Label

Kamis, 09 Februari 2017

Pos Cinta Hari Ke-2 : Sepasang Ugly Foot yang Rindu Padamu

Kepada Nona Manis Pemilik Akun Twitter @nuruldjanah

Dear Nurul ….



Sebelum memulai ocehan rinduku yang panjang ini, kuharap kamu dan impianmu terhadap Jerman selalu baik-baik saja. Sejak pertemuan pertama kita melalui e-mail bertahun lalu yang membuat aku  menaruh kagum yang entah bagaimana, aku berterima kasih atas tawaran persahabatanmu kala itu. Karena subject e-mailmu itulah, alasan aku senang mengkhayalkan kamu berada di Jerman sana, menempuh impian-impianmu. Ah ya, sebelum kamu berceloteh melupakannya, biar aku yang mengingatkan. Greeting from Delegates of Germany. Ingatkah? Itu judul e-mail yang paling membekas diingatanku sebagai awal pertemanan kita. Pertemuan yang mungkin biasa saja di Indonesian Model United Nation 2011, untuk UNESCO, di Universitas Indonesia.

Warna yang paling kuingat darimu dulu adalah kuning cerah. Maka kujadikan itu sebagai warna yang selalu mengingatkan aku terhadapmu. Warna dari cahaya, kalau boleh aku mengimajinasikannya. Warna yang sering membuat aku yang penakut nan pemalu ini, menemukan semangat baru. Warnamu, Rul. Warna yang semoga selalu aku temukan terpancar dari semangatmu, setiap kali kita saling bertemu.

Rul, tahukah kamu, kagum serupa apa yang menetap, mengendap diam di dalam hatiku selama persahabatan kita? Kagumku tentangmu hanya tentang satu kata. Cerita. Ya … selama apapun kita saling bertukar cerita, aku nggak pernah sampai pada titik bosan. Kamu selalu berhasil meletakkan begitu banyak hal menarik, menggoda aku untuk mencaritahu, seperti puzzle-puzzle yang gemas ingin segera kususun dalam sebuah tulisan.

Entah kapan lagi kita bisa menikmati perjalanan berdua saja. Memamerkan Ugly Foot kita sambil tertawa, lagi. Membiarkan penampakannya yang terlalu apa adanya. Di Masjid Istiqlal sore itu. Di tepian Pantai Tiimur Pangandaran menjelang malam. Bahkan saat menunggu senja di Pantai Parigi, kedua Ugly Foot kita mungkin sedang berbagi cerita, seperti dua pemiliknya ya. Rul, dari waktu-waktu bersama itulah, aku begitu ingin selalu mendapat kabar gembira mengenai kamu dan impian-impianmu. Dari foto foto Ugly Foot kita pulalah, aku selalu menemukan diriku dan juga begitu banyak impianku yang sama sepertimu … namun pada porsi dan sudutnya yang berbeda.

Rul, setelah sekian minggu lamanya kita belum punya kesempatan lagi untuk bertemu, aku merindukan obrolan obrolan hangat kita. Kamu dengan secangkir kopi yang kamu sukai, dan aku dengan sekotak susu sapi siap minum, juga tentunya dua pasang ugly foot kita yang tersembunyi di dalam sepatu. Kuharap akan segera muncul kesempatan baru untuk kita mengobrolkan banyak tentang impian impian kita seperti dulu.

Semoga impian-impianmu, dan tentunya impianku, terwujud satu persatu ya. Terima kasih atas persahabatan dan banyaknya cerita cerita menyenangkan yang kita bagi bersama. Semoga semangatmu untuk mengejar impian-impianmu itu, tetap nyala kuning cerah seperti warnamu buatku,

Dua Pasang Ugly Foot Sedang Bertukar Cerita

Ugly Foot kitalah yang akan menjejak setiap impian yang kita daki. Yuk kita nikmati bersama-sama. Kutunggu begitu banyak cerita darimu ya.

Tertanda

Sepasang Ugly Foot yang rindu padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar