Label

Kamis, 26 November 2015

Heaven dan Pantai Barat Pangandaran

Hooo thinking about our younger years
There was only you and me
We were young and wild and free
             
“Jodoh itu apa dan bagaimana sih?” pertanyaan ini berputar-putar di otak saya sejak kami melangkah keluar dari Masjib Besar Al-Istiqomah Pangandaran hingga kami sampai di pintu kecil menuju tepi pantai.

Sabtu, 21 November 2015

Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran dan Cerita Papa

Awalnya, saya hanya ingin menuliskan tentang arsitektur minimalis dari masjid yang berada tepat di pertigaan Pangandaran ini, di depan Tugu Pangandaran yang berlambang tiga ikan melompat tinggi dari laut. Juga tentang saya yang tiba-tiba saja ingin memiliki sebuah rumah dengan pintu yang menyerupai pintu masjid ini. Ditambah ketertarikan saya pada taman yang dibangun di sekeliling masjid. Hmm ... tergoda saja dengan suasananya yang biasa namun menenangkan bagi saya.

Minggu, 15 November 2015

Batu Hiu dan Ombak-Ombak Pemberani

Sehabis membersihkan diri di kamar mandi umum yang masih satu bagian dengan Pondok  Wisata Arwana, saya dan Nurul Djanah sudah siap dengan tas kecil masing-masing, topi untuk saya dan sunglasses untuk Nurul. Dengan semangat, kami akan mengunjungi Batu Hiu pagi itu. Rasa pegal yang tadi menyiksa di punggung saya akibat tidur tegap semalaman di bus Budiman, mendadak hilang saat saya menemukan wajah saya yang tampak segar di cermin, seusai mencuci muka dan sikat gigi.

Kamis, 12 November 2015

Perhentian Pertama di Pangandaran : Pondok Wisata Arwana

Seusai menikmati makan malam sederhana saya dengan nasi hangat dan Rajungan Goreng yang beberapa hari lalu saya beli sebagai oleh-oleh di Pangandaran, berteman lagu Banda Neira – Hujan di Mimpi – juga hujan deras yang mengguyur Jakarta, saya tenggelam dalam ingatan saya di Sabtu pagi yang lalu, saat supir dan kenek bus Budiman menurunkan saya dan Nurul Djanah di depan Terminal Pangandaran.

Selasa, 10 November 2015

A Begin of a Journey to Pangandaran

Menjelang adzan magrib di hari Jumat, saya melangkah santai keluar dari kos saya yang berada di bilangan Jakarta Selatan. Ijin cuti untuk hari Sabtu sudah berhasil saya dapatkan. Walaupun senja itu, Jakarta Selatan kembali macet, parah, as usually it never change. Angkot yang saya tumpangi menuju stasiun Pasar Minggu mulai melaju dengan kombinasi ngebut dan menyiput. Tapi, seiring malam yang mulai turun, dan juga ekspektasi saya tentang Pangandaran sebagai pantai yang menyajikan sunrise dan sunset dalam satu kawasan, membuat saya tetap duduk tenang dan diam.

Minggu, 01 November 2015

The Last Witch Hunter

Kali ini saya menonton salah satu film yang dibintangi oleh Vin Diesel tanpa ekspektasi, tanpa memaksa diri saya untuk mencari tahu lebih dulu, jalan cerita apa yang akan disajikan oleh The Last Witch Hunter. Namanya juga super dadakan, karena saya mampir ke XXI benar-benar tanpa rencana. I just keep a keyword about this film, Witch ... penyihir.