Label

Selasa, 24 Januari 2017

Cek Toko Sebelah : Sisi Sentimentil Lelaki

Katanya Cek Toko Sebelah merupakan film dengan genre komedi, sebab dibintangi oleh cukup banyak komika. Sudut pandang lain dari sebuah drama keluarga yang menggoda untuk ditonton. Hingga saya sampai di ruang studio, menikmatinya dari bangku merah empuk khas bioskop. Bagi saya … inilah film komedi yang terlanjur touchy.


(sumber : tribunstyle.com)

Ketertarikan saya untuk menyaksikan film ini bermula dari seringnya saya bermain-main ke gallery Instagram milik Ernest Prakasa. Saya tergoda oleh crowd penonton yang sudah lebih dulu menikmati film ini, walaupun mungkin saja secara kebetulan, saat saya yang menjadi salah satu penonton, beberapa bangku merah di studio hanya diisi oleh udara kosong. Pikiran saya kala itu, mungkin saja karena film ini sudah tayang cukup lama dan saya terlambat menikmatinya. Tetapi bagaimanapun juga, saya mengapresiasi film yang sesekali membuat tertawa, namun lebih banyak menerbitkan airmata haru saya di akhir cerita. Btw, sebelum saya berbicara banyak mengenai Cek Toko Sebelah, saya ingin mengacungkan jempol untuk Dion Wiyoko dan Chew Kin Wah yang ketika mereka mulai memainkan peran sendu, saya berkaca kaca dengan sukses.   

Seperti ciri khas Ernest Prakasa yang selalu memasukkan unsur Tionghoa, saya senang sekali menikmati film yang tayangnya nggak terlalu jauh dari moment Imlek ini. Walaupun awalnya saya dibuat beberapa kali tertawa geli bahkan tersenyum simpul dengan beberapa komika yang terlibat, tetapi seusai menonton, hati saya jadi begitu rindunya pada Papa. Bukan … bukan karena Papa saya punya pekerjaan yang hampir sama dengan Papa dari Erwin dan Yohan, tetapi karena saya tersentuh oleh sisi sentimentil yang dimiliki tiga tokoh utama lelaki di dalam film ini.

Lelaki Punya Beban Tersendiri Setelah Ditinggal Sang istri
Coba tonton dan saksikan saja, bagaimana Chew Kim Wah menampilkan sosok Papa bagi Erwin dan juga Yohan, ketika anak anaknya sudah dewasa dan sudah punya kehidupannya masing-masing, sementara sebagai lelaki, si Papa sudah ditinggal sang Mama ke alam lain. Menikmati rasa sendu yang sesekali dimunculkan dengan kalimat khas, “Maafin Papa ya, Papa yang salah” di hadapan dua putranya, membuat haru. Dibandingkan dengan Yohan yang memiliki Ayu sebagai istrinya. Masih ada sosok perempuan yang menguatkannya, bukan?

Lelaki Juga Boleh Menangis
Kalau bagi perempuan, menangis itu bisa menguatkan, bagi lelaki … seperti Yohan dan Koh A Fuk, menangis juga bisa sebagai sarana menyalurkan emosi. Menangis bukan berarti nggak gentleman, karena menangis itu manusiawi sekali.

Lelaki Butuh Perempuan Sebegitunya Ya
Saya menikmati film ini bersama partner saya, dan ada beberapa scene yang menampilkan wanita seksi dan membuat partner saya – termasuk beberapa penonton lelaki lainnya --- ngakak sekali. Hmm … sudut pandang penonton lelaki dan perempuan jadi terlihat bedanya ya di sini. Tapi inilah serunya, karena sudut pandang yang berbeda, membuat film ini jadi enak untuk disaksikan bersama dengan pasangan atau teman. Tapi pastikan untuk nggak mengajak anak-anak ya, sebab pasti akan bingung untuk menikmati komedi yang ada di dalamnya.

Menikmati film komedi pada akhirnya bukan hanya tawa saja yang dicari, melainkan juga isi. Film Cek toko Sebelah ini sudah cukup menampilkan drama keluarga Tionghoa yang menyenangkan hati.


10 komentar:

  1. nggak recomended buat anak-anak ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Soalnya ada scene yang buat aku sih, ga nyaman kalo udah ditonton sama anak anak.

      Hapus
  2. Reviw filmnya dibahas dengan epic tapi gak tau kenapa gue kalau mau nonton film Indonesia agak males gitu. Kecuali ada yg bayarin sih baru semangat

    BalasHapus
  3. Pingin nonton tapi rusuh kl ngajak bocah.. padal review nya bagus2 film ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ngajak bocah sebaiknya pilih tontonan yang lain mba.

      Hapus
  4. Awalnya underestimated, tapi pas udah nonton ternyata baguus. Nontonnya ga 'kkrik-krik' ky kebanyakan trailer film Indonesia di bioskop..

    BalasHapus
  5. So far review film ini memang pada ngasih komen positif ya. Seru juga sih jadi bisa belajar ttg keseharian dari budaya lain juga.

    BalasHapus