Label

Senin, 26 Oktober 2015

Ritual Asik Sebelum Tidur

Seringnya saya berada di dalam ruangan ber-AC, bahkan jika boleh dihitung, kebanyakan waktu saya di kantor lewat dari 8 jam sehari, membuat saya selalu menyelipkan pelembab di dalam tas kerja saya. Bahkan pelembab bagi saya sudah seperti jimat yang sangat perlu saya bawa kemana-mana. Saya pun punya banyak koleksi lotion – kesemuanya saya pakai sesuai dengan kebutuhan, seperti jika saya sedang traveling somewhere, diam saja di kamar kos, atau untuk kegiatan sehari-hari. Hal ini saya lakukan karena kulit saya yang putih, sangat sensitif pada matahari dan udara yang terlalu lembab. Sementara saya punya kesenangan tersendiri jika berlama-lama di tempat yang sejuk cenderung dingin, juga di ruangan terbuka.


Paket dari Cosmopolitan 
Sebenarnya, ketika suatu sore saat OB kantor mendadak mengantarkan sepaket lotion dan cleanser Physiogel, saya bingung. Belum lagi beberapa waktu lalu, memang saya ditelepon oleh pihak Cosmopolitan agar saya mencoba produk ini. Awalnya saya ragu. Sepulang kantor saya langsung mencoba lotion-nya. Saya kaget karena Physiogel tidak berbau, artinya tidak ada campuran parfum di dalamnya. Malam itu, saya mengoleskannya ke tangan dan kaki saya sebelum tidur. Paginya, saya merasakan sensasi kenyal dan segar dari kulit saya. Berhubung Physiogel mengandung alergenik, saya sih jadi nggak khawatir kulit saya menunjukkan efek alergi seperti kering atau kemerahan yang biasanya terjadi kalau saya sedang iseng-iseng mencoba memakai lotion baru.

Selama seminggu, mengoleskan lotion Physiogel menjadi ritual sebelum tidur saya belakangan ini. Termasuk, membersihkan wajah saya dengan cleanser Physiogel dengan halus ke wajah saya, dan ditutup dengan membersihkannya memakai kapas wajah. Walaupun saya masih menggunakannya hanya pada malam hari saja, saya merasa kulit saya tetap lembab dan lembut. Bukankan seseorang dengan kulit yang lembab akan lebih awet muda? Btw saya nggak takut keriput lho ya, karena itu lumrah. Tapi kelembaban pada kulit akan menjaganya tetap sehat dan tampak cantik.

Kini, saya sengaja meletakkan lotion Physiogel di atas meja kerja saya di kamar, teoat di dekat tumpukan buku dan laptop yang hampir setiap malam sepulang kantor pasti saya nyalakan. Tujuannya, agar saya tetap ingat untuk mengoleskan lotion Physiogel ke seluruh tubuh saya sebelum terlelap. Apalagi, seringnya saya menjalankan ritual ini sembari bernyanyi-nyanyi atau sekedar mendengarkan musik.

Sebelum tidur saya happy, bangun tidurnya pun tetap happy. So this is my dry and sensitive skin journey.


6 komentar:

  1. baru tahu ada lotion ini, mba. bagus ya untuk pemakaian jangka panjang? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baru pakai sekitar seminggu. So far sih rasanya kulit aku jadi makin lembut dan lembab. Tapinya aku masih belum ketemu nih tempat buat belinya. Soalnya kemarin tiba-tiba dikirimin aja gitu sama Cosmopolitan.

      Hapus
  2. Dulu biasanya antara 8-12 jam di ruang ber-AC. Sekarang alhamdulillah, 24 jam di ruang ber AC juga, Angin Cemriwing. Hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah lhooo, 24 jam? Itu kulitmu ga jadi gampang kering apa? Waduw.

      Hapus
  3. Duh, aku paling susah kalo disuruh ngrawat muka. Pantes banget kalo jerawatan. Ribet deh ngrawat muka kaya gini. -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mukaku juga berjerawat kok Mba. Yuk ah kita makin rajin lagi menjaga kecantikan kita. :)

      Hapus