Label

Minggu, 28 Oktober 2018

3 Dara 2 : Hey Lelaki … Jangan Sampai Jadi Suami Mokondo


Saya beruntung, karena saya bisa tertawa lepas bahkan mungkin agak sedikit malu-maluin di dalam studio, karena film  3 Dara 2 ini sukses membuat saya nggak bisa menahan diri untuk nggak menertawakan kelakuan konyol, dari Tora Sudiro sebagai Affandi, Adipati Dolken sebagai Jay, dan Tanta Ginting sebagai Richard.


(taken from haho(dot)co(dot)id)

Sebelum saya menceritakan sudut pandang dan pengalaman saya selama menonton 3 Dara 2, saya ingin mengonfirmasi bagi kamu yang juga ingin menonton film ini namun khawatir karena belum menonton 3 Dara 1, oh nggak apa-apa. Walaupun benang merah yang disampaikan masih saling berkaitan, tapi kamu bisa kok langsung menontonnya, tanpa khawatir kamu jadi bingung alih-alih kamu belum melirik film 3 Dara 1.
 
(dokumen pribadi)
Dalam film ini, saya menemukan istilah ledekan yang nempel banget dari Eyang Putri – yang diperankan oleh Cut Mini – kepada menantunya, Affandi. Mokondo. Hahaha … mohon maaf, memang sedikit kasar sih ungkapan Eyang Putri ini, tapi ada benarnya juga lho. Mokondo ini seperti sindiran untuk Affandi yang sebagai suami, rasanya terlalu semena-mena karena nggak bisa banyak membantu, melainkan banyak meminta. Mokondo ini singkatan dari Modal K****l Doang. Sedih binti miris lho saya waktu sadar makna kata ini apa. Langsung jleb maktungdesss gendomprang gitu rasanya. Ijinkan saya untuk memuji tim MNC Picture dan Monthy Tiwa selaku sang sutradara yang mengenalkan istilah ajaib tralala ini pada saya. Oh ya, apresiasi tertinggi saya berikan juga pada penulis naskahnya, karena tanpa si penulis naskah, makna dan alur sebuah film nggak akan tercipta dengan manis.

 Sepanjang menonton film ngocol 3 Dara 2 ini, kalau boleh, saya ingin mengutarakan pendapat saya soal poin poin berumah-tangga yang disampaikan melalui film yang juga menampilkan Fanny Fabriana sebagai Aniek – istri dari Affandi – dengan karakter Ibu Rumah Tangga yang lembut, keibuan, dan juga penurut.

Ibu Rumah Tangga Nggak Seremeh-Temeh Itu
Di film 3 Dara 2 ini, para istri dari Affandi, Jay, dan juga Richard, merupakan para perempuan yang memilih untuk hidup mengabdikan diri pada suaminya sebagai Ibu Rumah Tangga. Saya … walaupun tergolong ke dalam klan perempuan yang bekerja dari rumah – merasakan kok, bahwa pekerjaan rumah tangga bukanlah pekerjaan yang seremeh-temeh itu. Malah hebat di mata saya, para perempuan yang setelah menikah, berjuang mengurusi urusan rumah, anak, dan suami, seorang diri. Pekerjaan yang nggak punya jam istirahat, hari libur, bahkan jatah cuti.

Saya mengiyakan kegemasan dari Eyang Putri kepada Affandi, si menantu yang dengan songongnya memperlakukan putri semata wayangnya seperti pembantu. Baju dan sepatu sudah diurusi, makanan sudah disiapkan, kebersihan rumah sudah dibuat senyaman mungkin, tapi … masih saja apa-apa maunya dilakukan oleh istri. Duh, Mokondo!

Belum lagi urusan pekerjaan. Affandi ini bekerja di perusahaan milik Eyang Putri. Nah lho, macam menantu yang nggak sadar kalau belum dikeplak memang ya. Mentang-mentang istrinya ini seorang Ibu Rumah Tangga, urusan bisnis saja nggak dikomunikasikan dulu sama Aniek. Kalau saya jadi Aniek, wah … sudah bukan saya pelintir lagi tangannya Affandi, saya kremek sampai macam mi gemes trus saya kunyah-kunyah dia.

Ibu Rumah Tangga Bukanlah Perempuan yang Nggak Tau Apa Apa
Mentang-mentang jadi suami, lalu bangga menyandang predikat sebagai Kepala Rumah Tangga? Duh, jangan Mokondo dong ah! Lupa ya, kalau istri yang cerdas akan membentuk anak-anak menjadi cerdas pula. Lupa ya, kalau kontribusi istri dalam usaha suami mencari nafkah itu, banyak. Keputusan untuk memilih profesi sebagai Ibu Rumah Tangga bukanlah main-main. Bukan hanya bersantai nonton tivi lalu tidur siang. Memangnya makanan enak bisa tersaji se-simsalabim itu? Memangnya rumah bersih bebas debu juga se-simsalabim itu? Terus baju-baju yang rapi bersih bin wangi juga se-simsalabim itu? Usahanya bisa seharian lho. Kalaupun menontom tivi, mungkin melepas penat. Kalaupun tidur siang, ya … sedang mengumpulkan energi untuk sederet pekerjaan lainnya.

Istri … walaupun dia memilih profesi sebagai Ibu Rumah Tangga, juga berhak untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan, kan? Sebab rumah tangga itu, bukan hanya dijalani sendirian saja oleh lelaki yang bangga sekali oleh predikatnya sebagai Kepala Rumah Tangga. Ibarat team player dalam sebuah permainan, si pemimpin bertanggung-jawab penuh atas apapun yang menimpa timnya, Sementara, para anggota tim, punya hak untuk mendengarkan rencana, memberi pendapat, bahkan boleh saja kalau mau membantu dalam membuat strategi untuk menghadapi lawan.

Lelaki bukan manusia super yang nggak boleh cengeng di depan istrinya. Seperti tokoh Jay, misalnya. Lebih malu-maluin dia nangis bombay saat mobilnya disita oleh bank lho. Kenapa juga dari awal, dia nggak sekedar cerita dulu sama istrinya, Grace. Minta pendapatnya dulu. Mana tau jadinya malah nggak sampai ikut-ikutan Affandi dan Richard yang ditipu oleh usaha agrobisnis bohongan.

Keputusan yang Diambil dengan Terburu-buru Itu … Berbahaya
Inilah benang merah dari alur kisah film 3 Dara 2 yang sukses bikin saya ngakak. Saya menemukan tiga sahabat yang merasa jati dirinya sebagai lelaki ternoda, hanya karena harus berganti peran dengan istrinya dalam mengurusi rumah. Affandi dengan tugas beratnya untuk memastikan semua pakaian dicuci dan disetrika dengan baik. Jay yang bertugas mengurusi Darren, putranya, dan juga membersihkan rumah. Richard yang harus berjuang keras menyiapkan makanan, mulai dari berbelanja hingga memasak. Mereka berakhir dengan berbagai keputusan aneh dan terburu-buru, karena merasa dirinya diinjak-injak oleh para istri yang memilih untuk beralih peran dengan keluar rumah untuk bekerja, sementara mereka harus diam di rumah untuk menyelesaikan tugas yang biasanya ditangani oleh para istri. Rasanya remeh ya? Apa … terlalu berat?

Hahaha … kalau boleh standing aplause, saya mau memberikannya pada tokoh Jentu si asisten pribadi Eyang Putri yang diperankan oleh Soleh Solihun. Terima kasih banyak untuk keberadaan tokoh Jentu yang jadi pemantik lucu di 3 Dara 2 ini. Saya paling geli dengan adegan Jentu yang bertugas memberikan hukuman kepada genk Mokondo – ijinkan saya agak sedikit nakal dengan memberi mereka panggilan ini ya … terima kasih Eyang Putri – akibat segala rupa kelakuan mereka yang berusaha untuk memperbaiki keadaan, tapi malah mendapat pelajaran baru.

Akhir kata. Memang sih, ada beberapa ungkapan dan dialog yang rasanya kurang cocok kalau didengar oleh remaja di film 3 Dara 2 ini, sehingga saya sangat berharap agar para remaja nggak ikut menonton. Pun para suami-istri, jika ingin menikmati 3 Dara 2 silakan menonton bersama pasangan saja, anak-anak nggak sebaiknya diajak ya. Anggap saja sebagai waktu pacaran seru sekaligus belajar dari ngocolnya kelakuan Affandi, Jay, dan Richard.
 
Kejutan dari pemain film 3 Dara 2 di dalam studio


Saya beruntung, karena saya bisa tertawa lepas bahkan mungkin agak sedikit malu-maluin di dalam studio, karena film  3 Dara 2 ini sukses membuat saya nggak bisa menahan diri untuk nggak menertawakan kelakuan konyol, dari Tora Sudiro sebagai Affandi, Adipati Dolken sebagai Jay, dan Tanta Ginting sebagai Richard.


Adipati Dolken, Dian Ovie, Tanta Ginting

Foto Bareng Para Penaun Film 3 Dara 2

Terima kasih banyak saya ungkapkan kepada Komunitas ISB yang sudah mengajak saya bergabung untuk nonton bareng film 3 Dara 2. Juga untuk Adipati Dolken, Tanta Ginting, dan Ovie Dian (pemeran Grace – istri dari tokoh Jay) yang memberikan saya kejutan di akhir film. Senang sekali, menemukan para pemain film ini datang tiba-tiba di ruang studio seusai film diputar.



48 komentar:

  1. Jadi Ibu Rumah tangga bukanlah sebuah pekerjaan ringan loh, kesuksesan suami berada ditangan ibu rumah tangga loh...

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, bisa komen setelah galat melulu, berada di luar akun padahal tak keluar dari google.
    Kalau film Indonesia biasanya saya tak bisa ngikutin kecuali yang sudah dikasih sulih teks (subtitel). Moga kelak bisa nonton, ya, teh Acha. Soalnya suka juga sama film komedi yang ada ironinya.
    Saya ngakak pas nonton Bajaj Bajuri dan My Stupid Boss yang bersulih teks.
    Mokondo itu akronim unik. Setuju banget dengan opini Teh Acha tentang peran kepala keluarga itu harusnya gimana. yah, kalau ada suami yang gitu itu karena dibentuk lingkungannya, lingkungan asal dari keluarganya sendiri sedari kecil lalu pergaulan kala lajang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Teh. By the way, aku juga suka banget sama film My Stupid Boss. Ngocollll nggak udah udah.

      Hapus
  3. Wah ternyata banyak pesan bermanfaat usai nonton film 3 Dara 2. Haddeh, kemarin nggak jadi ikutan nonton. Kalah ikutan, berarti bisa sekalian juga nih ketemu mbak Acha 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lain kali ada kesempatan kita buat ketemuan ya mba.

      Hapus
  4. Waah keren sekali berkesempatan langsung dengan para pemainnya :D
    Aku belum sempet nonton nih sekuel yang ini. Tapi kalau baca artikel ini, kayaknya lebih pecah ya dibandingkan filmm sebelumnya?

    Ahh.. Penasaraaaan

    BalasHapus
  5. Mokondo apa nih? hahaha ngakak ya baca kelakuan 3 suami ini yang minta dislepet hahaha

    BalasHapus
  6. Hahaha oalah ternyata itu artinya Mokondo. Aku kira itu Bahasa Jawa loh mbak awalnya wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru nemu juga nih aku istilah gini di film 3 Dara 2 pula.

      Hapus
  7. Seru acaranya. Makin seru nonton bareng sama semua teman ibukota, whaaa... Senangnya luar biasa.

    Bisa foto bareng sama pemain itu sangat istimewa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istimewa. Terima kasih banyak sudah mampir mba.

      Hapus
  8. Waduh Mokondo. Wkwkwkkwkw... tapi iya, ya, zaman sekarang banyak yang gitu. mentang2 istrinya cinta, suami lupa tugas yang sebenernya. Padahal, kalo pun istri kerja, dan suami nganggur, suami bisa kok jadi bapak rumah tangga. Hari gini banyak kok yang begitu. Daripada mokondo. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyesss. Hahaha ... Pesan di filn 3 Dara 2 ini nyampe.

      Hapus
  9. waktu 3 dara 1 aku nonton.. ini belum, jadi penasaran setelah baca reviewnya

    BalasHapus
  10. Istilah yang sering didengar saat ini heheheh. Film yang menceritakan tentang masalah sosial yang sering kita hadapi. Jafi buat cowo cowo mesti kerja keras sebelum meminang ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Juga terbiasa dan mau ngerjain pekerjaan rumah tangga. 😊

      Hapus
  11. Aku spontan ngakak baca: kremek sampai macam mi gemes trus saya kunyah-kunyah dia.
    😂

    Sepertinya seru ya filmnya, jadi mau nonton deh 😀

    BalasHapus
  12. Duh judul tulisannya bikin ngakak sambil malu-malu. Sepertinya film ini recomended banget ya. Lucu dan penuh dengan pesan, mau ajak pak suami nonton ah biar bisa ngakak bareng 😂.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap. Nonton sama suami lebih seru lagi.

      Hapus
  13. Ehh 3 dara main lagi. Blom.nonton film yg ini. Baca reviewx malah bikin penasaran. Suka nonton film yg bisa bikin ngakak. Jadi pengen lihat peran suami2 di film ini kek gimn

    BalasHapus
  14. udah kebayang kok, ini pasti lucu yaah, lumayan bisa bikin represing dan ngilangin stress

    BalasHapus
  15. aku kok jadi pengen lihat film ini ya..sebenernya gegara ada si Adipati Dolken sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aihh mba suka sama Adipati Dolken ya. Seru filmnya.

      Hapus
  16. Wah jadi penasaran dengan filmnya. Sayangnya disini nggak ada bioskop. Hiks. Nunggu dirilis di aplikasi streaming film aja kalau gitu.

    BalasHapus
  17. reviewnya panjang nih. tapi, jadi MakJleb bacanya supaya para lelaki itu mikir dan gak masuk genk MoKonDo. Aku juga udah nonton film ini, bisa baca juga yaa review dari sudut pandang lelaki setelah nonton film 3 Dara 2*

    BalasHapus
  18. Pingin banget bisa nonton 3 Dara ini. Udah lucu, mana dekat banget dengan kehidupan sehari hari karena ttg rumah tangga juga. Aih, enaknya bisa nonton sekaligus ketemu sama para pemainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mba. Terima kasih banyak.

      Hapus
  19. punya saldo di mtix tapi ngga tau mau nonton apa haha, mau coba ah nonton ini. kayanya seru!

    BalasHapus
  20. Aku belum sempet nonton film ini. Kalo yang pertama sih nonton dan emang sukaa. Jadi penasaran sama sekuelnya ini.

    Buat saya, suami itu harus bisa berperan kaya istri juga. Maksudnya, harus bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan istri. Kan suami istri harus saling bantu, biar kehidupan rumah tangganya jadi lebih berkah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Soalnya istri juga bisa cari uang ko. Kalo suami bisa bantu ngurus rumah, ini baru lakik.

      Hapus
  21. Duuhhhh, sungguh ku mupengggg!

    Paling suka film komedi kayak gini, sayang belom masanya bisa nonton di bioskop, kayaknya pasrah aja menanti DVDnya deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera muncul jadi mba bisa nonton juga.

      Hapus
  22. Wah, belum sempat nonton..
    Baca ulasannya jadi paham nih keseruannya. Apalagi dengan istilahnya. Ya ampuun, malu-malu kita ya Mbak, hahaha.

    BalasHapus
  23. Seperti biasa, gua nunggu tayang di TV nasional aja ckckck,biarin spoiler ckck

    BalasHapus