Langsung ke konten utama

San Andreas

San Andreas
wikipedia.org
                Ketika patahan di semenanjung California, Amerika, antara lempeng  Pasifik dan lempeng  Amerika Utara, San Andreas, menunjukan pergerakan yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi dahsyat berkali-kali. Kekuatannya bisa mencapai 9,6 skala richter. Menghancurkan kota San Francisco hingga mampu membelah tanah dengan memunculkan jurang patahan yang sangat dalam.  Memporak-porandakan kota bahkan meruntuhkan gedung-gedung pencakar langit. Dan ... itulah yang dihadapi oleh Ray, seorang pilot Helikopter Penyelamat.


                San Andreas yang bergenre action adventure disaster ini, sebenarnya menghadirkan alur cerita yang biasa saja. Mengisahkan sebuah bencana alam yang tanpa sadar, mengembalikan keutuhan keluarga Ray.  Istrinya Emma yang tadinya ingin menikah dengan Daniel Riddick, seorang pengusaha kaya yang tak kunjung menikah akibat terlalu ambisius bekerja, akhirnya menyadari betapa Daniel tak peduli dengan Blake, putri Emma. Daniel malah meninggalkan Blake yang terhimpit di dalam mobil pribadinya saat kejadian itu, bersama mayat sopir pribadinya.
                Daniel terus berlari untuk menyelamatkan diri, bahkan dia tampak kalut saat kehilangan sebelah sepatunya. Belum lagi dia yang mengorbankan orang lain saat sebuah gedung runtuh dan puingnya berterbangan ke jalan. Saya pun merasa lebih menyukai peran Daniel, sebab walaupun scene kemunculannya hanya sedikit, sudah menunjukan betapa sifat terlalu ambisius ternyata tidaklah berguna.
                Kemudian peran Blake yang sebelum bencana terjadi, dipertemukan dengan Ben dan Ollie. Ketiganya berusaha menyelamatkan diri dan memang berakhir baik.  Ben dan Ollie yang malah menyelamatkan Blake pada awalnya. Kemudian ... cerita terus berjalan seolah mudah ditebak. Ray berhasil menyelamatkan Emma dan juga Blake, beserta Ben dan Ollie. Keluarganya utuh kembali dan mereka pun memulai segalanya dari awal.
                Saya pun menemukan sisi romantis seorang Ray. Karakter Ray tidak menunjukan cintanya pada Emma dan Blake dengan banyak kata-kata atau hal-hal romantis lainnya. Dia menunjukan segalanya dengan tindakan, siap melakukan apa saja asalkan Emma dan Blake baik-baik saja. Termasuk Ray yang tahu bagaimana cara berpikir Blake, putrinya dengan Emma. Bukankah ayah yang keren akan mempercayai kemampuan putrinya tanpa perlu banyak khawatir dan turun tangan?
                Sayangnya kesedihan Ray yang menyebabkannya berpisah sementara dengan Emma, sejak kehilangan putri tertuanya, Mallory, kurang terasa menyakitkan.  Memang, rasanya tidak ada waktu untuk itu, apalagi dalam bencana yang siap merenggut jiwa kapan saja .

                Namun dari segi action, scene-scene kehancuran yang digambarkan, sudah cukup membuat saya merasa beberapa kali memekik takut. Banyak juga scene mengejutkannya. Dan ... saya berterima kasih dengan adanya karakter Proffesor Lawrence dan reporter Serena yang membuat film ini jadi mudah dimengerti. Cara Proffesor Lawrance memaparkan kejadian yang akan terjadi saat San Andreas bergerak, menimbulkan gempa, mendatangkan tsunami, cara menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja saat gempa terjadi, mudah sekali dicerna awam, sehingga film ini jadi menyenangkan untuk ditonton.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.