Label

Rabu, 17 Agustus 2016

Ponorogo : Menikmati Senja di Balik Jendela

Dari Stasiun Madiun, gerimis mengajak saya bertemu dengan keluarga sahabat saya, Nurul Djanah – yang datang menjemput. Di boncengan sepeda motor Putri, gadis muda yang begitu ramah dan menyenangkan untuk saya tanya-tanyai ini, saya menikmati aroma tanah basah dan suasana perjalanan Madiun – Ponorogo. Terbersit rasa, betapa saya yang sudah lebih besar ini, nggak seberani Putri dalam menyikapi hidup. Di usianya yang sebelia itu, dia siap untuk mencari pekerjaan selepas sekolah. Sementara saya, apa? Lulus sekolah dulu, langsung berpikir mau kuliah ini di jurusan itu dan di kampus sana. Bahkan, saya semakin sadar, kalau pilihan hidup setiap orang berbeda, jadi ... buat apa banyak bicara tentang ‘yang seharusnya’ kan? Cukup dengar dan mengerti saja.

Kamis, 04 Agustus 2016

Menuju Ponorogo : Perjalanan yang Sedikit Gila

Ponorogo. Kota Reog. Saya nggak pernah terpikir bisa mengunjungi kota kecil di Jawa bagian Timur ini sedari dulu. Menikmati perjalanan yang ... rasanya seperti ikut-ikutan pulang ke kampung halaman, padahal jelas-jelas saya nggak punya darah Jawa. Tetapi menemani Nurul Djanah, sahabat yang begitu saya kagumi sejak kami sama-sama mengikuti ajang Indonesian Model United Nation di departemen UNESCO pada 2011 lalu, serta Nurul yang super keren karena jago nge-speech ini, mengajak saya berpetualang menemukan suasana yang ... hmm ... boleh saya sebutkan sebagai sebuah perjalanan yang mengembalikan saya ke bumi?