Langsung ke konten utama

Jaga Payudara-mu, Jaga Berat Badan-mu


Kanker Payudara. Siapa sih yang nggak tahu tentang penyakit yang satu ini? Penyakit yang menyebabkan kematian ini, begitu ditakuti oleh banyak wanita. Tapi, hey gals, jangan salah. Penyakit ini juga bisa menyerang kaum pria lho. Masih ingat dong ya sama artikelku tertanggal 23 Juli 2011 tentang kanker payudara ini?
                

Sekitar tiga hari yang lalu, aku membaca sebuah artikel di situs VOA Indonesia tertanggal 15 Januari 2012, dengan judul ‘Obesitas, Alkohol, dan Sinar-X Picu Risiko Terkena Kanker Payudara’. Kata pertama yang membuatku tertarik adalah ‘Obesitas’. Ow ow ow, bukankah masalah obesitas ini adalah masalah setiap orang? Hmm...sepertinya.
                
Dr. Kathy Helzelsouer, dalam artikel tersebut mengatakan bahwa, berat badan dan obesitas menentukan karena sel-sel lemak memproduksi estrogen, dan hormon itu, memicu pertumbuhan sebagian besar kanker payudara. Artikel lengkapnya dapat dibaca di http://www.voanews.com/indonesian/news/Obesitas-Alkohol-dan-Sinar-X-Picu-Risiko-Terkena-Kanker-Payudara--137374978.html
                
Nah, lalu apa sebenarnya obesitas itu?


themedica.com

             Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh.
                Seperti artikel yang telah aku posting sekitar enam bulan yang lalu mengenai kanker payudara, obesitas merupakan salah satu penyebab timbulnya kanker ini, begitulah sebagian isi materi yang disampaikan pada dialog interaktif yang diadakan oleh RS Karya Bhakti Bogor di Hari Anak Nasional. 
                Tetapi obesitas yang dapat menimbulkan terjadinya kanker payudara adalah obesitas yang dialami pasca menopouse. Sehingga, bagi wanita pada usia-usia sebelum menopouse sebaiknya menjaga pola makan dan juga berat badannya.
                Bagaimana cara mencegah obesitas?
1.       Minum air putih.
Banyak minum air putih dan kurangi minuman bersoda yang mengandung banyak gula (4 kaleng soda per minggu bisa membuat berat badan naik 0,5 kg). Sementara, air putih membantu melarutkan lemak dalam tubuh.
2.       Makan serat.
Perbanyak serat dari buah dan sayuran yang akan melapisi dinding usus, sehingga kamu akan lebih mudah cepat merasa kenyang.
3.       Hindari camilan.
4.       Olahraga.
5.       Mengunyah makanan dengan sempurna.
6.       Jangan langsung tidur setelah makan.
                Nah, kalian semua sudah tahu kan, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga berat badan kita tetap ideal? Semoga dengan menjaga berat badan kita, kita juga akan terhindar dari penyakit kanker payudara.

Salam Hangat
^.^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.