Langsung ke konten utama

Ada Penjaga Malam Motor Malah Hilang

Humph...nggak perlu basa basi ya!! Ini masalah sosial dan juga masalah hukum. Yah, pagi ini cukup membuat aku jadi bingung harus berkata apa dan berbuat apa lagi, Belakangan ini, di sekitar rumahku di Perum. Taman Pagelaran, Bogor, sedang marak sekali terjadi pencurian motor pada malam hari. Bahkan beberapa minggu yang lalu, temanku juga kehilangan motor.
Aku mulai dari cerita temanku dulu ya!
Temanku itu, rumahnya ada di wilayah SBJ Bogor. Nah, setiap pagi sebelum aktivitas keluarganya di mulai, motor yang di parkir manis di dalam rumah baru dikeluarkan. Semua keluarganya sudah terbangun dan sibuk masing-masing untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Nah, tiba tiba saat siap keluar, ternyata motor yang tadi ada di depan rumah sudah raib seketika. Hilang. Padahal baru saja dikeluarkan dan pintu rumah terbuka untuk memudahkan yang ada di dalam rumah melihat keadaan motor di luar.
Wah, aku acungi jempol dengan kepintaran maling itu.
Lalu, kita ke kasus yang terjadi di rumahku. Kejadiannya terjadi entah pagi ini atau mungkin malam ini. Yang jelas, ketika sekitar jam 6 sore Papa keluar rumah untuk membuka pagar rumah kami yang cukup tingggi, tiba tiba yang Papa temukan adalah pintu pagar kami yang terbuka lebar dan motor kami yang sudah raib. Motor kami yang terparkir manis di samping mobil kami itu, seperti hilang begitu saja. Pagar rumah kami yang cukup tinggi sudah terbuka ¾ dan motor yang kami rantai, ternyata rantainya di gunting hingga putus. Anehnya lagi, kebiasaan kami untuk bangun tengah malam dan mengerjakan banyak hal jadi tidak kami lakukan tadi malam. Semua yang berada di dalam rumah merasa sangat lelah dan ngantuk berat.
Dugaan sementara yang aku dengar dari warga di sekitar rumahku, kalau para pencuri itu sudah mengintai keadaan rumah kami terlebih dahulu. Mereka mempelajari keadaan di sekitar rumah. Barulah menyiapkan rencana untuk menjalankan aksi mereka. Dan itu artinya, jumlah mereka bukan hanya satu orang saja. Tentu saja, agar mengintai mereka nggak dicurigai, mereka bertindak seperti orang yang sedang bekerja, misalnya : tukang sampah, tukang becak, orang yang sekedar lewat, atu lainnya.
Ada hal keren lagi nih! Yang hilang, bukan hanya motor kami saja. Tapi gembok pagar yang sudah mereka bobol, gembok motor, dan potongan rantai motor yang mereka gunting itu juga dibawa. Sepertinya, ingin dikumpulkan untuk plakat mereka. Atau mungkin mereka mencoba menghilangkan bukti barang apa yang telah mereka rusak agar bisa masuk ke dalam rumah kami. Pekerjaan mereka rapi juga ya.
Nah, lalu fungsi dari penjaga malam di sekitar rumah kami itu apa? Makin ada penjaga malam, makin banyak kejadian kehilangan. Di sekitar rumahku memang belakangan ini banyak kejadian kehilangan kendaraan roda dua mereka. Termasuk sepeda.
Dengan adanya kejadian ini, makin sulitlah setiap orang untuk membangun rasa percaya mereka pada lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Masyarakat yang terlalu konsumtif sehingga keinginan mereka meningkat namun tidak dibarengi dengan naiknya pendapatanlah yang bisa membuat orang mencari jalan pintas dengan mencuri. Juga sulitnya mencari pekerjaan, sementara setiap orang membutuhkan penghasilan. Wah, banyak hal yang bisa mengakibatkan kriminalitas rupanya.
Aku berdoa, semoga yang melakukan tindak kejahatan di sekitar lingkungan rumahku, segera di tindak pihak berwajib. Kalaupun nggak, ya......mereka kena rahasia ILLAHI.... Mungkin nggak sekarang, tapi nanti mereka akan merasakannya juga!! Dan, siapa lagi yang harus di salahkan karena tindakan mereka itu??? Mungkin, perut yang lapar dan kebutuhan untuk makan. ^.^

Salam Hangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.