Label

Jumat, 28 Maret 2014

Sepi yang Pemalu dan Penyendiri



                Padahal aku terjebak dalam keramaian di sebuah restaurant terkenal di Jakarta, senja itu, saat menunaikan tugasku untuk live report. Seketika sebuah perasaan kosong dan nyeri menembus ke dalam dadaku. Aku menemukan diriku yang dilanda rindu pilu. Perasaan takut kehilangan seseorang yang hanya mampu dimiliki utuh oleh mataku, bukan tanganku, apalagi hatiku. Seorang lelaki pekerja keras yang memicu detak jantungku, di penghujung sore dalam sebuah ruangn ber-AC, dimana kami pertama bertemu.

Rabu, 26 Maret 2014

When I Feel About ‘Hello’  I Feeling of ‘Goodbye’




                Dulu aku membenci perpisahan. Sejujurnya, hingga kini pun aku takut pada perpisahan. Namun lama-kelamaan, aku disadarkan oleh berbagai kenyataan yang silih berganti mampir dalam kehidupanku, bahwa konsekuensi dari pertemuan memanglah perpisahan. Sebuah cerita akan selalu memiliki ending. Lagu pun demikian. Bahkan langit yang memunculkan fajar pun, akan memberikan senja sebagai penutup hari.

Sabtu, 08 Maret 2014

Terjebak di Goa Cahaya



                Sebelumnya mana pernah aku bermimpi bisa menyambangi tempat ini dengan cara seluar-biasa yang kualami – hanya dengan bermodal semangat juang saja, dimana cahaya-cahaya bersatu dengan warna dalam tema berbeda yang memukau mata anak biasa sepertiku. Sejak lama, memang sangat ingin aku ke tempat ini, mendambakan waktu seharian untuk menikmati setiap wahana yang ada. Namun kembali pada kehidupanku yang biasa saja, dan beberapa keterbatasan yang sejujurnya ... menjadi dorongan kuat bagiku untuk mewujudkan setiap mimpi kekanakan yang tumbuh dan berkembang semakin membesar dalam doa-doaku.

Rabu, 05 Maret 2014

Jadi Prajurit Sehari



                Laju taxi yang menembus gerimis malam itu, 23 Februari 2014, merembeskan perasaan ajaib yang nggak mampu kuterka apa namanya. Sejenis rasa senang, mendebarkan jantungku tiap kali mengingat bahwa aku baru saja melalui hari yang berbeda dibandingkan hari-hari kemarin. Aku menemukan diriku yang dituntut untuk mandiri dan bertindak lebih dewasa. Aku dipaksa keluar dari cangkang ‘ragu-ragu’ yang selama ini menyelimuti aku.