Langsung ke konten utama

Yuk Kenalan Dengan Rapid Test

Rapid Test menjadi kata yang rasanya punya momok sendiri belakangan ini. Sampai sampai, partner saya nggak bisa tidur hampir semalaman hanya karena esok harinya ada pemeriksaan rapid test di kantornya.


rapid-test-adalah

Saya pun punya pikiran yang nggak kalah galau sebenarnya. Sementara hampir sejak bulan Maret, saya benar-benar berdiam diri di rumah. Saya khawatir pada diri saya yang memang gampang sakit, ketika keluar rumah untuk urusan yang masih bisa ditunda atau dilakukan secara daring, malah menjadikan saya sebagai orang tanpa gejala alias OTG.

Saya sekhawatir itu? Hmm … memangnya kamu nggak? Ya … mungkin saya sebegininya sebab saya masih punya dua anak bayi yang masuk dalam kategori rentan. Mungkin pula sebab saya selama ini memang sudah bekerja secara remote, jadi dianggap sebagai kaum rebahan yang masih bisa merasa tenang.

Setiap orang memang punya alasan tersendiri untuk tetap keluar rumah, beraktifivitas di luar. Hanya saja, setiap orang pun punya kemampuan daya tahan tubuh yang berbeda-beda. Apalagi kan, saya dan kamu saat ini bukan sedang menghadapi zombie, tapi terjebak dalam pandemi.

Ngomong-ngomong soal rapid test yang akhirnya dijalani juga oleh partner saya, memicu saya untuk mencari tahu lebih banyak. Semoga apa yang saya bagikan kali ini, bisa membantumu juga ya.

Apa Sih Rapid Test Itu?

Rapid test sering kita baca maupun dengar melalui media informasi, sering digelar oleh pemerintah, demi menekan jumlah penderita Covid-19.

Rapid test merupakan suatu metode pendeteksian awal untuk mendeteksi antibodi  yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus. Yap, dalam hal ini adalah Virus Novel Corona atau Covid-19. Sebab tubuh secara alami akan membentuk antibodi jika terkena paparan virus.

Artinya, jika keberadaan antibodi ini terdeteksi dalam tubuh seseorang yang menjalani rapid test, maknanya … tubuh orang tadi pernah terpapar oleh virus Corona.

Sayangnya, pembentukan antibodi dalam tubuh masing-masing orang, memerlukan waktu selama beberapa lama, termasuk hingga hitungan minggu. Itulah sebabnya, rapid test merupakan tahap awal pendeteksian atau skrining. Bukan tes yang benar-benar akan menentukan apa seseorang menderita Covid-19 atau nggak.

Keakuratan dari rapid test, nggak bisa menandingi test swab. Namun dengan mengikuti rapid test, seseorang bisa lebih tahu mengenai keadaan tubuhnya sendiri yang mungkin saja nampak sehat alias OTG tadi.

Berhubung banyak memang yang takut terjaring untuk test swab atau malah dikarantina di Rumah Sakit sehingga enggan mengikuti rapid test, saya hanya ingin bilang … yuk, lakukan pemeriksaan saja. Apalagi jika kamu atau orang terdekatmu, banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagaimana Sih Cara Pemeriksaan Saat Rapid Test?

Dari apa yang partner saya kisahkan sepanjang menjalani rapid test di kantornya, ternyata pemeriksaannya nggak terlalu membuat sakit. Uhuk … khusus bagi kamu yang takut sama jarum suntik, kamu akan tetap baik-baik saja kok kalau menjalani rapid test.

Tenaga kesehatan yang membantumu dalam memeriksa keadaan tubuhmu ini, hanya akan mengambil sampel darah dari bagian ujung jari, kemudian darahmu tadi akan diteteskan ke alat rapid test.

Selanjutnya, akan ada cairan penanda antibodi yang diteteskan di tempat yang sama dengan tetesan darahmu tadi. Hasilnya akan memunculkan garis yang muncul setelah 10 hingga 15 kemudian.

Jika hasil rapid test-nya reaktif, menandakan seseorang yang diperiksa tadi, pernah terinfeksi virus Corona. Barulah selanjutnya akan diminta untuk melakukan test swab sebagai pemeriksaan lanjutan.

Jika hasil rapid test tadi negatif, bermakna bahwa ada kemungkinan seseorang tadi, aman dari paparan virus Corona. Namun, tetap perlu dilakukan pemeriksaan ulang sekitar 7 – 10 hari kemudian, sebab bisa saja tubuh orang tadi belum selesai membentuk antibodi.

Ngapain sih Ka Acha, repot-repot banget diulang? Kalau negatif ya udah, syukur. Humph … begini lho. Saya dan kamu kan lagi terjebak dalam pandemi dunia, saat ini aman, besok belum tahu. Saat ini negatif, eterus tubuhmu diam-diam sedang berjuang menghasilkan antibodi, gimana?

Itulah mengapa, saat ini, saya dan kamu sama-sama diminta berjuang untuk menjalani kehidupan yang lebih banyak berjaraknya. Nggak ada lagi salaman dan cipika-cipiki. Masker nggak boleh dilupakan, harus terpasang rapi. Cuci tangan dan mandi jadi sering.

Keluar rumah pun sebaiknya dibatasi, kecuali untuk urusan yang memang nggak akan bisa digantikan dengan melakukannya secara daring dari rumah. Kenapa? Sebab jelas-jelas saya dan kamu sedang terjebak dalam pandemi virus, pun … nggak semua orang memiliki perhatian dan pemahaman yang sama denganmu untuk menjalani kehidupan yang kini kita semua sebut dengan New Normal.

Maka dari itu, jika memang hasil rapid test-mu menunjukkan hasil negatif, bukannya malah senang sih, tapi tetaplah waspada ya. Tetap ikuti protokol kesehatan yang sudah sering banget digaungkan oleh media. Pakai masker, selalu jaga jarak, dan kurangi aktivitas nggak perlu di luar rumah.

Yah kan Ka Acha, saya sudah kangen berat untuk jalan-jalan, nge-mall sama teman-teman. Udah pada buka juga kok lokasi wisata dan mall. Hmm … selama kamu memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, silakan. Namun, yuk tetap waspada.

Dimana Sih Bisa Lakukan Rapid Test Secara Mandiri?

Jika tempatmu bekerja atau di lingkungan tempat tinggalmu nggak menggelar rapid test massal, kamu bisa memeriksakan dirimu secara mandiri di Rumah Sakit terdekat lho.

Rumah Sakit-nya dimana aja sih Ka Acha? Terus saya ke bagian poli mana nih kalau di Rumah Sakit nanti? Eh eh Ka Acha, saya tinggal di Jakarta Selatan, saya bisa rapid test jakarta di rumah sakit terdekat kan ya? Uhuk … kamu udah kenalan sama aplikasi Halodoc, belum nih?

Yaelah, Ka Acha ditanya malah dengan teganya balik nanya. Hmm … soalnya pertanyaan kamu tadi, sudah bisa banget dijawab oleh Halodoc. Sini sini, Ka Acha kasih informasi lengkapnya untuk kamu.

 

rapid-test-dengan-halodoc

Eh, gimana gimana, Ka Acha?

  1. Buka aplikasi Halodoc kamu
  2.  Klik tombol “Covid-19 Test” lalu pilih lokasi yang dekat untuk kamu melakukan rapid test. Pilih deh.
  3.   Klik tombol “Buat Janji” dan sesuaikan dengan jadwalmu ya.
  4.   Kamu akan diminta mem-foto/scan kartu identitasmu saat melakukan pemesanan layanan rapid test ini.
  5.  Selanjutnya masuklah ke tahap pembayaran.
  6. Terakhir, kamu akan dapat SMS mengenai konfirmasi rapid test yang akan kamu lakukan, dan SMS inilah yang nanti bisa kamu tunjukkan kepada petugas kesehatan saat di rumah sakit.

Mudah kan?

Selain memilih rumah sakit terdekat, dengan aplikasi Halodoc tadi, kamu juga bisa melihat range biaya untuk rapid test ini di berbagai rumah sakit di sekitar domisilimu lho.

rs-rapid-test
Daftar RS yang melayani rapid test di Jakarta


buat-janji-dokter-halodoc
Buat janji untuk rapid test dengan RS pakai Halodoc


Nah, semoga informasi mengenai rapid test ini sudah cukup membantumu ya. Pastikan kamu tetap menaati protokol kesehatan saat akan melakukan rapid test.

Gunakan masker dan bawa masker cadangan, hand sanitizer, tisu basah, dan tetap jaga jarak sepanjang perjalanan hingga kamu kembali pulang nanti.

Jangan lupa, jika memang kamu sudah lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, dan hanya keluar rumah saat penting dan mendesak, optimis … kamu akan baik-baik saja. Semangat. Selamat mencoba. Semoga memudahkan kamu yang ingin melakukan rapid test.

 

 

 

 


Komentar

  1. Sebetulnya penasaran juga dengan rapid test, soalnya saya kan ke kantor seminggu 2-3x dan naik kendaraan umum. Tapi kalau terjaring rapid test dan harus ke rumah sakit, nah itu yang dikhawatirkan. Takutnya malah nggak sembuh-sembuh karena lingkungannya sudah terkontaminasi virus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Humm, rasanya kalau virus memang ada dimana mana ya, dan bisa saja kita terkena dimana saja walaupun bukan sedang berada di Rumah Sakit. Sebab sepengetahuan saya penyebaran dari Covid-19 ini kan dari dopler ya. Mana tau ada orang yang nggak menuruti protokol kesehatan sesederhana nggak pakai masker, dia bersin, agak lama kita lewat deh, kemungkinan bisa lho kita ikut terpapar.

      Semoga jika ada Rapid Test, tetap diikuti ya Mba. Paling nggak kita memastikan kalau kita merasa baik baik saja, kita buka OTG yang bisa menularkan kepada orang orang tersayang kita di rumah.

      Hapus
  2. halodoc memang memudahkan kita untuk selalu update tentang kesehatan ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Bahkan saya senang baca artikel kesehatan di Halodoc ini.

      Hapus
  3. rapid test lewat halodoc ini mengurangi interaksi langsung ya mbak. jadi lebih aman. kita juga bisa tahu rs mana aja dan biayanya berapa. memudahkan sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Pun jadinya hati jadi lebih tenang ya.

      Hapus
  4. aplikasi kesehatan yang satu ini memang memudahkan kita untuk bisa test rapid ya dan konsultasi dengan dokter tanpa harus keluar rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Pun beli obat saja bisa melalui Halodoc, eh tebus resep deng. Terutama di beberapa Rumah Sakit yang sudah bekerjasama dengan Halodoc ini. Jadi nggak perlu antre di loket apotek setelah melakukan pemeriksaan di RS tadi.

      Hapus
  5. makasih ka acha informasi lengkapnya. penting banget untuk yang mulai aktif bekerja diluar rumah ya. aku pernah liat juga nih di app hallo doc . sekarang semua lebih mudah ya.

    BalasHapus
  6. Pas awal covid nangkring di Indonesia aku udah stress juga kak karena harus di rumah aja ya kan, nggak ke emol, nggak hunting baju lebaran, nggak makan di luar
    Tapi alhamdulillah semua memang demi kebaikan kita juga dan aku memang belom lakukan rapid test juga sih, kalo memanfaatkan aplikasi halodoc untuk konsul dokter tentu saja pernah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba Veny. Masa masa bersabar dan ternyata jadi evaluasi gaya hidup kita ya.

      Hapus
  7. Pengen sih mbaa. Di Malang sini juga harus datang ke RS. blm ada pelayanan jemput di rumah kecuali dia memang ngga bisa kemana2 dan udah parah. Sepemahamanku gitu sih. Adanya halodoc ini kayaknya bisa menekan angka positif juga yah. Karena mereka jemput Bola, ngga nungguin gitu doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum, jemput bola dengan kesadaran sendiri ya. Tapi memang karena nggak ikut rapid test dari pemerintah, jadilah berbayar.

      Hapus
  8. Baru tahu bisa melakukan rapid tes melalui halodoc, dan ini bisa mengurangi resiko juga ya karena tidak berhubungan langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Semoga informasi yang saya sampaikan ini, bermanfaat ya.

      Hapus
  9. Thx infonya mbak, halodoc sangat membantu ya..
    Aku mau mencoba ah,

    BalasHapus
  10. rapid test emang perlu ya, apalagi pandemi begini. tapi idealnya mungkin ravid testini disediakan pemerintah, apalagi di zona merah. kasian kan masyarakat yang kurang mampu ya.
    etapi, halodoc emang lengkap sih, kalo aku gugling soal kesehatan biasanya halodoc muncul di nomer 1 pencarian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Halodoc ini emang lengkap.

      Hmm, kadang ada warga masyarakat yang nggak terjaring tapi merasa butuh, makanya enakan cek mandiri.

      Hapus
  11. Di kantor blm ada rapid tes ini. Kalau di halodoc bisa, lebih gampang ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau sudah bisa dilakukan gratis di kantor ya Mba.

      Hapus
  12. Sekarang lagi merebaknya wabah virus corona ya mbak, boleh nih dicoba rapid testnya melalui halodoc untuk bisa janjian sama rumah sakit yang dipilih :D

    BalasHapus
  13. Apakah semua orang perlu rapid test ya? Soalnya kadang aku mikir selama ini di rumah aja jadi insyaAllah gak kenapa2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, kalau di rumah aja dan nggak kemana-mana, selama seluruh anggota keluarga juga nggak ada yang kemana-mana ya nggak apa sih. Hanya saja, kalau tetap ada kegiatan di luar rumah yang dilakukan sama anggota keluarga, ya ... boleh lah dicoba untuk melakukan rapid test sekeluarga.

      Hapus
  14. Keren ya aplikasi sekarang, bisa buat solusi mengurangi kecemasan kalau ada anggota keluarga yang sakit, terlebih buat yang mau pergi keluar kota yang diharuskan rapid test, pake aplikasi ini janjian sm dokter jadi lebih mudah ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum. Jadi nggak perlu bolak balik ke Rumah Sakit-nya juga cuma demi ambil antrean.

      Hapus
  15. aku belum lama ini rapid test.. Alhamdulillah non reaktif..
    tapi belum lakukan pengulangan sih..

    sekarang enak ya bisa drive thru rapid test lewat halodoc

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga non reaktif terus ya. Sehat sehat selalu.

      Huum, jadi nggak perlu banyak ketemu orang juga.

      Hapus
  16. Mau tanya kak, kalo biaya rapid test di halodoc kira-kira habis berapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai. kamu bisa cek langsung di aplikasinya untuk ikut rapid test di berbagai rumah sakit yang dekat dengan lokasi tempat tinggalmu. Harganya udah tertera juga kok.

      Hapus
  17. Semudah ini ya rapid test melalui aplikasi Halodoc mbak, saya juga unduh aplikasi ini di handphone untuk memeriksa rumah sakit terdekat, informasi seputar covid 19 ini dan terpercaya pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Sesederhana habis periksa tapi malas antre lama lama di apoteknya pun, bisa titip pesan pakai aplikasi Halodoc ini.

      Hapus
  18. Halodoc memudahkan hidup banget yak. Awal-awal mereka sempet bikin campaign rapid test gratis buat nakes dan jujur kami terbantu banget. Soalnya walau kami tiap hari terpapar, tapi most of tempat kerja kami ga mampu tuh ngasi layanan rapid test secara berkala ke pegawai-pegawainya huft #curhatcolongan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba. Kadang memang apa apa itu nggak bisa sepenuhnya disandarkan sama pihak pemerintah atau tempat kerja kita. Namun peran swasta pun penting untuk berkontribusi dan berkolaborasi ya. Senangnya Halodoc turun langsung dalam membantu menjaga kesehatan para tenaga kesehatan juga. Semoga sehat selalu ya, Mba Yofara.

      Hapus
  19. Kalau sering bepergian perlu juga nih tes rapid ya, biar lebih membuat tenang diri juga. Namun ya jangan lepas buat selalu jaga kesehatan diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget Mba Fenni. Semoga kita semua sehat selalu ya. Aamiin.

      Hapus
  20. Iya, saya di rumah aja nih, bahkan belanja sayur pun delivery... Optimis sehat dan pandemi segera berakhir ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semangat. Semoga kita semua sehat selalu.

      Hapus
  21. Dengan adanya aplikasi halodoc dapat membantu kita tentang kesehatan. Salah satunya fasiltas yg ada di aplikasi halodoc kita dapat rapid test cukup klik aplikasi halodoc yang aman dan hemat waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Bu. Bahkan kalau beli obat di apotek RS pun, bisa pakai Halodoc deh kalau nggak salah.

      Hapus
  22. Permasalahannya yang membuat takut adalah after test, dampaknya ke sosial ekonomi.

    Jika negatif okelah.
    Jika positif, fatal. Kita bekerja di swasta, dimana dampaknya akan panjang apalagi stay di pabrik. Pabrik bisa off gara2 satu orang reaktif. Ini fatal, smw operasional stop, pendapatan beresiko hilang, pekerjaan pun sama. Tidak ada solusi untuk ini, cari kerja saat ini tidak mudah.

    Selama bisa menghindar, ya hindari baik rapid test atau kerumunan. Kecuali ada jaminan dan pihak perusahaan kita yang mengadakan, itu gak masalah. Karena perusahaan sudah siap dengan resiko ini.

    Kenyataan nya tidak begitu. Ini kita yang bekerja di perusahaan. Pekerja pasar, pedagang pada menolak ya ditakutkan hal yang sama. Pasar lockdown, gak jualan, dapat duit darimana?

    Selama tidak ada pemberi ketenangan jaminan sosial ekonomi, kita akan kucing2an terus dengan rapid sampai vaksin dan obat ditemukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mengerti sekali tentang masalah seperti ini. Saya memaklumi banyaknya masyarakat yang kucing-kucing, seperti yang nampak di beberapa pemberitaan media.

      Namun karena sekarang masa pandemi, lebih sedih jika menjadi OTG lalu menulari keluarga sebenarnya, maka memang kita diituntut untuk berjuang sama sama dulu.

      Semoga pendapat saya ini, nggak mengesalkan ya Mas. Mohon maaf kalau jadi menyinggung.

      Hapus
  23. Aplikasi halodoc ini aplikasi yang cocok digunakan saat ini, apalagi new normal gini aku pasti milih halodoc untuk mengurangi interaksiku dibanyak tempat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Apalagi kan, kalau ada kebutuhan ke RS tuh nggak bisa ditahan terus kan. Senangnya aplikasi Halodoc bikin nggak perlu kelamaan ngantre.

      Hapus
  24. Sdh byk review ttg rapid test, salah satunya sarana yg diberikan oleh halodoc. Sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. Thanks doanya Kak Gina. Terima kasih sudah mampir ke tulisan ini.

      Hapus
  25. Pokoknya sekarang itu ngeri ngeri banget kena covid-19 . Salah satunya memang menerapkan protokoler kesehatan.

    dan rapid test covid merupakan jalan untuk memastikan ada atau tidak virus di dalam tubuhku

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banget. Ya walaupun sebenarnya rapid test ini nggak sampai 50% akurat sih, tapi paling nggak bisa cukup menenangkan dan memudahkan pelacakan bagi yang OTG.

      Hapus
  26. Halodoc ini kumplit bangedeh informasinya. Kalo butuh info tertentu tentang kesehatan, biasa aku visit aplikasinya juga ๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak, makin asik dengan aplikasi Halodoc, apalagi untuk beli obat dan sudah tambah pula dengan bisa daftar tes rapid ya

      Hapus
    2. Nah iya banget Mba Fenni. Kalau habis periksa di RS dan malas ngantre lagi di apotek RS, bisa langsung pulang dan pesan saja pakai Haldoc.

      Hapus
  27. Rapid test yang ditawarkan halodoc ini memudahkan banget. meminimalisir kontak banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Semoga inovasi ini juga turut mengurangi penularan ya.

      Hapus
  28. Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung kemari. Semoga informasi yang saya berikan, bermanfaat.

      Hapus
  29. Aku belum nyobain sih rapid test, justru klo buka halodoc paling suka baca artikelnya sama cari cari obat dan multivitamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, saya juga sering cari referensi soal kesehatan melalui Halodoc ini.

      Hapus
  30. Tadinya aku mau rapid test dengan datang langsung ke salah satu rumah sakit di dekat rumahku, tapi masih takut sama antrian hehehe tapi pada saat lihat Halodoc langsung bikin janji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget nih, Halodoc bikin kita nggak perlu kelamaan ngantre kalau ada keperluan ke RS.

      Hapus
  31. Sampai hari ini selalu bawa perlengkapan kemana2 kak seperti tisu, masker dan sebagainya. Untuk rapid test lebih mudah memang melalui aplikasi Halodoc ini, saya juga unduh aplikasi ini di smartphone kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halodoc jadi aplikasi kesehatan yang ngasih banyak kemudahan ya Mba.

      Hapus
  32. pesan lewat Halodoc jadi lebih menghemat waktu gitu ya kak, makin gampang aja skrg krn bisa pesan lewat platform kesehatan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Pun jadi nggak lama lama pas di RS-nya.

      Hapus
  33. Terima kasih infonya mbak, iya nih bulan ini aku harus rapid Test karena salah satu syarat kalau akan melakukan operasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya Mba. Lancar operasinya dan semoga lekas pulih setelah operasi.

      Hapus
  34. Serba was was sekarang ini ya kalo musti keluar rumah apalagi udah new normal orang mulai beraktivitas lagi jadi makin banyak bertemu orang, thanks info lengkap tentang rapid test lewat halodoc bisa cari lokasi buat periksa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah berkunjung ke blog saya.

      Hapus
  35. Adanya aplikasi yang memudahkan kita untuk mengetahui kondisi kesehatan bikin kita jadi lebih tenang ya. Mau info kesehatan ada, janjian untuk rapid test juga mudah.

    BalasHapus
  36. Sebenarnya saya masih belum pernah rapid test karena memang di rumah saja gak kemana-mana. Tapi saya lebih banyak mengkonsumsi makanan sehat dan yang mengandung vitamin C

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat. Srmoga kita semua sehat selalu hingga pandemi ini berlalu.

      Hapus
  37. Halodoc emang sekeren itu ya sampe bisa Rapid Test juga. Andalan banget pas pandemi gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Pas lah biar kalo harus ikut rapid test, nggak perlu kelamaan ngantre di RS nya.

      Hapus
  38. Aku belum pernah rapid test mba. Penasaran juga sih insha allah next deh pngen coba ikutan rapis test...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Mba. Semoga sehat selalu sampai pandemi ini berlalu.

      Hapus
  39. Haturnuhun, kak Acha.
    Literasi mengenai Rapid Test dan Swab Test ini penting banget dibaca masyarakat kini. Agar ada gambaran nyata bagaimana dan apa yang harus dilakukan.
    Salah satunya dengan mencari infonya di Halodoc.

    BalasHapus
  40. rapid tes jadi salah satu syarat kalau berobat ya.. trus buat bepergian atau ngantor juga perlu rapid test.. rapid tes melalui halodoc harganya lebih murah dibanding rapid tes di RS swasta lain.. enaknya nggak perlu antri juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa RS juga di aplikasi Halodoc yang ngasih biaya agak mahal sih Mba. Mungkin karena ada tes lainnya selain rapid kali ya.

      Hapus
  41. Memang sebenarnya rapid test itu perlu meskipun kita tidak menunjukkan gejala, karena memang yang paling mengerikan adalah OTG itu. Dia positif tapi karena merasa sehat dia bebas kemana mana, ini itu akhirnya malah membahayakan yang lain. Apalagi keluarga nya

    Suami ku aku suruh rapid test malah takut katanya...hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Partner-ku pun sampai nggak bisa tidur tenang semalaman karena harus ikut Rapid Test di kantornya, Mba. Nah iya, lebih bahaya OTG memang. Ngeri.

      Hapus
  42. Rapid test dilakukan berkali-kali karena yang dicek anti-bodi.

    Aku malah penasaran apakah bisa tes swab di Halodoc, karena swab test lebih efektif untuk mengetahui penyakit Covid-19..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada Mba. Halodoc juga menyediakannya, sepertinya.

      Hapus
  43. Rata-rata banyak yang takut di-Rapid Test lebih karena belum paham bagaimana prosesnya ya mba. Padahal cuma diambil darahnya di ujung jari, mirip tes golongan darah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi Mba. Bisa jadi juga karena khawatir kalau memang positif dan kemudian harus karantina jadinya nggak bisa nyari rejeki untuk keluarga dalam waktu yang cukup lama, setelah Rapid Test.

      Hapus
  44. kantorku juga lagi mengadakan rapid tes nih buat karyawannya. agak gugup juga sih takut hasilnya reaktif soalnya kadang kalau hasil reaktif itu orang sudah mikirnya macam-macam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget sih Mba. Makanya banyak juga yang menghindari Rapid Test, padaal penting sebenarnya.

      Hapus
  45. Bisa ya rapidtest pakai halodoc, keren juga! Kemarin temanku yang hamil juga ada yang rapid test begini. Gampang banget katanya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. jadi enak nggak perlu kelamaan ngantrenya.

      Hapus
  46. dan di halodoc ini bukan hanya tentang rapid test ternyata yah, untuk konsultasi berbagai jenis penyakit juga bisa yahh..

    BalasHapus
  47. Waktu kali pertama covid-19 ini kantor tempatku kerja juga ketar ketir cari alat buat rapid tes mba bingung juga karena kan awal2 masih serba apa2 susah yah eh sekarang gampang ada di halodoc yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Pas awal awal persebaran si virus ini sampai ke Indonesia, semua khawatir dan ketar ketir. Semoga kita semua sehat selalu hingga pandemi ini berlalu. Aamiin.

      Hapus
  48. Untuk masyarakat di daerah seperti saya, rapid test dari pemerintah tidak terjangkau. Perusahaan juga tidak ada. Adanya Halodoc bisa sedikit membantu. Bantu informasi. Meski nyatanya ke daerah saya memang belum terjangkau juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, sedih banget memang karena kadang urusan kesehatan saja di negeri kita masih belum benar benar merata. Semoga teteh dan masyarakat Cianjur, aman terjaga sepanjang pandemi ini ya. Sedih kalau nonton berita, di daerah daerah, angkanya makin tinggi.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.