Langsung ke konten utama

Karena Cinta Itu, Maka Aku..... Patah Hati......

Selamat pagi gals... Wah, sepertinya sudah ganti hari ya... Di antara rasa ngantukku malam ini, aku rasanya masih ingin berbagi dengan kalian semua... Kali ini, kembali aku kisahkan tentang cinta.. Bukan cinta secara universal, tapi cinta yang kita khususkan pada seseorang... Yah, tentunya lawan jenis.. Kalo sejenis....Oh Tuhan...maaf, bukan disini tempatnya ya....
Seperti judul postingku malam ini. Posting yang terinspirasi dari status Ady Azzumar, seorang penulis yang kebetulan mau berteman denganku di facebook. Wah, senang rasanya bisa berteman dengan seorang penulis. Penuh imajinasi. Aku jadi ingin seperti kak Ady Azzumar. Hahaha...aku mulai sok akrab nih... Hey, kak Ady Azzumar, ijinkan Akarui Cha meminjam status di facebookmu untuk postingku kali ini ya.... Salam hangat untuk kak Ady Azzumar....
... rasa kagum pd seseorg adalah fitrah, klo sdh masuk ke tahap kedua harus hati2, krn kau sdh mulai berani aksi ato ada harap2 tak pasti. Ingat jangan sampai pd tahap selanjutnya, itulh yg namanya jatu hati. Karna kau harus siap sakit hati... Level ini boleh ada saat akad suci.
Demikianlah yang dituliskan oleh Ady Azzumar. Bahkan aku jadi banyak berpikir mengenai status itu. Jujur saja, aku bukanlah orang yang terlalu mahir mengerti kata-kata. Masihklah sangat dangkal ilmu yang aku ketahui, gals... Tapi untuk sekedar perenungan bersama, ijinkan aku menuangkan pikiranku disini ya...
Beberapa hari yang lalu, aku banyak berpikir tentang jatuh hati dan patah hati. Dan kata terakhir di status ini adalah, “Level ini boleh ada saat akad suci”. Jadi, apakah kita hanya boleh jatuh hati saat akad suci (siap menikah) saja? Lalu bagaimana dengan cinta yang lainnya? Maksudku, bukankah ada cinta monyet yang kita rasakan di usia remaja. Atau banyak juga di antara kita yang memilih jalan pacaran untuk mengenal lebih jauh tentang seseorang. Tapi, memang benar, jika kamu seorang muslim, maka pacaran itu bukanlah untuk kamu.
Gals.. Aku juga nggak ingin membahas banyak mengenai hal ini. Aku hanya ingin lebih banyak share tentang patah hati kepada kalian semua...... Karena yang aku lebih bisa memahami arti dari status itu adalah tentang siap patah hati.

Kadang kala, saat kita jatuh cinta, maka ada dua hal yang akan kita hadapi. Pertama, jika dia juga merasakan hal yang sama, maka kita bisa memulai hubungan lebih dekat lagi dengannya. Dan kedua, jika dia tidak merasakan hal yang sama, siap-siaplah kita untuk patah hati seketika.



                Dan begitulah cinta. Sungguh membuat tiap jiwa kadang terlalu bahagia. Kadang pula menjadi sangat merana karenanya.

            \Sebuah kisah tentang cinta yang tak terbalaskan. Sungguh menyakitkan. Namun, itulah salah satu jalan yang tanpa sadar harus dipilih setelah kita memutuskan untuk mencintai seseorang yang ternyata pada akhirnya, hanyalah bertepuk sebelah tangan.

            Bayangkan gals.. Saat setelah beberapa waktu kamu nggak bertemu dengan seseorang yag mampir di hatimu.  Dan selama waktu tanpa pertemuan itu terjadi, kamu berusaha melakukan pengingkaran pada hatimu sendiri. Kamu nggak pernah mau mengakui kalau dia ada di hatimu. Bukan karena kamu nggak pernah berusaha mengatakan atau menunjukkan padanya kalau kamu menginginkannya. Tapi, karena secara halus, dia telah menolak kehadiran dirimu di sisinya. Padahal, sebelum dia menyadari perasaan yang kamu punya, dia bersikap biasa dan menyenangkan sebagai seorang teman kepadamu.

            Lalu di suatu siang di tempat yang kamu pikir kamu nggak akan pernah menemukannya disana, ternyata kamu bertemu dengannya. Menemukan dirinya yang telah banyak berubah. Menemukan dia yang berjalan bergandengan dengan seorang gadis. Dan hatimu tiba-tiba terasa sangat sakit.

            Hey gals.... Dia ternyata sudah memilih orang lain. Haruskan rasa cinta ini diperahankan? Tentu sebaiknya tidak. Karena, mungkin Tuhan telah membiarkan kamu merasakan hal itu sendirian agar kamu belajar menahan keinginanm memiliki dia yang mungkin juga nggak pantas buat kamu. Dan mungkin, kalaupun kamu bersamanya, bisa jadi dia nggak akan bahagia lagi.

            Karena cinta maka aku bahagia....

            Karena cinta maka aku patah hati....

            Dan karena cinta...aku belajar banyak hal....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.