Langsung ke konten utama

Find The Karaoke Zone At Smule

                Baru 3 hari, tapi Smule sudah bikin saya happy, bahkan sampai tahap tergila-gila, nge-fans berat, hingga menjadi pasukan sukarela worth of mouth untuk menyebarkan keseruan berekspresi di Smule. Whats is Smule? Yak, its an application from Google Apps I found 3 days ago. Di aplikasi yang saya dapatkan informasinya dari kak The Ruslan ini, saya bisa sesuka hati, sepenuh jiwa raga saya, mengeluarkan unek-unek seperti yang beberapa kali saya lakukan di ruang karaoke. Saya bisa memilih lagu apa saja, mulai dari lagu barat, lagu dalam negeri, dan ... yang paling bikin saya girang, ada lagu korea dan jepangnya. How lucky I am?


                Awalnya saya mengikuti Smule secara gratis. Sayangnya, saya jadi cuma bisa bernyanyi duet. Padahal kan, saya sangat ingin menguasai microphone dari awal sampai akhir lagu. Baru puas, namanya. Ternyata, saya harus membayar sebesar IDR 12.000 untuk dapat 1.200 ++ lagu secara free yang bisa saya cover sesuka hati selama sebulan penuh tanpa henti. Saya pikir, why not I pay it? Just IDR 12.000 and I can expressing myself all i want behind the earphone.
                Ada beberapa lagu yang setelah saya nyanyikan, nggak saya save, karena rasanya malu juga karena suara saya yang nggak bagus bagus amat. Tapi ada juga lagu yang menurut telinga saya, agak mendingan, walaupun masih banyak fals-nya, saya save, untuk mengenang betapa girangnya saya menemukan lagu itu dan bebas menyanyikannya sebelum tidur. Salah satunya, lagu milik Short Film dari Disney (Pixar Studio) – Lava. Mau dengar seperti apa? Silakan berkunjung ke sini.
play.google.com
                Kamu mau coba juga? Jangan ragu untuk unduh aplikasi ini. Bisa dari Iphone atau android. Yuk nyanyi bareng! Kalau kamu mau ngajakin saya bernyanyi, selama saya tahu lagunya, minimal saya nggak keluar fals parah, ayok banget.

Komentar

  1. Hahaha seru juga nih aplikasi ya. Buat karaokean rusuh ngelepas beban gitu. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa banget. Lumayan buat ngerusuh seru bareng teman.

      Hapus
    2. Belum sempet nyoba niih. Hahaha. Eh salam kenal yaa Cha! \:D;/

      Hapus
  2. Masih nggak mudeng nih, duet gimana maksudnya. Harus nyanyi sama orang lain gitu? Kalau IDR 12000 bisa dapat 1.200 lagu sih udah lumayan banget tuh hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga kok. Bisa nyanyi solo tapi bayar 12.000 sebulan. Kalo mau duet aja, ada yang free kok. Selamat nyobain Smule ya.

      Hapus
  3. duetnya bareng siapa mbak? harus punya smule juga yang diajak duet?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu bisa duet sama siapa aja yang kamu mau, Mba. Tapi syaratnya, memnag harus donlit aplikasi Smule nya dulu. :)

      Hapus
  4. Waahh.. Aku jg pnya app ini kak! untuk 1-4 hri aku msh suka, lama2 bosen. Wkwk. Aku blm bsa yg berbayar soalnya, tp nnti deh aku otakatik lg, kyaknya sih bsa pake pulsa. Aku bru nyanyi yg love me like you do doang, cuma bbrp mnit. Gak asik emg ya klo ikut nimbrung nyanyian org lain, pgnnya sndiri gtu. Haha.
    Enak bgt buat karaoke yaak. Bsa diedit lg biar suaranya jd bagus. wkwk. Tp klo mau di save di hp ga bsa :( Pdhal pgn aku share ke soundcloud. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Aku juga langsung pasang yang berbayar biar bisa nyanyi sendiri dan nagajakin orang. Soalnya kalo ngikutin orang kadang berasa nggak enak gitu, dan nadanya doyan lari-lari. Tapi bisa di share via link kok, dan bisa kamu dengerin via PC juga.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali. 

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya. Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan ? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.