Label

Rabu, 04 Februari 2015

Di Tepi Telaga Warna Ku Didekap Hangat



                Bekerja dari senin sampai sabtu. Waktu libur yang sedikit nggak menghalangi aku untuk memaksa diriku keluar dari zona hidupku yang standar. Traveling sudah menjadi pilihan sedari kuliah, walaupun cara aku ber-traveling berbeda dibandingkan dulu. Sewaktu kuliah dan di jaman belum punya penghasilan, aku palingan pergi ke Kota Tua Jakarta dan pernah sekali ke Jogja. Mengunjungi Surabaya juga pernah, berbekal lomba yang diadakan Universitas Airlangga. Namun sekarang, aku melakukan perjalan untuk me-refresh hati dan pikiranku yang sering terasa penat, tentunya dengan menyisihkan sedikit penghasilanku sendiri.


                Aku selalu takut nggak bisa menikmati perjalananku cuma karena kelelahan. Aku nggak mau perjalanan yang seharusnya menyenangkan, berubah mengesalkan karena aku mendadak masuk angin dan selalu berpikir untuk pulang lalu istirahat panjang. Termasuk saat mengunjungi Dieng, udara dinginnya membuat tubuhku mengaktifkan sinyal hati-hati.
                Di tepian Telaga Warna, tubuhku mulai terasa nggak enak. Pastinya. Sebab semalaman di dalam bus, tidurku nggak bisa nyenyak. Untung aku selalu sedia Tolak Angin yang sedari dulu menemani setiap perjalananku. Rasa madu yang kuat dalam Tolak Angin, membuat lidahku nggak pernah menolak obat herbal cair ini. Sensasi hangat yang ditimbulkannya di tubuhku pun, menyenangkan.
                Berkat Tolak Angin, aku bisa menjelajah Dieng tanpa perlu takut masuk angin. Dan ... kali ini kuajak Tolak Angin berpose d tepi Telaga Warna. Terima kasih telah jadi teman setia yang menjaga tubuhku dari masuk angin.  
 
Tolak Angin di Telaga Warna Dieng
Orang Pintar Tahu yang Benar
Orang Pintar Minum Tolak Angin


2 komentar: