Langsung ke konten utama

It’s My Climb (Juara 2 Tari Bajidor Kahot Ajang Unjuk Kabisa Sanggar Ligar Mandiri)


Bila engkau memimpikan hal-hal besar, engkau dapat memperoleh hal-hal besar pula.
(Walt Disney)

                Perjuangan itu memang nggak akan pernah ada habisnya, seumur hidup. Bahkan hingga titik darah penghabisan, hingga napas terakhir berhembus, hingga mata tak lagi mampu mengedip, karena hidup ini akan dikatakan berhenti saat itu. Perjuangan itulah yang selalu mendekatkan aku pada Sang Pencipta. Aku lahir dengan perjuangan ibuku, dan aku akan mati dalam perjuanganku mempertahankan dan mengejar mimpiku.
                Aku sering sekali menangis, saat kesadaranku berada pada satu titik yang menggemakan, ‘You’ll never reach it!’. Saat aku merasa lelah dan tak tahu harus berbuat apa. Saat aku ingin melarikan diri dari mimpi-mimpi itu dan bersikap seolah semuanya hanyalah kebodohan. When my faith is shaking. When I feels, I lost my direction to take it. Tapi mengapa aku tak mampu menghentikan diriku untuk kembali mendakinya?
                Ada sebuah lagu manis yang dinyanyikan oleh Miley Cyrus dari soundtrack Hannah Montana The Movie yang selalu sukses bikin aku menangis, The Climb. Setiap kali aku merasa lelah berdoa, setiap aku bosan melakukan hal yang kupikir terlalu monoton dalam hidupku, saat aku merasa kalah dan jatuh, dan saat aku harus bersyukur pada Tuhan karena pencapaian yang kuraih selangkah demi selangkah. Sepenggal liriknya berkata,

I can almost see it
That dream I’m dreamin
But there’s a voice inside my head saying
"you’ll never reach it"
Every step I’m taking
Every move I make feels
Lost with ’known direction
My faith is shakin
But I gotta keep tryin
Gotta keep my handheld high

There’s always gonna be another mountain.
I’m always gonna wanna make it move.
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I’m gonna have to lose.
Ain’t about how fast I get there.
Ain’t about what’s waitin on the other side.
It’s the climb.

The struggles I’m facing.
The chances I’m taking.
Sometimes might knock me down but
No I’m not breaking.
I may not know it but these are the moments that
I’m gonna remember most, yeah.
Just gotta keep going.
And I gotta be strong.
Just keep pushing on,
’cause,

There’s always gonna be another mountain.
I’m always gonna wanna make it move.
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I’m gonna have to lose.
Ain’t about how fast I get there.
Ain’t about what’s waitin on the other side.
It’s the climb.

                Lagu ini pula yang sering menemaniku saat berlatih menari sendirian di rumah. Saat aku meringis sendirian karena aku terjatuh di licinnya lantai akibat keringatku sendiri. Lagu ini pula yang menjadi penyemangatku saat kehilangan gairah untuk menulis. Lagu yang mampu membuatku terdiam sejenak, memandangi dinding kamarku yang dipenuhi kertas-kertas mimpiku. Dan ... lagu ini pula yang kunyanyikan dengan penuh haru biru pada 13 Januari kemarin, saat aku akhirnya memegang piala Juara 2 dari ajang Unjuk Kabisa Sanggar Seni Ligar Mandiri. Setidaknya, aku berada diposisi runner up yang mengingatkan aku untuk terus belajar dan menjadi ‘sahabat penyemangat’ bagi teman-temanku yang lain. Lagu yang mengisyaratkan, bahwa mengejar mimpi itu seperti mendaki, terkadang kamu akan kalah, kehilangan arah, tapi kamu harus tetap percaya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.