Label

Rabu, 27 September 2017

Masa Depan Kereta Api Indonesia Akan Serupa Apa Ya?

Naik kereta api tut tut tuuuutt.
Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya, bolehlah naik dengan percuma.
Ayo kawanku lekas naik. Keretaku tak berhenti lama.


Menjelajah Negeri ditemani Kereta Api Indonesia

Sewaktu kecil, lagu inilah yang pertama kalinya membuat saya mengenal sebuah moda transportasi bernama Kereta Api. Saya yang lahir hingga memasuki usia awal remaja, tinggal jauh dari Ibukota, mana pernah terbayang, melihat langsung bahkan menumpanginya saja belum. Tetapi … seiring waktu dan kesempatan yang diberikan Allah SWT, bisa juga menikmati berjejalan di dalam gerbongnya setelah memasuki masa perkuliahan. Saya benar-benar  dibuat tergantung dengan moda transportasi yang satu ini.

Saya yang kemudian diboyong orang tua ke Bogor, pun menikmati rasa-rasanya naik kereta api kelas ekonomi tujuan Bogor-Depok, demi berkuliah. Menikmati masa masa membeli kartu abodemen setiap bulannya, hingga sekarang saya bisa keluar masuk stasiun dengan melakukan taping kartu multi trip yang saya miliki. Tapi … tulisan saya kali ini bukan tentang kereta api commuter line, melainkan … bagaimana kereta api membawa saya pada penjelajahan di banyak tempat yang sebelumnya hanya saya ketahui melalui buku dan berbagai media online, juga tulisan dari para travel blogger.

Pertama kalinya saya traveling, sekitar tahun 2011. Bersama kedua sahabat saya, Ina dan Icha. Dulu sekali, kami yang menamakan diri sebagai Kawaii Angels, kabur sejenak dari rutinitas kuliah dengan tugasnya yang bejibun, memanfaatkan murahnya harga tiket kereta api kelas ekonomi menuju Stasiun Lempuyangan di Jogjakarta.

Naik kereta api kelas ekonomi di jaman itu, hal yang paling saya ingat adalah tentang tempat duduk yang terbatas, sementara jumlah penumpangnya yang membludak. Seingat saya, harga tiketnya kurang lebih sekitar Rp 35.000,- kala itu. Mohon dikoreksi jika memang saya salah mengingat ya. Di dalam gerbong kami, sudah sangat wajar jika ada penumpang yang ikhlas duduk di sekitar kaki kaki penumpang lainnya, bahkan tidur dengan memasukkan kepalanya ke kolong bangku. Ada pula seorang Bapak yang rela berdiri entah dari stasiun apa, hingga tujuan terakhir kereta kami di Stasiun Senen, kala itu. Bayangkan. Beliau berdiri dengan berganti posisi, sesekali duduk bila mendapat tempat, berjam-jam, semalaman, hanya demi sampai ke tempat tujuan. Itulah pengalaman pertama sekaligus paling mengesankan bagi saya.

Di masa saya akhirnya sudah mendapat pekerjaan, ada kesenangan tersendiri bagi saya setiap kali jalan-jalan jauh dengan menggunakan moda transportasi si ular besi ini. Kereta Api setiap waktu terus berbenah diri. Saya yang memang seringnya lebih merasa mampu untuk jalan-jalan dengan Kereta Api, merasakan betul perubahannya.

Di akhir tahun 2015, saat berkunjung ke Ponorogo bersama sahabat saya, Nurul Djanah, saya begitu menikmati naik kereta api kelas ekonomi yang membawa kami menuju Stasiun Madiun. Bangkunya semakin nyaman. Penumpangnya makin teratur. Ah … perjalanan saya pergi dan kembali ke Jakarta, lagi lagi dibuat istimewa. Masih dengan sajian pemandangan persawahan yang hijau membentang di sepanjang rel kereta api yang membelah Pulau Jawa ini,  

Lalu tahun ini, ada lah lagi kesempatan untuk saya menjejakkan kaki di Stasiun Tugu, dengan status baru sebagai seorang istri. Bukan untuk honeymoon, tapi lebih kepada nge-trip bareng teman teman kuliahnya si partner. Lagi dan lagi, saya menikmati naik kereta api yang membawa saya menjelajah pinggiran kota dan hamparan hijau persawahan di tanah Jawa, menuju Jogjakarta. Seperti rendezvous rasanya.

Naik kereta api tahun ini, sudah semakin menyenangkan. Nggak ada lagi penjaja makanan dan minuman yang melenggang sepanjang koridor gerbong, memberikan sedikit rasa kenyang atau sekedar menjajakan oleh oleh yang para penumpangnya bisa bawa pulang. Tetapi sudah cukup tersedia makanan mengenyangkan dengan rasa yang enak dan kebersihannya yang terjamin di gerbong restorasi. Juga sesekali para prama dan prami yang mendorong troli berisi makanan dan minuman bagi para penumpang kereta. Hmm … saya sedang naik kereta api bukan ya? Senang sekali dengan pelayanannya sekarang.

Kamar mandi di kereta api pun sudah lebih nyaman digunakan dibandingkan dahulu, jika saya menjelajah ingatan saya di masa kuliah. Kini kamar mandi di kereta api sudah lebih manusiawi. Ada pengharum ruangan yang mengurangi rasa enek saat menarik pintunya. Ada air yang mengalir dan keadaannya yang lebih bersih. Memang, sesekali mungkin, ada saja penumpang yang begitu seenaknya menggunakan kamar mandi, lalu pergi meninggalkan aroma pesing. Tetapi, sungguh rasanya pihak PT KAI sudah banyak berbenah, demi memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya. Tinggal penumpangnya saja yang juga mulai ikut banyak belajar, untuk lebih baik dalam menggunakan fasilitas umum yang ada.

Hal terakhir yang belum saya temui keberadaannya di kereta api adalah mushola. Mendapati pemandangan bapak-bapak yang shalat sambil duduk di bangku penumpang, dan berwudhu secara bergiliran di kamar mandi, sudah jadi hal lumrah, terutama jika berada di kereta api jarak jauh. Sama seperti pengalaman saya dan si partner yang memilih shalat beralas kardus di dekat gerbong restorasi, dengan arah kiblat mengikuti pemahaman seorang ibu yang tadinya membawa kardus tersebut sebagai alas shalatnya, sebelum kami mendadak berdiri mengantre di belakangnya. Persis anak yang menunggu giliran seusai diberi contoh ibunya ya.

 Hingga beberapa hari lalu saya menukan berita di media online yang menyatakan bahwa kereta api jarak jauh nantinya akan dilengkapi dengan mushala. Walaupun mungkin program ini masih dalam pengerjaan, besar harapan saya – serta mungkin para pengguna kereta api lainnya – akan keberadaan mushala ini nantinya. Mari kita doakan sama sama ya.


Kini, pertanyaan yang saya sematkan pada judul tulisan ini, semoga sedikit demi sedikit sudah mulai terbayangkan. Akan jadi seperti apa Kereta Api Indonesia di masa depan nanti? Melihat berbagai perubahan pelayanan dan sarana yang semakin diperbaiki dan dievaluasi setiap tahunnya, semoga tetap menjadikan Kereta Api Indonesia sebagai salah satu moda transportasi andalan untuk menjangkau wilayah wilayah di Pulau Jawa – dan semoga untuk Pulau Sumatra pun segera rampung --- sehingga, banyak anak muda yang haus akan traveling demi mengenal Indonesia, bisa memnafaatkan Kereta Api sebagai moda transportasi pilihan yang nyaman di kantong, juga nyaman di sepanjang perjalanan, Nggak perlu terbayang gerbong kereta yang dipenuhi kucing kucing imut seperti di Negeri Matahari Terbit, tetapi rasa nyaman selama diperjalananlah yang membuat rindu untuk menggunakan si ular besi sebagai moda transportasi untuk menjelajah, menikmati kearifan lokal milik Ibu Pertiwi. Semangat terus untuk berbenah diri, bagi PT Kereta Api Indonesia.

38 komentar:

  1. sudah seharusnya lebih baik, sudah tertata juga sepertinya.
    Mudah diakses via online jadi ga ribet

    BalasHapus
  2. Aku juga berharap demikian. Soalnya, entah kenapa di sini banyak stasiun kotor, dan banyak bau nggak sedap berkeliaran. :( Kalau kereta apinya, udah nyaman sih. Asal nggak liburan, nggak perlu berdesakan. Tapi kadang ada aja yang ngeyel minta bagian tempat duduk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tulisan ini terbaca oleh pihak PT KAI ya mba, biar kebersihan stasiunnya juga ikut diperhatikan.

      Hapus
  3. Aamiiiin ... :D Pasti sangat membantu kalau di kereta api ada mushalanya.

    BalasHapus
  4. Ya semoga KAI dan pengguna KAI bisa menjaga fasilitas yang sudah ada sekarang.. syukur2 bisa ditambah.. makin nyaman deh travelling naik kereta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kita doakan sama sama ya mba.

      Hapus
  5. Aku berharap sih semakin maju seiring peradaban manusia. moga ja yg di pulau2 lain juga ada, biar seperti Jawa dan pembangunannya merata. Sekarang sih udah bagus menurutku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kita doakan saja ya mba.

      Hapus
  6. Aku blm terlalu banyak punya pengalaman naik kereta, ya gitu, baru di tahun kedua masa perkuliahan, kira2 bisa diitung jari sih. Tapi aku mengikuti perkembangan kereta api dari saudara dan temen yg sering naik kereta, kereta api sekarang emang bagus, bahkan untuk kelas ekonomi pun pada bbrp jalur udah ga harus berhadap2an dengan penumpang lain.
    Semoga rencana pengadaan mushala di kereta bisa cpt terlaksana, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kita doakan saja ya mba.

      Hapus
  7. Sepertinya sih masa depan kereta api indonesia bakalan lebih baik deh. Yang gue liat sih gitu. hehe

    Btw, gue baru sekali naek kereta api, rasanya sungguh menegangkan dan seru. Pengen naik lagi. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... semoga segera punya kesempatan untuk naik kereta lagi ya Nyol.

      Hapus
  8. Waktu naik kereta pertama kali, inget banget aku sama kakak cowok salah masuk gerbong. Pas udah duduk, diliatin sama seisi gerbong. Baru sadar kalo itu gerbong khusus cewek. Malu-maluin.

    Semoga masa depan KAI makin bagus ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... efek belum eungeuh gerbong cewek tapi jadi pengalaman yang sering diingat banget ya.

      Hapus
  9. kawai angels aseeek. ahaaha.
    wah gue juga suka naik kereta. bebas macet bebas mabuk. wah seru lah. tapi gue baru naik sekali seumur hidup. pngen lagi gitu naik kereta tapi belum ada ksempatan.

    moga kererta semakin baik kedepannya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kita doakan sama sama.

      Semoga kamu bisa segera naik kereta lagi ya.

      Hapus
  10. sha lebih seneng naik kereta api daripada mobil, mudah2n kedepannya kayak di lar negeri. kereta api sampe tempat2 terpencil ya :)

    BalasHapus
  11. Sejauh ini perkembangan Kereta Api Indonesia udah cukup bagus sih yaa kalau dibanding dulu-dlu. yaaa semoga ke depannya semakin ketjee lagi dan semakin dicintaai :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Mari kita doakan saja ya.

      Hapus
  12. Yang pasti sih sekerang kereta api di Indonesia sudah semakin baik. Semoga semakin baik lagi ke depannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Mari kita doakan saja ya.

      Hapus
  13. ah, senangnya jika benar akan ada fasilitas musola dalam kereta ya. semoga segera terealisasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga segera terealisasi ya. Mari kita doakan saja.

      Hapus
  14. Aku suka kereta api!! Sudah beberapa tahun ini tiap pulkam aku juga pilih Kereta Api toh fasilitasnya juga terus dibenahi, khan...murah pulak. Kalau naik bis durasi perjalanannya bisa dua kali lipat/ Kalau pake kereta udah jalan terus nggak pake macet, bisa jalan jalan pula. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap banget. Kita doakan semoga pelayanan Kereta Api Indonesia semakin baik ya.

      Hapus
  15. Saya juga pengen naik kereta api.. di Banjarmasin belum ada 😥 semoga diberi kesempatan naik kereta api..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa ada fasilitas kereta api ya di sana. Aamiin.

      Hapus
  16. wah kabar gembira kalau nanti di kereta ada mushalanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Kita doakan biar segera ada ya.

      Hapus
  17. one day semoga bisa jadi kaya sistem keretanya jepang :D aamiin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kita doain bareng bareng.

      Hapus
  18. Iya, gua dulu terakhir kali naek kereta pas SD, dan kemudian waktu tahun 2013, gua baru sempet naek kereta lagi. Walaupun belum secanggih kereta-kereta di luar negeri, tapi kereta api Indonesia sudah jauhhhhh lebih baik dibandingkan jaman gua kecil dulu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita doakan semoga Kereta Api indonesia makin maju ya.

      Hapus
  19. Jadi ngarepin ada kereta di jalur keliling pulau Lombok atau Sumbawa.
    Eksplor spot2 wisata bisa jd makin rajin deh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Pasti bakalan seru banget keliling lombok sumbawa naik kereta. Terus bakalan ngelewatin banyak pantai dan pegunungan. *ikutan ngayal

      Hapus