Label

Minggu, 08 April 2018

[INTERVIEW] Baby Daddy by Dahlian

Belakangan ini aku sedang keasikan baca novel drama yang sweet-nya nice banget dan menggoda banget untuk saya share di blog ini. Judulnya sih yang menggoda banget, Baby Daddy. Penulisnya? Hmm ... mungkin sudah banyak yang tahu Dahlian ya? Nah, beliau lah yang menuliskan kisah cinta super sweet tapi jadi terasa real dan mengaduk emosi, antara Bramasta dan Kaynara, juga seorang bayi perempuan cantik bernama Dona -- yang diambil dari Donatello, salah satu karakter dalam Ninja Turtles.


Baby Daddy - Dahlian

Postingan kali ini adalah sebuah opening, sebebelum saya melakukan review pada novel Baby Daddy dan tentunya mengadakan giveaway. Kali ini, postingan saya tergabung dalam rangkaian blogtour novel Baby Daddy, persembahan dari Dalian, dan tentu saja dari penerbit Roro Raya Sejahtera (Twigora) untuk kamu. Silakan duduk dengan santai dan nikmati wawancara jarak jauh saya dengan Dahlian, berikut ini.

Apa sih momen yang menginspirasi penulisan novel Baby Daddy ini?
Nggak ada momen khusus sih. Hanya saja, pas baru selesai bikin plot, kok pas banget saya banyak lihat berita tentang bayi yang ditelantarkan.

Baby Daddy - Dahlian

Berapa lama sih, proses penulisan novel ini?
Karena mood yang kurang bersahabat, dan sempat saya tunda satu bulan karena suatu urusan, proses penulisannya jadi sekitar tiga bulan.

Sosok Kaynara dalam novel ini kan seorang Pediatri. Apa penulis sampe mencari orang yang benar benar berprofesi sebagai pediatri untuk melakukan riset?
Saya memang menggunakan narasumber seorang dokter. Kebetulan ada teman yang dokter umum, bukan pediatric. Tapi, nggak masalah, karena masalah medis yang saya gunakan dalam novel masih masalah yang cukup umum, dan dikuasai oleh dokter umum.

Adakah jam jam tertentu yang selalu dipakai penulis untuk menyelesaikan novel ini?
Jam kerja sayauntuk semua novelselalu dari pagi sampai sore. Kalau lagi semangat banget, bisa sampai malam, tapi tetap di bawah jam 12. Takut berubah jadi labu, hahaha. Saya bukan tipe penulis kalong, yang bisa bekerja dari malam sampai pagi. Begadang justru bikin mood menulis saya rusak, dan masuk angin, hahaha.

Sosok Bramasta itu, sosok yang nice banget nih. Menurut penulis, ada nggak sih sosok yang seperti Bramasta di dunia nyata?
Saya hanya bisa berharap sosok seperti Bramasta ini ada di dunia nyata, haha. Mungkin ada, tapi yang jelas, saya belum pernah ketemu. Saya hanya bisa berharap ada pembaca yang beruntung menemukan sosok seperti Bramasta di kehidupan nyata.

Giveaway Baby Daddy 

So, tunggu kemunculan giveaway novel Baby Daddy di blogku besok ya

8 komentar:

  1. Walopun sya belum sosok Bramasta itu seperti apa tapi bisa nih dicoba baca secara agak related sma kehidupan sya yg bentar lagi jdi ibu and suami jdi bapak. Tapi keren ya 1 novel selesai dalam 3 bulan. Kind of short time!! Kapan ini bisa nulis novel ya. HMMMMM

    BalasHapus
  2. Penulisnya oke banget, nih, soal pemilihan jam nulis. Saya juga gak nyaman begadang. Tapi kalau dii hari terjaga dan menulis lagi, kerap ngantuk. Da, mamah-mamah repotan dengan urusan rumah tangga.
    Dahlian hebat, tuh, bisa ambil segi menarik dari hidup, mengangkat topik bayi telantar.
    Pengen ngasi dede untuk Palung namun teralang sikon. :)

    BalasHapus
  3. Judul novelnya unyu banget 😂 sayangnya aku belum kebayang jalan ceritanya gimana. Kenapa si baby bisa diterlantarkan? Dan wawancaranya itu via apa ya? Ini dilakuin sendiri wawancaranya? Keren juga ya bisa wawancara langsung penulisnya heheh

    BalasHapus
  4. tiga bulan selesai? cepet banget. novel ini kyknyya sweet bener kata kamu. dari tema dady baby aja udah kebayang. gue bayyanginnyya seorang bapak yang penyayang sama anaknya. seru nih.

    BalasHapus
  5. Hm jd penasaran sama bramasta nya deh.

    Cover novel nya keceh yaa.. macam baby photoshoot gitu yaa..

    Trs kamunya hebat. Bikin review tp ga ngasih bocoran dikitpun.

    Keceh

    BalasHapus
  6. belum pernah dengar tentang bukunya atau penulisnya sebelumnya, tapi sebagai pecinta buku.. buku ini terlihat menarik. Apalagi untuk wanita, ya.

    BalasHapus
  7. Dahlian termasuk produktif untuk sekelas penulis lokal. Jadi penasaran dengan karakter Bramasta yang disebut-sebut si penulis deh. :D

    BalasHapus
  8. Ngomongin jam nulis, saya kadang2 juga seperti itu. Jarang nulis diatas jam 12, tapi kalau lagi inginm pernah. Untuk dari Pagi sampai Sore, belum pernah saya coba. Tapi menarik untuk dicoba.

    Untuk novelnya sendiri baru tahu saat baca diatas. Mudah-mudahan bisa ikut Giveaway-nya.

    BalasHapus