Langsung ke konten utama

SKI Katulampa

Hola aloha, gals. Long time no post and share with me? Sure. I’m very missed to post here and share a new post in potret subpost. Next month, me and my little family have a little trip to SKI Katulampa. My Aunt who came from Bima, really want to saw and bought many bags for her friend’s in Mataram. So, my Papa said, “We can have a funny evening at Katulampa.”
              
Where is this? Ya, its not far from Baranangsiang bus station. If you know Tajur, that it is...
              

Ok, gals. Follow me. Here we go!
          
Ssstt..sementara Mama dan Tante belanja, aku sama adikku malah asik main di tamannya lho. Capcus ah!

Air Mancur

Aha, who want to having fun on the balloon? Kamu bisa puas-puasin deh jungkir balik di dalam balon air itu selama 20 menit. Ngerasain gerah, tapi dingin. Ngerasain puyeng gara-gara ngegelinding. Haha...i like this game.
             
Atau kamu mau main bareng ikan-ikan di kolam? Yuk mari kita lemparin pelet buat mereka.

Kolam Ikan                

Aish, look at my little brother. What he looking for? What did he do there? Owh, be careful my lttle bro.

My Brother Amar

Play Ground
         
 Humph, how about me? I’m really enjoy this trip. ^.~

Acha
  
Sssttt.. I am sing alone there and you want to know what song I was? Cekidot... Heits, dont think I am gonna crazy because of this trip ya.....


Komentar

  1. Menarik... .
    :)

    in my village jg banyak yg eksotis2 sprti itu.. :D
    #my recomend

    BalasHapus
  2. thank you so much hendra..
    can I know, where are you come from?
    I want to know about your village more..hope one day I'll come there and feel the ecsoticely..
    can you tell me? or you can write it in your blog?
    hope you will

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.