Label

Kamis, 21 April 2016

The Colour of Fine Art and Ceramic Museum Kota Tua Jakarta

Fine Art & Ceramic Museum

Saya sudah sering ke Kota Tua Jakarta. Mondar-mandir di sekitar halaman depan Museum Fatahillah yang menjadi ikon Kota Tua, sambil kipas-kipas atau malah jalan dengan sedikit melompat karena panasnya lantai di lapangan itu. Huwaaa .... But i have a big secret that, this is my first time mampir ke Museum Keramik. Ssstt ... selama ini sih saya cuma lewat atau sekedar duduk santai di halamannya yang berumput. Bukan karena nggak penasaran dengan berbagai koleksi yang ada di dalam, tapi lebih kepada ... selalu gagal dapat kesempatan.



Menikmati Sejarah

Nggak nyangka, akhirnya kesempatan itu datang juga. Hmm, ternyata ... kesempatan itu memang harus diciptakan sih ya. Siang itu, saya, Rara, dan juga Kak Rina bisa mampir sebentar di museum yang penuh warna ini. Baru masuk saja, kami sudah disambut rak-rak kaca yang memajang berbagai koleksi alat lukis, gambar, dan lainnya. Mengingatkan saya kalau saya belum menyelesaikan misi untuk mewarnai satu buku My Own World yang saya miliki beberapa bulan lalu. Museum ini juga memajang berbagai replika lukisan para pelukis mancanegara dan lokal.

Lukisan Beraliran Mooi Indie yang Muncul di Awal Abad Ke-20
 Menggambarkan Keindahan Hindi (Indonesia)

Tempatnya nggak terlalu luas untuk di jelajahi, terutama yang berada di lantai atas dan dipenuhi dengan berbagai lukisan cantik di dindingnya. Udara di dalam ruangannya juga cukup hangat. Sebaiknya bawa kipas tangan kalau kamu datang untuk melihat-lihat ya. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan jumlah orang yang lalu lalang di tangga, sebab tangga melingkarnya nggak bisa dilewati oleh dua orang dewasa sekaligus, jadi ... harus bergiliran.

 
Lukisan 'Pemandangan' Karya R.M. Pirngadi 1947
Di museum ini, saya menemukan lebih banyak koleksi lukisan dari berbagai era. Ada lukisan yang penuh warna, sehingga saya tersenyum senang saat memandanginya. Ada juga lukisan ‘Pemandangan’ karya R.M. Pirngadi yang membawa saya pada imajinasi tentang suatu senja, dimana seorang gadis sedang berjalan sendiri menikmati angin, memikirkan kekasihnya yang jauh di sana. Lukisan ini dibuat pada tahun 1947. Aih ... saya memang senang berimajinasi tiap melihat gambar atau lukisan.

Lukisan 'Urbanisasi' Karya Dede Eri Supria 1977

Ada juga lukisan yang berjudul ‘Urbanisasi’ karya Dede Eri Supria yang dilukis pada tahun 1977. Bagi saya, lukisan ini seperti hidup. Ukurannya yang cukup besar dan letaknya benar-benar di sudut sehingga sedikit terhalang oleh cahaya matahari, membuat saya berpikir, mungkin begitulah urbanisasi ya. Banyak orang yang ujung-ujungnya malah terpinggirkan oleh kehidupan di perkotaan.

Keramik Indonesia

Mangkok Keramik dari Tiongkok

Patung Keramik Putih dari Tiongkok

Selanjutnya, saat saya menjelajahi galeri yang lain, saya menemukan banyak sekali guci, mangkok, patung, dan semuanya terbuat dari keramik. Pantas saja museum ini lebih dikenal sebagai museum keramik ya. Kebanyakan keramiknya berasal darri tanah Tiongkok. Ada pula keramik yang asli dari Indonesia. Bahkan di taman dalamnya, ada beberapa alat untuk membuat keramik yang diletakkan diletakkan menghadap ke taman.

Di museum ini, saya dimanjakan oleh banyaknya warna warna lukisan. Ada yang sendu, ada juga yang ceria. Juga berbagai pajangan keramik yang didominasi oleh warna putih. Kamu mau coba datang kemari? Sebaiknya kamu datang di pagi hari, agar kamu bisa menjelajah museum ini lebih lama dan leluasa.


36 komentar:

  1. Halo Acha, salam kenal yaa :)

    Duh, sebagai orang yang lahir dan besar di jakarta justru saya belum menjemput kesempatan untuk berkunjung ke museum ini. Sangat disayangkan ya:(

    Tapi anw, terimakasih untuk postingannya yang sudah mengingatkan saya agar lekas mengunjungi museum2 yang ada di kota tua:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga Enda. Salam kenal.

      Semoga kamu bisa segera menjemput kesempatanmu untuk memgunjungi banyak museum di Jakarta,kota tempat kita tinggal ini ya. Aamiin.

      Hapus
  2. Bener deh saya udh lama.sering pulang pergi lewat jakarta, sampe.skrng.belum pernah sentuh kota tua, mungkin dengan postingan ini, minggu depan saat istri saya udh pulang saya akan ajaknke kota tua untuk liburan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, senangnya postingan aku malah memicu ide kak Andrian untuk ngajak istri jalan-jalan. Semoga kakak dan istri, bisa seru seruan di Kota Tua ya.

      Hapus
  3. Kota tua...IMO ngga ada bagus2nya sih itu tempat, tapi punya daya tarik tersendiri.. mungkin krna letaknya d ibu kota kali ya... gak ada yg spesial tiap lewat kesana.. ga pernah nongkrong.. cuma lewat aja.. tapi klo baca tulisan ini, lumayan penasaran juga sama museum ini.. lumayan suka juga sama yg namanya lukisan, kadang suka asik aja menafsirkan suatu lukisan.. sekali2 musti nyoba kesana ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kapan kapan kamu bisa main ke Museum Keramik ya.

      Hapus
  4. terakhir ke Jakarta sih belasan tahun lalu, waktu masih kecil. Di Jakarta pun taunya cuma gedung-gedung tinggi, kemacetan di jalan, stasiun gambir, monas, sama kebun binatang ragunan aja. Bisa nih museum keramik dijadikan alternatif wisata, refreshing dapet, wawasan juga dapet. Anak muda harus suka pergi ke tempat-tempat bersejarah, biar ilmunya nambah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap banget Mba. Anak muda harus suka main ke museum. Semoga bisa segera jalan-jalan ke Jakarta lagi ya Mba.

      Hapus
  5. Hmm, akhirnya bisa dapat kesempatan nih yaa buat masuk ke museum keramik hehe.

    Jadi di dalam sana banyak sekali lukisan-lukisan dari mancanegara maupun karya lokal yaa. Pasti bisa memanjakan mata banget, apalagi buat yang penikmat karya seni lukis. Siapa tahu dari lukisan-lukisan disana bisa memunculkan inspirasi.

    Keramiknya jgua keren-keren. Selain itu banyak yang dari mancanegara pula yaa. Itu boleh di pegang nggak sih. Nggak boleh mungkin yaa, karena nantinya takut jatuh karena kan barangnya bagus dan langka banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi nggak boleh dipegang Maz. Kan disimpen di kotak kaca akrilik gitu.

      Hapus
  6. kalo ngeliat lukisan jadi keinget alm. bapak, dia jago dan suka ngelukis. kaya nya enak punya waktu buat jalan jalan.

    Apalagi ketempat bersejarah, nambah ilmu. lukisan nya hidup. semoga gue juga bisa jago melukis haha, biar suatu saat dikenang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoooo kamu juga ngelukis dong seperti almarhum bapakmu. Semangat ya.

      Karya yang kita tinggalkan agar membuat kita selalu dikenang.

      Hapus
  7. Setelah cerita sebelumnya, akhirnya dirimu kesampain juga ya cha, masuk ke Museum Kramik ini. Tapi, kesan petama gue baca di paragraf pembuka sedikit kecewa. Kenapa gitu Pangeran? Karena foto pintu masuk ke Museumnya gak ada. Kan gue penasaran cha... -_-

    Gue juga sudah menduga, pasti di musium ini Cha bakalan berimajinasi again. Hahaha, ternyata bener. Tapi, gue suka sama lukisan yang penuh warna 'Beraliran Mooi Indie yang Muncul di Awal Abad Ke-20' Keknya tatanan lukisannya begitu kokoh dan rapi. Gue suka karya yang unik seperti itu. Terus, gue kok agak penasaran sama lukisan yg ada Orangnya itu, apakah beneran Lukisan atau Foto itu cha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkkwk ehiya Pangeran, gue dodolnya nggak nge-capture pintu masuknya gimana. Rame broh, panas pulak.

      Hahaha ... tau aja gue suka berimajinasi gitu deh. Bener banget tebakaan Pangeran.

      Beneran Pangeran, itu lukisan. Kayak hidup banget kan ya.

      Hapus
  8. gue belum pernah cha ke kota tua jakarta, apalagi ke meseum fatahillah. keren gitu ya meseum keramik ini, masuk aja kita udah di sambut rak2 kaca memajang peralatan lukis.

    kayaknya visual lukisan disana enak bngt buat di bayangin. kaya km cha yg berimajinasi ketika liat lukisan itu hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... iya Adi. Seru banget berimajinasi di sana.

      Semoga kapan kapan kamu bisa main ke Kota Tua Jakarta ya.

      Hapus
  9. Udah pernah ke Jakarta tahun 2010, tapi gak sempet datang ke Kota Tua :(

    Asik juga nih di Museum Keramik, memanjakan mata dan menyegarkan pikiran dengan melihat lihat lukisan yang sarat akan makna yang dalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Fif, asik banget.

      Semoga kalo kapan kapan ke Jakarta lagi, kamu bisa mampir ke Kota Tua ya. Aamiin.

      Hapus
  10. wah? baru tau ada museum itu. terakhir saya ke kota tua, mainnya di rumah akar. jarang masuk museum sih, lebih asik jalan2 di sekitar kotu. tapi terlihat asik sih museumnya yak... hohoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Jev. Wah doyan main ke rumah akar. :)

      Hapus
  11. Aku sering ke kotu, tapi baru sekali ke museumnya. Itu juga ke museum wayang gara-gara ada tugas sekolah, kalau engga mungkin aku ga pernah ke sana.

    Lukisannua bagus-nagus yaa, memanjakan mata banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahhh, sekali kali masuk museum deh, biar ngedapatin sensasi berbeda.

      Hapus
  12. kayaknya kota tua jadi tempat favoritmu ya cha. udah beberapa kali ini kamu ngepost kota tua, tapi aku suka, soalnya belum pernah kesana cha :D
    kalau liat foto-fotomu itu kayak kembali ke masa era 90-an, aku suka cha sama keramiknya, ngingetin masa kecilku dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pit. Soale tempat jalan jalan di Jakarta selain mall atau cafe ya museum Pit.

      Masa kecilmu sama keramik yang kayak gimana Pit? Ceritain dong.

      Hapus
  13. Suatu saat nanti kalau ke Jakarta, kota tua dan segala museumnya jadi destinasi wajib buat dikunjungi. Jadi pingin banget kesana.

    Lukisannya cantik-cantik ya, setuju sama warnanya yang colorful ada yang sendu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kamu bisa segera main ke Jakarta dan mengunjungi Kota Tua ya. Aamiin.

      Hapus
  14. Ini Museum Keramik yang di Kota Tua itu yak? Iih, saya belum coba masuk ke dalamnya. Keren juga yak ternyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener banget. Semoga kamu bisa main ke Kota Tua lagi dan punya kesempatan masuk ke museum-museumnya ya. Aamiin.

      Hapus
  15. Wah enak dong bisa jalan jalan ke Kota Tua, apalagi udah sering. Moga moga kalau aku lulus di UNS nanti, moga bisa singgahin tempat ini.

    Sayang banget kalo dilewatkan. Banyak yah lukisan lukisan yang klasik, patung keramik yang bernilai sejarah tinggi. Kalo lama-lama disini, aku jadi kebanjiran inspirasi gitu. Apa jangan jangan nanti aku bisa buat tulisan lebih dari ini? Siapa yang tahu. Btwz tulisannya keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga kamu bisa lulus UNS ya.

      Nah iya, bisa jadi, kalau kamu ke sini, malah bisa nulis postingan yang lebih dari tulisanku. Soale tempatnya emang ngasih banyak inspirasi.

      Hapus
  16. waktu ke Kota Tua kok aku gak ngeliat musium ini ya, apa kerena tempatnya pisah sama gedung2 tua itu. duh apa sih namanya lupa haha

    lukisan senja itu keren banget. banyak makna yang terkandung keknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempatnya di samping Museum Fatahillah dan lebih dekat sama Kantor Pos.

      Iya. Aku paling suka sama lukisan pemandangan senja itu juga.

      Hapus
  17. Wah Widya belum pernah kesini. Jadi penasaran mbak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo Wid.

      Semoga kamu bisa segera mengunjungi museum keramik di kota tua jakarta ya. Aamiin.

      Hapus
  18. Lama banget pengen ke kota tua, tapi belum kesampaian juga, hikss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa segera kesampaian untuk mampir ke Kota Tua ya Mba. Aamiin.

      Hapus