Langsung ke konten utama

When You. . . . . . . .

Gals, pernahkan kamu yakin bahwa kamu tahu kapan seseorang yang kamu sayangi akan meninggalkanmu? Tentu tidak kan? Atau, mungkin kamu sadar kalau waktu kamu untuk selalu bersamanya sudah habis? Kamu juga nggak tahu pasti.

Dan, seperti biasa, dari cerita yang seorang sahabatku kirimkan padaku, aku merasa bahwa selama ini aku telah memiliki banyak kesalahan. Lalu, kesalahan seperti apa? Ya, aku sering lupa dan terlalu cuek pada orang-orang yang ada di sekitarku. Dan SMS dari sahabatku itulah yang menyadarkanku.

Ada seorang cewek yang ngasih tantangan sama cowoknya untuk hidup tanpa dirinya, dan nggak ada komuniksi antara mereka sama sekali selama 1 hari.
Dia bilang sama cowoknya, “Kalo kamu bisa melewati itu, aku akan mencintai kamu selamanya!”
Si cowok pun setuju dan menyanggupinya, dia nggak SMS dan juga nggak telepon ceweknya selama  seharian penuh. Tanpa dia tahu kalo ceweknya cuma punya waktu selama 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker yang sudah kronis.
Keesokan harinya, cowok itu SMS dan telepon ceweknya, tapi nggak ada balasan . Akhirnya dia pun putusin untuk pergi ke rumah ceweknya.
Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat ceweknya udah terbaring dengan surat di tangannya. Yang tertulis di surat itu ......
“Kamu berhasil Sayang. Bisakah kamu lakukakan setiap hari? I LOVE YOU!”

So,
Dont ever lost contact with someone you care
Coz you’ll never know what’s gonna happen the next day
Or the day after that
Even a single “hi” or a “good morning”
Before you know that someone is no longer there

Gals, jika kamu masih mencintai seseorang, tetaplah hubungi dia. Karena kamu sendiri nggak akan tahu sampai kapan kamu bisa merasakan ada dirinya di sekitarmu. Kamu nggak akan tahu siapa yang akan menghilang lebih dulu. Jangan sampai kamu menyesal dan larut dalam kesedihanmu pada akhirnya. Walaupun sauatu ketika, seseorang yang kamu sayangi akhirnya memilih untuk bersama orang lain, setidaknya kamu tahu kalau dia telah memilih yang lain pada akhirnya. Jangan pernah takut Gals. Tuhan akan memberikan jawaban dari semua pertanyaanmu pada waktunya nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali. 

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya. Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan ? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.