Label

Sabtu, 26 September 2015

The Invention of Love

tiket nonton
(Dokumen Pribadi)
                This is my first experience for watching a German Film at German Cinema Festival last week. Hmm, do you think, I know clearly what the actress talking about at this film? Whats story they gave to me? Ehm, sorry to say, saya baru memahami makna dari film ini setelah setengah harian memikirkan apa yang sebenarnya sangat ingin film ini sampaikan. Dan ... tadaaaa, ternyata ini film yang keren dalam segi pembuatannya.


                Awalnya, film ini dibuat sekitar 3 tahun lalu dengan jalan cerita yang sudah selesai dengan mulus. Tentang seorang lelaki bernama Daniel Strubel yang entah bagaimana ceritanya, bisa kepincut dan menikah dengan seorang janda kaya raya bernama Amine von Kirsch. Di lain pihak, Daniel sudah memiliki kekasih bernama Emily Schenk. Sayangnya, Daniel dan Emily hanyalah remaja pecinta yang pengangguran dan tidak punya uang. Ok, cerita picisannya cukup sampai di sini saja ya.
                Pemeran Emily, Maria Kwiatkowsky, di tengah-tengah penggarapan film ini, meninggal dunia di kamar hotelnya akibat obat-obatan. So, thats why, film ini seharusnya nggak pernah tayang dan nggak akan pernah rampung, kalau saja nggak muncul kegilaan dari para kru dan pemainnya yang berusaha membuat film ini tetap selesai dan bahkan bisa saya saksikan di German Cinema Festival tahun ini. Film yang pada akhirnya membuat saya tersenyum tipis saat lampu studio 2, XXI Epicentrum, menyala.
                Untuk mengisi karakter Emily, dimunculkanlah pemain trainee bernama Tina, sehingga film ini akhirnya rampung. Tapi ... kalau kamu menonton film ini, kamu akan menemukan kisah romansa yang bahkan oleh para pemainnya, dikatakan berbeda daripada alur kisah ini semula. Ada beberapa improvisasi lucu yang dilakukan oleh Tina, termasuk kegalauan hati para kru-nya. Tentu saja, karena di film ini, para kru film pun ikut bercerita dan melengkapi kisahnya.
                Bagian yang paling saya suka, ketika si penulis naskah yang sebenarnya jatuh cinta pada sang sutradara, malah mengatur alur film ini dan memposisikan dirinya sebagai tukang kebun dalam film, hanya agar dia bisa dengan mulusnya meraih hati si sutradara yang begitu dekatnya dengan pemeran tokoh Daniel. Selain itu, bagaimana dengan kerennya para pemain dan kru, kembali menghidupkan sosok Maria Kwiatkowsky, dan menjadikan The Invention of Love sebagai film terakhirnya.
                Tetapi, karena mungkin pengalaman saya yang baru pertama kalinya menonton film German, saya sempat bengong bengong dulu, terutama karena bahasa dan budayanya yang nggak terlalu familiar. Kamu mau coba juga? Silakan lirik-lirik trailer-nya di Youtube ya.
 
Acha, Rara, Kak Rina
(Dokumen Pribadi)
                Btw, terima kasih banyak untuk Kak Rina dan Rara yang sudah nemenin saya dan tetap bertahan menonton film yang ternyata membuat kita banyak mengerutkan kening di dalam studio ini. Danke. Danke.


22 komentar:

  1. Wah mantap tuh kak kayaknya filmnya :D
    malah jadi penasaran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em. Walopun rada mikir soale pake bahasa jerman.

      Hapus
  2. Itu nonton dimana kok tiketnya lucu, beda kalo nonton XXI... Kalo saya malah seumur hidup kayaknya belom pernah nonton film Jerman. Btw ini masih ada di bioskop?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan aku nontonnya waktu lagi ada event German Cinema Festival jadi bisa nonton film jerman gratis, Mba.

      Hapus
  3. Pusing deh kalau dengar bahasa jerman, nih otak gak bisa buat translate sepatah katapun. Btw, filmnya keknya menarik nih :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em. Aku selalu bersyukur sama film asing yang ada subtitle-nya, minimal bahasa inggris lah ya. :)

      Hapus
  4. Itu filmnya berat kah? sampai mngerutkan kening segala :)
    tapi itu complicated sekali alur ceritanya, hehe pasti jelas bikin puyeng terlebih itu adalah film jerman. film yang jarang ditontong oleh kita orang indonesia. jd nya ga biasa dh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, berat karena belum biasa dan bahasanya yang jarang didengar. Tapi seru banget bisa nonton film ini.

      Hapus
  5. eh, ada acara gitu ya di kotamu. super sekali, tapi itu ada subtitlenya kan. jadi nggak pusing-pusing amat.

    jadi banyak perubahan ya filmnya setelah si pemeran emily meninggal.
    dan enaknya jadi penulis bisa aja masukin dirinya sendiri dalam film. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Untung banget subtitle-nya bahasa inggris.

      Hapus
    2. ah, saya nggak bisa bahasa inggrs

      Hapus
    3. Lama lama kalo sering nonton film bahasa Inggris juga terbiasa. Semangat.

      Hapus
  6. Itu sebenarnya ceritanya emnga pembuatan film gitu ato itu behind the scenenya ato aku yang emang otaknya lelet memahami ini semua?? Hehehe...ngomong ngomong kamu yabg mana sis?? Hehehe kayaknya bru pertama kali aku ke sini yak. Salam kenal: )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo,salam kenal juga. Hemm film yang berenti di tengah tengah dan terpaksa harus dirombak ulang alur ceritanya.

      Hapus
  7. Pake bahasa Jerman apa ada subtitle Indonesianya? Kalo nggak ada subtitlenya ya jelas pusing kalo nggak ngerti bahasanya :D

    Tapi keunikan film ini ada di proses pembuatannya ya, ada acara si pemain cewek meninggal, dan akhirnya ngambil pemain pengganti. Uniknya lagi si kru ikut main. Ini endingnya sedih apa enggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung ada subtitle bahasa inggrisnya. Aku jadi ga kabur dari studio. Endingnya ... sweet loh.

      Hapus
  8. Keren nih pernah nonton film jerman. Yang gue tahu bahasa jerman cuma ich, gutten morgen :v
    Sayangnya gue kurang terlalu suka romance, apalagi yang tokohnya udah dewasa, secara gue masih remaja ababil :v
    Mungkin setelah india, turki, jerman juga bisa terkenal dalam hal perfilman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, trend film mulai bergeser nih kayaknya. Film taiwan, korea, sama jepang aja mulai nggak se-hits waktu aku masih sekolah.

      Hapus
  9. Wah gue sama sekali belum pernah liat film jerman. Paling kalau franc gue pernah tuh, tapi ya gitu
    . karena nggak ngerti gue kebanyakan bengongnya hahaha

    Layak ditonton kayaknya yah film yg km lihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kamu udah pernah nonton film Prancis? Asik bangetttttt.

      Hapus
  10. Film Jerman yang saya tau cuma WhoAmI. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kemarin di German Cinema Fest nya juga ada tuh jadwalnya, Ris. Baguskah? Aku jadi penasaran lagi.

      Hapus