Label

Jumat, 21 Februari 2014

Hadiah dari Langit

  

              Hujan menderas di luar sana sejak pagi buta. Tuhan tahu, aku begitu jatuh cinta pada hujan. Terima kasih atas hadiah-Mu untukku.
                Tuhan pun pasti tahu, aku sedang tenggelam dalam rindu. Kamar kos yang kini kutempati, membuat aku rindu suasana kamarku sendiri di Bogor, memaksa aku menelan rasa sepi itu dengan mengalihkan perhatianku. Tuhan pun menjatuhkan jutaan ribu tetes air dari langit untuk menemaniku merenungi diri. Mengevaluasi apa saja yang sudah aku raih setahun kemarin. Oh, Cha, happy birthday.

                Sederet ucapan yang mampir di ponselku, juga account sosial media milikku, meninju dadaku dan membuatku haru, mengingatkan aku kalau sesungguhnya selama ini aku nggak sendirian. Ucapan-ucapan mereka membuat ingatanku memutar kembali ke beberapa tahun ke belakang, di masa kecil, menjelang remaja, sweet seventeen, juga nyanyian yang pernah kudengar dari setiap orang terkasihku untukku, terutama Mama dan Papa. Lalu hari ini, langit yang bernyanyi untukku.
                Tuhan, terima kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar