Langsung ke konten utama

Yummy Yummy Segarnya Es Buah di Jalan Semeru

Banyak orang yang sengaja melakukan perjalanan jauh hanya untuk menemukan hal yang baru. Bahkan akhirnya mereka pun bisa menemukan pengalaman baru. Tapi... Bagaimana kalau ternyata perjalanan itu dilakukan di tempat yang nggak terlalu jauh. Bahkan dilakukan di dekat tempat tinggal?



                Apapun itu. Perjalanan seperti apapun itu. Pastilah akan sangat mengasikkan kalau akhirnya berhasil menemukan tempat yang menyenangkan. Atau menemukan makanan enak misalnya?

                Ya.... Seperti perjalanan yang Kawaii Angels lakukan. Kali ini nggak jauh dari tempat tinggal kami. Bogor. Yah, masih menjelajah Bogor. Berada di antara Gunung Salak dan Pangrango, Bogor menjadi salah satu kota indah yang ada di dekat ibukota negara Indonesia.

                Lalu, perjalanan seperti apa yang kali ini Kawaii Angels lakukan? Kami hanya mencari Es Buah... Mungkin kedengarannya kami kurang kerjaan. Tapi, bagaimana rasanya bisa menikmati Es Buah segar di bawah langit Kota Bogor dan duduk di pinggir jalan?

                Es Buah yang ada di jalan Semeru Kota Bogor, dan dekat sekali dengan RS Karya Bhakti ini memang cukup yummy. Buahnya yang lengkap dan keadaan di sekitar jalan raya yang masih rindang, dengan banyak florist yang bertebaran pun membuat suasana makin segar. Es Buah yang segar ditambah suasana yang juga segar....

                Oh....segarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr..............

Es Buah di Jalan Semeru Bogor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.