Langsung ke konten utama

Taman Kencana vs Agri Park

Kota Hujan. Kota Kujang. Pintu Kerajaan Padjadjaran. Kotanya Prabu Siliwangi. Bogor. Kota ini dengan setia menemani Ibukota Jakarta, menjadi daerah penyangga yang sangat diandalkan untuk memasok air. Kota yang senang dikunjungi wisatawan, terutama di Kebun Raya Bogor yang nggak pernah sepi. Bogor. Bogor. Bogor.

Bogor kota indah sejuk nyaman,

Bagai bunga di dalam taman,

S'lalu disinggahi wisatawan,

Sungguh menarik perhatian.

Begitulah sepenggal lirik dari Mars Kota Bogor yang jarang diketahui oleh anak anak yang tinggal di daerah Bogor.

Saat ini tempat yang paling suka dikunjungi anak muda adalah mall. Kembali lagi ke mall. Mall dan mall. Apa kalian nggak bosan masuk mall? Sementara di mall yang kalian lihat hanya deretan barang yang berharap membuat kalian gemas dan ingin membelinya. Ayo, pindah tempat nongkrong yuk!!!

Taman Kencana.... Tempat ini ada di sudut kota Bogor yang sejuk. Tempat anak muda komunitas scateboard Bogor suka berkumpul di sore hari. Tempat yang sejuk dan juga menyenangkan untuk dikunjungi. Kalau masuk ke Kebun Raya Bogor harus bayar tiket masuk, tapi kalau mampir ke Taman Kencana tentu saja GRATIS!!!! Bahkan mau duduk duduk di bawah pohon pun nggak ada yang larang..... Hehehe...





Di dekat Taman Kencana, ada sebuah tempat makan yang seru dan seju sekali. Banyak juga anak muda Bogor yang asik nongkrong di tempat itu. Ya, Agri Park tempatnya. Ada rumah pohon yang dibangun di tengah tama yang dikelilingi kolam-kolam dan berbagai konter makanan dan minuman di sekelilingnya. Hummm..yummy... Serunya menikmati makanan di temani sejuknya angin sore Kota Bogor.





Teman teman yang datang berkunjung ke Kota Bogor. Ayoooo...mampirlah ke Taman Kencana dan Agri Park ya.... ^.^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.