Label

Sabtu, 17 September 2016

The BFG : Big Friendy Giant Who Bring Us Back to Become a Dreamer

Awalnya, saya nggak punya niat untuk nonton di bioskop, sampai partner saya melangkah masuk ke salah satu bioskop yang cukup terkenal, lalu melirik jadwal pemutaran film yang terpajang tepat di belakang mba mba kasir. Ok than, i can’t do nothing. Semua studio dipenuhi oleh film Warkop DKI dan karena saya belum merasa punya keinginan kuat untuk menonton film karya anak bangsa yang sedang booming itu, saya tadinya sempat bersiap-siap untuk merajuk biar kami melakukan kegiatan yang lain saja. Tapi, sepertinya si partner saya ini emang lagi beruntung ya, soalnya saya langsung tertarik waktu dia memutar trailer film ini di smartphone-nya. Hey, why not we watch this fantasy movie?


The BFG
(sumber : hollywoodjesus.co)

Kemudian sepanjang menonton film yang disutradarai oleh Steven Speilberg dan ditulis oleh Melissa Mathison dari karya milik Roald Dahl, seorang penulis cerita anak dari Inggris ini, saya lumayan terhibur. The BFG bagi saya benar-benar merupakan film keluarga yang ... kenapa nggak untuk mengajak anak anak ke bioskop demi menemani mereka bermain-main bersama BFG yang paling suka minum minuman hijau bersoda aneh bernama  Frobscottle ini? Karakter BFG yang digambarkan sebagai raksasa yang – buat saya yang sudah jadi anak besar – persis penampakan seorang kakek ceria yang baik hati dan juga penyayang. Terlihat sekali dari bagaimana si BFG memperlakukan benda-benda milik tawanan ciliknya, Sophie. Termasuk suara berlogat British-nya yang .. hmm, benar benar menyenangkan menyaksikan film ini, memang. Ah ... bagian yang paling saya tunggu-tunggu itu, ketika BFG meminum Frobscottle-nya kemudian menimbulkan efek kentut luar biasa yang disebut whizzpoppers.

Saya yang sewaktu kecil sebenarnya nggak terlalu eungeuh dengan, siapa sih sebenarnya Roald Dahl, dan hanya sedikit tahu beberapa cerita anak yang malah ditulis oleh Hans Christian Andersen ini, akhirnya mencari tahu juga tentang sosok penulisnya. Saya – dengan noraknya – baru tahu kalau Roald Dahl ini ternyata keren. Saya sampai tergoda untuk mencari film lain yang naskahnya diadaptasi dari karya kakek Dahl. Soalnya, setelah menikmati sosok BFG yang suka banget makan Snozzcumber – makanan persis pare jumbo, lalu katanya sih rasanya mirip gabungan antara kulit katak, ikan busuk, dan kecoa – saya seolah dibawa kembali ke dunia anak-anak yang penuh dengan mimpi seperti pekerjaan yang dilakukan BFG, penangkap mimpi.

Film ini benar-benar film yang bagi saya ... menggunakan sudut pandang anak-anak. Saya nggak merasa dipaksa untuk menemukan benang merah dan arti apa apa dari sepanjang satu jam lebih sedikit, di dalam studio. Saya diajak tertawa, sesekali berpikir layaknya anak-anak yang bebas saja   membiarkan imajinasinya kemana-mana. Lalu, kalimat pendek yang mampir di kepala saya cuma “nggak perlu khawatir untuk bermimpi” ... itu saja.

Baca juga : Inside Out

Menikmati film anak anak ini di kala penat, membuat saya sangat berterima kasih kepada partner saya yang nggak pakai aba-aba, mendadak masuk ke bioskop dan menghadiahi saya trailer singkat film ini, dan bersyukurnya saya mengangguk mau ya waktu itu. Setelah menontonlah saya baru sadar kalau rating film ini keren juga lho. Berbagai scene dari The BFG ini juga bisa mengajak anak-anak yang berkisar mulai usia TK ikut tertawa bahkan menyerap dengan mudah jalan ceritanya. Nggak perlu dipusingin juga, apa maksud ceritanya – yang bisa saja bagi sebagian orang akan dianggap membosankan, sebab scene BFG di-bully raksasa lain aja nggak terlalu menegangkan – tapi nikmati. Lupakan dulu semua pekerjaan dan kehidupan anak besarmu untuk ikut menjadi anak-anak seperti Sophie yang bertualang bersama BFG yuk.


22 komentar:

  1. kalo yang studarain om spielberg mah percaya. ini film lumayan juga promonya ampe commuterline loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya, promonya kenceng banget dan aku baru nyadar kalo promonya ada dimana mana setelah nonton filmnya lho.
      *malu

      Hapus
  2. Kalo gue sih nggk terlalu seneng nonton di bioskop, klo sayamah nonton di onlinennya ajalah, dan warkop dki itu katanya pemerannya dono kasino indro ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha pemerannya Warkop DKI emang Dono, Kasino, Indro. Kalo Warkop Reborn baru beda. Etapi kok kamu jadi bahas Warkop DKI?

      Hapus
  3. Gue belum nonton ini film, dari trailernya sih seru kayanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kapan kapan kamu punya kesempatan untuk nonton ya. Aamiin.

      Hapus
  4. banyak yang merekomendasikan ini sebagai film yang wajib ditonton. Duh, saya belum nonton, nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kamu bisa segera nonton film ini ya. Aamiin.

      Hapus
  5. Mmm masih belum kebayang filmnya kaya gimana, mungkin setelah nontin trailernya baru paham. Tapi kalo filmnya kaya inside out boleh juga, aku seneng waktu nonton inside out soalnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir kayak Inside Out tapi nggak mirip Inside Out banget. Sama sama fantasi, tapi emang sebaiknya kamu nonton dulu ya.

      Hapus
  6. ciee yang nonton sama partner ciee haha.

    kenapa nggak nonton DKI reborn aja, kan lagi booming tuh. malah nonton film anak-anak yang genrenya fantasi gitu.

    tapi kayaknya emang seru juga yaa, nonton film semacam itu. kita nggak perlu mikir berat-berat. yaa tinggal nonton sambil menikmati filmnya aja. sesekali juga bisa seneng dan ikutan ketawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduwww Reyza maaaahhhhh
      *malu-malu

      Kalau DKI Reborn rame banget. Pengen yang tenang gitu dan penuh fantasi. Beruntung banget pas datang, ada film ini di play list bioskopnya.

      Hapus
  7. Kaya cerita dongeng gt ya? Ada ini di Bioskop beberapa minggu lalu apa ya? Tapi aku gak nonton, lg gak pengen nonton animasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Vind. Kayak dongeng dan diambil dari naskah dongeng lama karyanya Roahn Dahl, Vind.

      Hapus
  8. TErnyata karakter di BFG emang keren gitu, ya cha. Bisa jadi mesin waktu buat kita yang udah hidup dengan dunia kedewasaan. Gue juga suka sih, film animasi beginian. Kalo kemaren gue baru nonton film animasi yg seorang anak ada yg ngendalikan di otaknya. Tapi, judulnya apa ya? Lupa gue.

    Serius, deh. Pengen nonton (nanti kalo udah ada downloadtannya). :D

    Gue juga jadi mikir setelah baca review ini. "Keknya gue udah lama gak bisa bahagia, nih. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya deh Pange, Udah saatnya kembali berbahagia lhooo.

      Iya nih. Kita terlalu lama terjebak di dunia orang dewasa sampai lupa kalau banyak hal hal sederhana yang menyenangkan, dan bahwa mimpi mimpi baik itu perlu dijaga ya, Pange.

      Hapus
  9. Aku sudah nonton film ini sebelum filmnya di tayangin di bioskop.
    berasa nyesel sih karna hasil film yang aku download kualtasnya kurang baik.
    Tapi kalo mau nonton film ini lagi ceritanya udah terlanjur ketebak.

    so far, film ini cocok banget sih buat kamu yang suka film animasi, fantasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho kok bisa kamu nonton duluan? Wuiiii asiknya.

      Iya Mas Khairul. Cocok juga buat ngajakin anak anak nonton film ini.

      Hapus
  10. Wih anti menstream nih hehehe.. nonton bfg, fantasi gitu ya, cocok banget buat anak2 tuh, seru juga sih keknya, tapi belum bisa nonton dulu nih hehe.. abis nonton warkop heheh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kapan kapan kamu bisa segera nonton BFG yaaaa. Aamiin.

      Hapus
  11. gue masih belom kebayang filmnya gimana, dan ga kenal juga sama sutradaranya. hahaha.
    gue tipe yg kurang mau tau juga sih siapa sutradaranya. itu jadi bfg itu singkatan atau emang nama raksasanya?

    udah jarang banget sih nonton film yg keluarga'' gitu. terakhir paling nntonin kungfu panda doangan. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduw, Kungfu Panda jauh banget Zi. Hmm ... nggak apa deh, yang penting kamu bahagia di Mesir sana.
      *eh

      Hapus