Label

Kamis, 14 Mei 2015

Oleh-Oleh dari Eropa

                Saya belum pernah ke Eropa. Tapi, saya punya impian untuk mengunjungi Eropa. Merasakan sendiri, bagaimana aroma udara di sana, seperti apa logat dan rupa-rupa masyarakat yang akan saya temui, juga ... menikmati fajar dan senja milik Eropa.
                Saya nggak mungkin mengandalkan kedua orangtua saya untuk bisa bermain-main di Eropa, terutama dari segi biaya. Saya hanya mengandalkan doa-doa keduanya. Semoga Tuhan segera mengijinkan saya untuk menikmati warna Benua Biru.


                Mama mengajarkan saya untuk mempersiapkan segala impian saya sedari awal. Beliau sering berpesan, “Kamu pancing Tuhan untuk mengatakan ya pada setiap impianmu. Tunjukan kalau kamu sudah pantas menerimanya.” Begitu juga dengan Papa. Beliau menantang diri saya untuk berdisiplin dan setia pada semua impian yang pernah saya tulis pada selembar kertas, dan pernah saya tempelkan bertahun lalu di dinding kamar saya.
Berbekal dukungan tadi, kemudian, setelah lulus kuliah, saya membuat passport. Tujuannya, tentu agar Tuhan segera mewujudkan impian saya. Membiarkan saya menikmati belahan bumi ciptaan-Nya nun jauh di sana. I know ... He want me to wait. He need me to fight more than today.
Lalu, Tuhan sering memancing saya melalui orang-orang di sekitar saya. 
Oleh-Oleh dari Eropa
(Dokumen Pribadi)
Beberapa waktu lalu, atasan saya di kantor, baru saja pulang dari perjalanannya ke Eropa, saya dihadiahi sekotak coklat dan sebuah potong kuku. Coklat manis yang saat digigit bagian tengahnya, menimbulkan rasa pahit dari cairan yang sedikit kental, vodka. Namun kemudian, muncul sensai hangat di tenggorokan, walaupun hanya sebentar. Sementara potong kukunya menampilkan ikon kota Paris, menara Eiffel.

                Memang, oleh-oleh ini terkesan biasa saja. Tetapi saya dengan mudah menemukan kekuatan magis dari dalam diri saya, seolah impian saya, satu persatu akan diwujudkan Tuhan.  Saya sangat percaya, Tuhan yang tak pernah tidur, akan memberikan segalanya di waktu dan saat yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar