Langsung ke konten utama

Valentine Day... Bukan Hanya Hari Ini Saja CINTA Itu Diberkati TUHAN


I Love You
Ai Shiteru
Salam Cinta untuk kalian semua yang terkasih



                      Selamat Hari Valentine
                      Begitu banyak ucapan Cinta yang kita dengar hari ini. Banyak pula pasangan kekasih yang begitu berbahagia merayakan kemeriahan hari penuh cinta ini. Dengan sebuah coklat. Atau mungkin seikat bunga. Bisa jadi juga dengan kartu ucapan. Atau..kecupan manis untuk seseorang yang terkasih. Seseorang yang telah berhasil merebut hati kita. Seseorang yang kita percaya untuk mendekap erat hati dan jiwa kita. Rasanya, hidup kita ini hanya untuk dirinya seorang.
                      Lalu apa sebenarnya Cinta itu??
                      Apa cinta itu hanya untuk kekasih yang ada di samping kita?? Kekasih yang dikirim TUHAN yang semoga saja menjadi jodoh kita??
                      Cinta yang terbesar tentunya kita berikan kepada TUHAN yang telah menyelipkan rasa cinta kasih ke dalam jiwa kita, sehingga kita mampu merasakan rasa saling ketertarikan pada seseorang, rasa kasih yang penuh kepada ayah dan bunda, rasa kasih yang damai pada saudara saudara kita, rasa cinta yang ingin menjadi penjaga bagi bumi tempat kita mengarungi kehidupan. Semua rasa cinta yang direfleksikan jiwa kita, berasal dari TUHAN.
                      Setiap hari adalah hari yang sebaiknya dipenuhi dengan Cinta. Bukan hanya pada hari ini saja. Kita nggak perlu menunggu 14 Februari yang berikutnya untuk mengungkapkan rasa kasih kita. Kita bisa melakukannya setiap hari. Maka TUHAN pun telah memberkati kita setiap harinya dengan cinta kasih-Nya.
                      Perhatikanlah sekitarmu. Apa yang kamu temukan?? Tanah yang kering?? Atau aspal berbatu?? Daun daun kering yang berjatuhan?? Tanaman yang tumbuh dengan subur??  Asap tebal knalpot yang berembus sesukanya dan bercampur dengan udara yang kamu hirup?? Atau malah bau selokan di depan rumahmu yang cukup menganggu?? Lalu seperti apa Cinta yang ingin kamu berikan kepada alam?? Dengan habis habisan mengeksploitasinya tanpa sadar sampai merusaknya?? Wah, lalu dimana kamu letakkan cinta kasih seperti guardian angel yang akan berusaha menjaga alam ini?? Bukankah di hatimu telah terselip rasa cinta kasih itu??
                      Kamu dan sahabatmu sering bertengkar?? Kemudian saling membenci dan bermusuhan?? Perbedaan pendapat yang berujung pada kematian di antara kamu?? Kebohongan kebohongan yang tercipta karena kelicikan yang berakar pada keegoisan?? Wah, dimana rasa cinta itu tertanam di hatimu?? Apakah kamu biarkan layu dan mati mengering??
                      Setiap pulang ke rumah, tanpa peduli kamu langsung masuk kamar lalu berteriak memanggil Bunda mu dan meminta sesuatu. Kamu berbohong pada Ayah mu hanya demi kepentinganmu sendiri. Kamu nggak melakukan hal hal yang baik. Kamu marah pada saudaramu dan mencoba membalasnya habis habisan. Ya, TUHAN..
                      Bukankah TUHAN telah menyelipkan rasa Cinta di dalam jiwa kita agar kita bisa lebih mendalam merasakan Cinta itu?? Bukan hanya kepada kekasih kita?? Bukan hanya pada keegoisan kita?? Karena TUHAN telah memberkati rasa Cinta itu setiap harinya.
                      Teman.. Setiap hari adalah Valentine untuk mu. Ungkapkan Cinta mu bukan hanya pada kekasihmu. Tapi pada Ayah Bunda mu. Pada semua orang yang ada di sekitarmu. Pada jiwa jiwa yang pernah dan akan mengisi hari harimu. Pada alam yang selalu menghadiahimu dengan banyak anigerah. Kepada TUHAN yang tak pernah luput mejagamu dan berharap kamu selalu berjalan mengikuti cahaya-Nya.
                      Segala Puji bagi TUHAN yang telah menanamkan rasa Cinta Kasih di Jiwa kita..
                      GBU All..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.