrakster.blogspot.com
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, terima kasih banyak hendra
      salam kenal :)
      ya....aku follback....
      ^.^

      Hapus
  2. Oke thanx.....
    suka nulis cerpen ta???

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama mas Hendra
      Iya mas, cha juga suka sekali menulis cerpen
      apa mas hendra juga sangat suka?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.