Langsung ke konten utama

4 Langkah Mudah Atasi Nyeri Saat Datang Bulan Secara Alami


Siklus bulanan wanita atau yang dikenal sebagai datang bulan adalah sebuah kondisi dimana dinding endometrium rahim mengalami pengelupasan, hal ini disebabkan karena faktor rahim yang nggak segera digunakan sebagai tempat calon bayi untuk tumbuh, sehingga kemudian penebalan pada dinding endometrium yang seharusnya digunakan sebagai tempat tumbuhnya janin tersebut juga harus ikut meluruh, akibatnya keluar darah yang terkadang disertai dengan rasa sakit pada wanita.


nyeri haid

Pada dasarnya haid ini sendiri memang sering kali menyebabkan rasa sakit, seperti diantaranya kram atau juga nyeri haid. Kebanyakan diantara wanita pasti akan merasakannya, lalu bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut? Berikut ini beberapa solusi yang bisa dicoba, yaitu:

Melakukan olahraga ringan
Jangan salah karena olahraga ini termasuk cara yang cukup efektif di dalam mengatasi rasa sakit ketika datang bula tiba. Hanya saja juga harus selektif dalam memilih jenis olahraga yang tepat ketika datang bulan, seperti diantaranya adalah jogging ringan dan juga berjalan.

Minum teh chamomile hangat
Teh yang memiliki aroma bunga menurut sebuah study sangat efektif di dalam membantu mengurangi rasa sakit ketika haid, sekaligus bisa menenangkan pikiran. Apalagi dengan kadungan hippurate yang ada di dalamnya juga bagus untuk melawan peradangan.

Menggunakan teknik akupuntur
Pengobatan tradisional khas Tiongkok ini juga banyak dijadikan sebagai alternatif mereka yang bermasalah dengan datang bulan yang disertai dengan rasa sakit atau nyeri. Menggunakan jarum tipis yang ditancapkan ke beberapa titik tertentu untuk merangsang syaraf guna mengurangi rasa sakitnya.

Kompres menggunakan air hangat
Cara yang satu ini juga tergolong efektif mengurangi rasa nyeri ketika datang bukan. Cukup dengan menggunakan handuk kemudian pakai air panas dan kompres di bagian perut bawah. Namun sekarang ada yang jauh lebih praktis tanpa harus mengompresnya menggunakan air hangat, cukup tempelkan iFree Pad saja di area yang sakit, maka akan memberikan rasa yang lebih ringan pada area tersebut, temukan informasi lengkapnya di sumber artikel : https://ifreeindonesia.com/who-runs-the-world-girls/.

Pastikan untuk mencobanya sendiri.


Komentar

  1. Kalo aku meringankannya pake olahraga ringan aja nih. Atau minum Teh. Tapi teh biasa. Keknya nyoba Teh chamomile leh ugha tuh 🤔

    BalasHapus
  2. Saya banget nih, dulu sebelum nikah ampun mau sekarat rasanya setiap kali mens sakitnya ampun-ampunan.
    Biasanya saya kompres pakai air hangat, ditaruh di botol, terus ditempelin perut lumayan bisa berkurang dikit.

    Dulu tuh sampai bingung deh, mau berdiri salah, tidur juga salah, duduk lebih -lebih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.