Baca Novel Your Name Shinkai Makoto Bikin Makin Suka Filmnya

Menutup perjalanan membaca di tahun lalu dengan menamatkan sebuah novel yang hadir selepas karya film animasinya terkenal lebih dulu. Kimi no Na wa atau Your Name karya Shinkai Makoto juga ada novelnya. 

Senang sekali ketika tahu kalau Penerbit Haru berhasil mendapatkan lisensi untuk menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia. Paling senang lagi kalau penulis kesukaan Ka Acha kali ini berada di balik layar sebagai editornya.

Apakah kisah yang disajikan dalam novel Your Name akan serupa dengan yang ditampilkan pada film animasinya? Ataukah ada tambahan cerita sehingga novel ini layak dikoleksi oleh para penyuka anime Kimi no Na wa? 

novel your name makoto shinkai versi indonesia

Profil Novel Your Name Karya Shinkai Makoto

Judul              : Your Name. 

Penulis          : Shinkai Makoto

Editor            : Prisca Primasari

Penerjemah : Andry Setiawan

Cetakan        : Kesepuluh, Maret 2024

Tebal             : 336 halaman

ISBN              : 978-623-7351-20-7

Blurb Novel Shikai Makoto - Your Name

Mitsuha, seorang gadis SMA yang tinggal di sebuah desa di pegunungan, bermimpi dia menjadi seorang anak laki-laki. Dia bangun di sebuah kamar yang asing, berteman dengan orang asing, melihat kota Tokyo tepat di depan matanya. 

Di lain pihak, Taki, seorang pemuda SMA yang tinggal di Tokyo, juga bermimpi dirinya menjadi seorang gadis SMA yang tinggal di sebuah desa yang di kelilingi pegunungan. 

Akhirnya, keduanya pun sadar bahwa mereka bertukar tubuh dalam mimpi masing-masing. Takdir yang mempertemukan mereka itu mulai menggerakkan roda-roda nasib. 

Inilah novel yang ditulis sendiri oleh sutradara Shinkai Makoto berdasarkan film animasi 'Your Name.'

Film Your Name yang Ada Novelnya

Sebab Ka Acha mengulas buku ini di tahun 2026, maka tepat pada satu dekade lalu film animasi terkenal Your Name. hadir di layar lebar sebagai karya kelima dari sang animator Shinkai Makoto. Sebuah animasi yang disebut-sebut sebagai salah satu dari trilogi bencana karya beliau ini. 

Belakangan selepas memegang novel Your Name di tangan, saya pun baru tahu kalau Shinkai Makoto juga menghadirkan karya-karyanya dalam rupa novel. Sesuatu yang terasa jelas betapa beliau ingin mengabadikan film animasinya bukan hanya bagi para penonton, tetapi juga pembaca. 

Sepanjang membaca, ada perasaan kalau saya dibawa lebih dekat untuk mengenali sosok Mitsuha Miyamizu dan Taki Tachibana. Alur kisahnya sama dengan yang disajikan pada filmnya. Nggak sedikit pun berbeda. Hanya saja, ketika dituliskan begini, pembaca diijinkan untuk mengimajinasikan lebih jauh perjalanan kedua tokoh utamanya. 

Banyak sekali detail yang terasa melengkapi film animasinya. Padahal kan, bagian yang sama juga sudah tayang di filmnya. 

tentang musubi di novel your name shinkai makoto

Namun saya jadi terpikir, mungkin karena kecepatan membaca bagi otak Ka Acha ini berbeda dengan kecepatan yang disajikan pada film Your Name, akhirnya selepas menamatkan novel Your Name Shinkai Makoto ini ... jadinya si film jauh lebih berkesan daripada sebelumnya. Sekian detik untuk scene tertentu, lalu dimunculkan dalam buku, efeknya malah semakin menggigit. 

Semisal bagian terpenting dalam filmnya ketika neneknya Mitsuha menyadari kalau yang ada di dalam diri Mitsuha bukanlah cucunya, melainkan orang lain. Kesadaran yang sama dirasakan pula oleh bapaknya Mitsuha ketika saling adu urat leher sama putrinya. 

Di film, hanya beberapa detik saja yang dibutuhkan untuk menggambarkannya. Termasuk perubahan mimik si Taki dalam tubuh Mitsuha yang menyadari kalau ada orang lain yang kemudian menangkap basah kalau dirinya sedang di masa terjebak dalam tubuh Mitsuha. Tapi ketika digambarkan dalam rupa paragraf, jleb banget. 

Ada lagi. Momen ketika Mistuha bersama nenek dan adiknya sedang memintal kumihimo. Sebuah kerajinan tangan yang menjadikan benang-benang berubah jadi seutas tali. Sesuatu yang kemudian biasa dikenakan Mitsuha, lalu kelak akan dipakai oleh Taki sebagai gelang jimat. 

mitsuha dan kumihimo di novel your name shinkai makoto

Ka Acha juga mendapati detail dari Musubi yang dituturkan oleh Nenek pada Yotsuha -- adiknya Mitsuha -- juga Taki -- yang masih mendiami tubuh Mitsuha -- saat mereka naik gunung bersama-sama. Kalau cuma mengandalkan nonton filmnya, mungkin bagi saya musubi ya hanya penghubung bagi Taki dan Mitsuha yang kemudian menjadi sebab mereka bisa bertukar tubuh. 

Lebih dari itu, ada makna yang detailnya baru bisa dicicipi dengan rasa yang lebih kuat, setelah saya menamatkan bukunya. Ada detail-detail yang rupanya terlewat saya sadari sepanjang menyaksikan filmnya. Padahal, itu kuncinya, benang merahnya. 

Sudah begitu, jadi tahu juga mengapa Mitsuha pelan-pelan bisa beradaptasi ketika sedang menjadi jiwa di dalam tubuhnya Taki. Kamu yang sudah nonton Your Name karya Shinkai Makoto, nyangka nggak kalau sebenarnya momen itu terwujud karena doanya Mitsuha sendiri? 

harapan mitsuha di novel your name shinkai makoto

Jejak Sesak yang Penuh di Penutup Novel Your Name Shinkai Makoto

Kamu sudah tahu ending dari film Kimi no Na wa, kan? Sudah paham bagaimana akhir yang hidup hadiahkan bagi Taki dan Mitsuha? 

Dulu sekali, ketika Ka Acha menyaksikan film animasi Your Name Shinkai Makoto ini, bahkan ketika ada kesempatan untuk rewatch lagi di aplikasi streaming, buat dada sesak memang. 

Antara senang karena Taki dan Mitsuha kembali berjumpa padahal sudah saling lupa nama dari seseorang yang ditunggu-tunggu itu. Terharu sebab mereka berdua masih punya rasa yang lekat sampai bisa mengenali sosok masing-masing. Sedih juga, soalnya Taki sama Mitsuha sama-sama nangis. 

Lalu, ketika adegan itu berubah menjadi bentuk sebuah karya tulisan, duh ya Allah ... Ka Acha speechless. Perasaan sesak itu menetap berhari-hari. Efeknya membawa Ka Acha menangis sambil memeluk novel Your Name ini, lama sekali. 

taki di novel your name shinkai makoto

Apalagi saat mencecap perasaannya Taki. Bagaimana dia berjuang menemukan sosok yang lama ia cari-cari. Menjalani hidup selepas dia nggak bertukar tubuh lagi sama Mitsuha. Menyadari teka-teki yang mencengkeram kepalanya setelah realita yang menimpa Mitsuha. 

Intens banget Ka Acha dibuat nggak bisa bernapas nyaman. Sewaktu nonton filmnya, ada rasanya. Cuma sekadar simpati. Eh ... baca novelnya, kok jadi malah kayak Ka Acha yang menjalani hari-harinya Taki? 

Hadir Berkat Tangan Editor dan Penerjemah Andal Indonesia

Siapa yang nggak kenal Prisca Primasari? Begitu sih celetukan Ka Acha ketika membalik halaman pertama di buku ini. 

Padahal, bisa jadi nggak semua tahu ya, kan? Ka Acha saja sih yang besar dengan beberapa karya Prisca Primasari dan sebegitu jatuh cintanya. Sebut saja, Winter Tea Time dan French Pink

Serupa jaminan mutu. Mendapati nama Prisca Primasari yang menjadi penyunting untuk versi terjemahan novel Your Name Shinkai Makoto ini, saya seketika tahu kalau fantasi dan gaya bertutur Shinkai Makoto yang disematkan pada novelnya, ketika beralih bahasa jadi Bahasa Indonesia akan semakin kental setelah dapat sentuhan tangan seorang Prisca Primasari. 

Belum lagi sosok Andry Setiawan yang ada dibalik setiap halaman novel ini selaku penerjemah dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia. Kiprahnya di kancah novel terjemahan Jepang sudah begitu panjang. 

Andry Setiawan juga merupakan sosok yang ada di balik spesialnya karya-karya terbitan Penerbit Mai. Sebuah penerbit Indonesia yang seatap dengan Penerbit Haru, tetapi mengkhususkan diri untuk menghadirkan karya sastra klasik Jepang bagi pembaca Indonesia. Salah satu terbitannya adalah Semalam di Kereta Bima Sakti karya Miyazawa Kenji

Kalau karya lainnya selaku penerjemah Jepang di Penerbit Haru, sentuhan tangan Andry Setiawan salah satunya bisa dijumpai dalam The Dead Returns-nya Akiyoshi Rikako. Tuh kan, sudah persis jaminan mutu lagi kan? 

Namun di balik semua itu, memang ada sedikit kekurangan yang awalnya terasa sepanjang membaca. Saya kesulitan membedakan, mana suara dari Taki Tachibana dan Mitsuha Miyamizu. Sedikit pakai usaha sampai lama-kelamaan terbiasa.

Inilah alasan mengapa membaca novel ini akan memberi rasa lengkap kalau kamu sudah lebih dulu menyaksikan film animasinya. Padahal font untuk suaranya Taki dan Mitsuha itu sudah dibuat berbeda, tapi pada awalnya kan butuh waktu dulu untuk beradaptasi ya.

Buat Ka Acha ya, novel Your Name Shinkai Makoto seri Indonesia ini tuh wajib dikoleksi banget. Apalagi kalau kamu bukan cuma suka baca, tapi wibu. Soalnya Ka Acha begitu.



Komentar