Label

Selasa, 30 Desember 2014

Kaleidoskop yang Dibawa Hujan

Pelataran Museum Nasional
(dokumen pribadi)

Jakarta. Kota yang lebih sering terasa panas, beberapa hari belakangan menjadi basah. Aku pecinta hujan, sehingga tiap kali hujan turun, ada syahdu yang selalu mampir ke benakku. Saat gerimis pun, seketika kurasa Jakarta menjadi kota yang paling cantik. Sekaligus ... menamparku dengan ... entah.

Sabtu, 27 Desember 2014

Senja Kesekian di Cipete

Dokumen Pribadi
(temukan lainnya di akun instagram saya @akaruicha)


Di balik jendela kaca besar. Deretan lampu sudah dinyalakan sedari tadi. Mendung turun, mengelayuti senja yang sembunyi. Mobil-mobil yang berseliweran di luar sana, mengingatkan aku untuk pulang. Berkali-kali. Sementara aku hanya duduk terpaku menatap lampu gantung itu, membuang waktu dengan sekedar menikmati sebotol minuman rasa lemon. Sebuah buku yang berkisah tentang sepasang sahabat yang senang melakukan berbagai perjalanan, kini diam menunggu kubaca lagi, di atas meja. Aku hanya menikmati lamunanku snediri.

Senin, 22 Desember 2014

Pendekar Tongkat Emas



 
Dokumen Pribadi
                Angin. Si bocah yang jarang bersuara ini, mengajarkan saya bahwa jiwa kerdil saja yang dipenuh ambisi dan berucap dialah yang terhebat, smentara jiwa besar, tak perlu banyak beriak untuk menunjukan bijaknya. Cukup diam, dan bertindak anggun sajalah. Sabar dan tenang. Begitulah keindahan yang dimiliki oleh sang jiwa besar.

Sabtu, 20 Desember 2014

Stand By Me – Doraemon


                Siapa sih yang nggak kenal Doraemon? Anime-nya masih diputar sampai sekarang di salah satu TV swasta setiap hari minggu pagi. Siapa yang kenal Doraemon? Apalagi buat yang lahir dan besar di tahun 90-an seperti aku? Mungkin juga kamu. Ya kan?

Sabtu, 29 November 2014

Segitiga Ajaib



                Awalnya ... aku maju mundur menuliskan postingan ini. Karena ya ... ini bukan hasil kerja kerasku seutuhnya. Ini bukan sesuatu yang kuhasilkan sendiri. Ini kerja tim. Kerja banyak orang. Melibatkan banyak sekali sosok sehingga ‘segitiga ajaib’ ini akhirnya bersandar manis di meja kerja Mas Endar, traffic management di divisi Digital dan Sosial Media, tempat aku ‘menuntut ilmu’. Benda ini juga kami dapatkan berkat dukungan yang luar biasa hebat dari Ibu Yana. Ah, segala macam rupalah, sampai benda ini tiba di tangan divisi kami, dan kemudian menjadi cambuk penyemangat untuk berbuat lebih baik dari yang telah kami perjuangankan kemarin. Ini juga kurasakan sebagai buah awal dari kekerenan Mas Adit dalam memimpin tim kami.

Jumat, 21 November 2014

Jelajah Cibodas Botanical Garden

Matahari pagi di Cibodas rasanya muncul dan terik lebih awal dibandingkan matahari di Jakarta. Pukul lima pagi, sinarnya sudah merona merah di kejauhan horizon. Udara dinginlah yang membuatku tersadar kalau waktu memang masih cukup pagi. Gerbang utama taman wisata Kebun Raya Cibodas sudah didatangi oleh pengunjung. Mereka mengantre menunggu loket dibuka. Sama sepertiku.

Kamis, 20 November 2014

Bersiap Mengunjungi Cibodas Botanical Garden

Bangun pagi. Buatku, waktu tidurku sering berkurang dengan sendirinya tiap kali liburan seperti ini. Aku nggak mengantuk, karena aku hanya ingin menikmati suasana di sekitarku. Udaranya. Langitnya. Orang-orang. Ah, segalanya. Bahkan semalaman aku bangun berkali-kali dan memandang ke pintu kamar, berharap pagi segera datang.

Selasa, 18 November 2014

Menggapai Cibodas Botanical Garden





               
Waktu untuk jalan-jalan sedikit, uang juga lagi pas-pasan, tapi aku udah mumet banget pengen jalan-jalan. Akhirnya kupilih kabur dari segala rutinitasku dengan nekat backpacker-an ke kabupaten Cianjur sama Om-ku (seriusan doi adik bungsu Mama dan umur kita cuma beda sekitar tujuh tahunan, jadi wajar kalo kita bisa nyambung banget) dengan berbekal sedikit pengetahuan hasil browsing. Ya, walaupun ada juga beberapa suntikan info dari teman-temanku yang doyan hiking di Gunung Gede dan sedikit banyak tahu keadaan di sana.

Rabu, 12 November 2014

CENDOL Move On



                Its too late post. Tapi nggak apalah ya, aku post event yang kejadiannya udah lewat dua mingguan lalu. J
                Hari minggu, 26 Oktober 2014, di kawasan Kota Tua Jakarta, setelah begitu lama nggak bertemu, akhirnya kami bisa bersilaturahmi lagi. Keluarga CENDOL yang sejak 2011 menjadi wadah bagiku untuk mengasah kemampuan menulisku, bahkan … sampai hari ini membawaku kepada impian untuk bekerja di bidang yang menyenangkan sekali.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kubagi Segala yang Kulihat

Damniloveindonesia ....

Hmm, banyak cerita tentang Indonesia yang sebenarnya bisa dibagi. Terlalu banyak. Matahari paginya, lembayung di kala senja, aroma tanah basah saat hujan, tarian tradisional ... semua keunikan yang bahkan oleh anak Indonesia sendiri belum tentu khatam plek plek. Eits, tapi itu bukan berarti aku nggak bisa membagi banyak cerita tentang Indonesia kepada dunia, cuma karena keterbatasanku tentang berbagai jenis pernak-pernik budaya yang Indonesia punya. Bukankah jika mencintai, maka seseorang nggak pernah berhenti untuk belajar memahami? Makanya, aku nggak mau berhenti nyari tahu tentang budaya Indonesia, dan membaginya dengan teman-temanku yang bukan berasal dari Indonesia.

Senin, 18 Agustus 2014

Katamu Itu Doamu

from : google.com



                Beberapa malam ini, aku terus memikirkan ucapan anak itu. Ijinkan aku menyebutnya ‘Anak Itu’, sebab sebenarnya aku terjebak antara perasaan kesal tapi sekaligus kasihan padanya. Mau aku sebut dia bodoh, tapi ... mana tahu, dia nggak pernah membaca buku The Secret sampai-sampai enteng sekali mengucapkan banyak kalimat yang membuatku sebal.
                Bukan. Si Anak Itu nggak menyerang aku. Tapi, ucapannya – candaannya – di keadaan yang sedang begitu, mana pantas?

Sabtu, 16 Agustus 2014

Ke Bandung Cuma Sama Ransel Bagian 4


Relationship. Dimanapun kita bisa menemukan teman. Apalagi dalam sebuah perjalanan. Dalam trip reuniku dan Natha pun, kami menemukan teman baru, teman seperjalanan yang menyebangkan.
                
Berawal di sebuah kamar berpintu kuning kunyit, di lantai teratas Zzz Express Backpacker, di Paskal Hyper Square, Jalan Pasir Kaliki, Bandung, tempat aku dan Natha menginap. Malam sebelumnya, kamar itu diisi oleh banyak bule pejalan yang saat tiba saja sudah tampak lelah, makanya tak enak jika kusapa. Tapi di malam terakhir, kami bertemu keduanya, Putri dan Maya.

Jumat, 15 Agustus 2014

Ke Bandung Cuma Sama Ransel Bagian 3



                Aku, memang anak perempuan yang dibesarkan dan dibentuk oleh lingkungan sebagai anak gadis yang menyukai kesunyian. Aku ceria bersama suara-suara alam yang damai. Aku terpukau oleh segala hal yang sering dianggap biasa saja oleh kebanyakan orang. Namun bagiku, aku dianugerahi  taste sendiri tentang dunia ciptaan Tuhan ini.
                Pagi hari di tanggal terakir bulan Juli, aku dan Natha keluar dari penginapan, Zzz Express Backpacker, menuju ke tepian jalan Pasir Kaliki yang dilalui angkot Bandung berbagai warna. Berbekal sedikit arahan dari resepsionis penginapan, kami berniat menuju ke Dago Pakar, Taman Hutan Raya Dr. Ir. Juanda.

Kamis, 14 Agustus 2014

Ke Bandung Cuma Sama Ransel Bagian 2



An adventure is start inside yours. When you push yourself to go a head.
-Akarui Cha-

Sore menjelang senja, aku dan Natha sudah memulai perjalanan kami. Jadwal sore itu, hanya ingin melihat sedikit keindahan kota Bandung yang rasanya tak seramai Jakarta. Menemukan nuansa kota tua. Ya ... Kawaii Angel memang menyukai nuansa ini, dan selalu kami sertakan dalam setiap perjalanan dan kebersamaan kami.

Senin, 11 Agustus 2014

Ke Bandung Cuma Sama Ransel Bagian 1

Reuni. Traveling kali ini memang tujuan utamanya adalah reuni-nya Kawaii Angel, setelah lama banget kami nggak traveling ala ala backpacker bareng. Terakhir, di tahun 2011, kami backpaker-an ke Jogja. Waktu itu, jalan jalan dengan sebutan backpacker rasanya belum seterkenal sekarang, sampai ada beberapa buku dan film yang mengisahkan tentang seorang backpacker kan ya.

Sabtu, 19 Juli 2014

Aku dan Hidup



www.google.com


                Hidup. Kehidupan. Memangnya apa yang sebenarnya indah dari kehidupan ini? Segala hal terasa samar. Setiap orang harus memilih, menentukan risiko yang mau tidak mau harus siap dia ambil. Apa enaknya manusia yang memiliki hidup? Jika gejolak dunia ini membutakan? Jika benar dan salah itu berwarna abu-abu.

Jumat, 13 Juni 2014

Semalam di Pekan Rakyat Jakarta Monas 2014

Lagi-lagi, aku menemukan sebuah rasa lain dari monumen kebanggan Indonesia, Monumen Nasional (Monas). Rasa yang ajaibnya selalu saja berbeda, tiap kali aku menjejakan kaki di sekitarnya. Seperti malam kemarin, ketika aku mengunjungi pekan rakyat, sebuah pameran yang diperuntukan bagi UMKM di Jakarta.
                
Senja beranjak, menyelimuti langit dengan warna lembayung. Bulan yang hampir saja bulat, menjadi sebentuk hiasan langit. Sementara Monas, menjulang ungu di kejauhan, seolah memanggilku mendekat padanya, berbaur bersama pengunjung lainnya di sana. Melangkah di tengah jejeran stand mungil beratap putih, seragam, seperti ingin menunjukan, -- Ini pekan rakyat yang sebenarnya.

Jumat, 30 Mei 2014

Little Tokyo dan Lautan Manusia

Keluar dari Blok M Square, sejauh mataku memandang, hanya ada orang-orang yang lalu-lalang. Berkerumun. Menyemut di sepanjang jalan Little Tokyo, sekitar kawasan Melawai.  Stand beratap payung ada dimana-mana, menutupi berbagai restaurant Jepang yang ada di sepanjang jalan. Wajah-wajah yang ditangkap mataku, bukan hanya anak muda pribumi, melainkan juga warga Jepang asli. Sementara sepasukan Mikoshi sedang sibuk mempersiapkan diri.

Jumat, 16 Mei 2014

#FFCintaPertama Lelaki Pertama



                Dua puluh empat tahun. Sudah dua puluh empat tahun, aku baru menemukan perasaan yang begitu membahagiakan namun juga menakutkan, menyakitkan tapi menenggelamkan aku pada kerinduan. Kusebut ... cinta pertama.
                Bukan karena bertahun lalu aku tak pernah jatuh dalam cinta. Bukan karena aku tak pernah menjalin hubungan dengan seorang lelaki pun. Bukan pula karena tak ada seseorang pun yang dulu hadir, dan membuatku bertekad mempertahankan perasaan kami bersama-sama.

Senin, 12 Mei 2014

Kapan Menikah?




                Sudah dini hari, dan aku sukses nggak bisa tidur. Insomnia. Biasa terjadi tiap aku mengacaukan sendiri waktu tidurku yang berhari-hari lalu sudah terjadwal dengan teratur. Tepatnya sejak pembicaraan panjang dengan kakakku semalam, melalui ponsel, kami begadang hingga pukul 2 pagi.

Rabu, 16 April 2014

Warna Apa yang Kamu Lihat Dariku?





                Dunia ini abu-abu, Tomodachi. So grey. Too grey. Sebab orang lain begitu mudah menilai seseorang dengan tingkah polah yang terkadang nggak mencoba di dalaminya. Judge a person with its cover. I mean, bukan cover dalam artian penampilan ya. Sering juga dari sikap seseorang, pilihan hidupnya, tanpa ada yang sadar sedalam apa pemikirannya. Kenapa aku sampai menuliskan demikian? Ah, aku sangat bergairah untuk menceritakannya pada kalian, Tomodachi.

Kamis, 10 April 2014

Sampai Jumpa Lagi, Garut! #Touring2Garut Bag. 4

Sampai jumpa lagi Garut! Iring-iringan motor kami melaju lambat menuju ke pintu keluar kota. Belum begitu jauh, sebuah gunung menjadi latar dari pom bensin yang kami kunjungi.


               

Rabu, 09 April 2014

Kutulis Namaku di Pasir Putih Santolo #Touring2Garut Bag. 3

Sore baru saja datang saat motor kami beriringan memasuki gapura yang bertuliskan, ‘Selamat Datang di Pantai Santolo Indah, Kabupaten Garut’. Kami dikejutkan oleh ramainya tepian pantai penuh pegunjung yang sedang menikmati libur panjang mereka. Hmm, sepertinya kami juga nggak bisa berlama-lama, sebab perjalanan jauh masih akan menyita stamina kami sepulangnya nanti. Tetapi aroma laut begitu menggoda, jadilah ... kami tergesa mencari tempat parkir.
               

Selasa, 08 April 2014

Jejak Hijau Gunung Gelap #Touring2Garut Bag. 2

Menuju Garut bagian selatan, meninggalkan keramaian tengah Kota Garut yang persis kota tua dengan delman yang bebas lalu-lalang mengangkut penumpangnya. Ditambah dengan mobil angkutan berbagai warna dan panasnya udara yang menyilaukan.
                
Motor-motor kami melaju melewati jalan perkampungan. Mataku menyapa deretan padi yang menjelang kekuningan. Sementara sebuah gunung di kejauhan, gagah menopang langit.
             

Senin, 07 April 2014

Tuhan Ada Dalam Tiap Perjalanan #Touring2Garut Bag. 1




                
Touring. Sebelumnya mana pernah aku masukan kegiatan touring ke dalam daftar pengalaman yang ingin kurasakan sepanjang hidupku. Namun, di pengalaman pertamaku, aku menemukan rasa yang dalam ... sangat dalam ... tentang betapa mungil dan kerdilnya aku di dunia milik Tuhan ini.
               

Report yang Terlambat



                Kata orang, untuk menjadi hebat nggak pernah ada kata ‘terlambat’. Kebanyakan orang beranggapan, untuk menjadi seseorang yang berharga pun nggak pernah ‘terlambat’. Kemudian ... ‘terlambat’ itu kini menjadi sesuatu yang biasa saja,dan pastinya nggak membuat seseorang – siapapun itu namanya yang menjadi pelaku dari ‘terlambat’ – nggak akan lagi menemukan sisi bersalah dalam dirinya, melainkan ... terlambat ya biasa saja. Tetapi aku .... Aku takut, bila aku ‘terlambat’.

Jumat, 28 Maret 2014

Sepi yang Pemalu dan Penyendiri



                Padahal aku terjebak dalam keramaian di sebuah restaurant terkenal di Jakarta, senja itu, saat menunaikan tugasku untuk live report. Seketika sebuah perasaan kosong dan nyeri menembus ke dalam dadaku. Aku menemukan diriku yang dilanda rindu pilu. Perasaan takut kehilangan seseorang yang hanya mampu dimiliki utuh oleh mataku, bukan tanganku, apalagi hatiku. Seorang lelaki pekerja keras yang memicu detak jantungku, di penghujung sore dalam sebuah ruangn ber-AC, dimana kami pertama bertemu.

Rabu, 26 Maret 2014

When I Feel About ‘Hello’  I Feeling of ‘Goodbye’




                Dulu aku membenci perpisahan. Sejujurnya, hingga kini pun aku takut pada perpisahan. Namun lama-kelamaan, aku disadarkan oleh berbagai kenyataan yang silih berganti mampir dalam kehidupanku, bahwa konsekuensi dari pertemuan memanglah perpisahan. Sebuah cerita akan selalu memiliki ending. Lagu pun demikian. Bahkan langit yang memunculkan fajar pun, akan memberikan senja sebagai penutup hari.

Sabtu, 08 Maret 2014

Terjebak di Goa Cahaya



                Sebelumnya mana pernah aku bermimpi bisa menyambangi tempat ini dengan cara seluar-biasa yang kualami – hanya dengan bermodal semangat juang saja, dimana cahaya-cahaya bersatu dengan warna dalam tema berbeda yang memukau mata anak biasa sepertiku. Sejak lama, memang sangat ingin aku ke tempat ini, mendambakan waktu seharian untuk menikmati setiap wahana yang ada. Namun kembali pada kehidupanku yang biasa saja, dan beberapa keterbatasan yang sejujurnya ... menjadi dorongan kuat bagiku untuk mewujudkan setiap mimpi kekanakan yang tumbuh dan berkembang semakin membesar dalam doa-doaku.

Rabu, 05 Maret 2014

Jadi Prajurit Sehari



                Laju taxi yang menembus gerimis malam itu, 23 Februari 2014, merembeskan perasaan ajaib yang nggak mampu kuterka apa namanya. Sejenis rasa senang, mendebarkan jantungku tiap kali mengingat bahwa aku baru saja melalui hari yang berbeda dibandingkan hari-hari kemarin. Aku menemukan diriku yang dituntut untuk mandiri dan bertindak lebih dewasa. Aku dipaksa keluar dari cangkang ‘ragu-ragu’ yang selama ini menyelimuti aku.

Jumat, 21 Februari 2014

Hadiah dari Langit

  

              Hujan menderas di luar sana sejak pagi buta. Tuhan tahu, aku begitu jatuh cinta pada hujan. Terima kasih atas hadiah-Mu untukku.
                Tuhan pun pasti tahu, aku sedang tenggelam dalam rindu. Kamar kos yang kini kutempati, membuat aku rindu suasana kamarku sendiri di Bogor, memaksa aku menelan rasa sepi itu dengan mengalihkan perhatianku. Tuhan pun menjatuhkan jutaan ribu tetes air dari langit untuk menemaniku merenungi diri. Mengevaluasi apa saja yang sudah aku raih setahun kemarin. Oh, Cha, happy birthday.

Selasa, 18 Februari 2014

Tetesan Semangat Gerimis

                Gerimis. Lagi-lagi gerimis. Kisah ini diawali oleh gerimis yang turun ketika jam digital di ponselku hampir menunjukkan pukul 6 pagi, waktu yang sudah ditetapkan oleh dua orang rekan kerjaku untuk bertemu di pelataran kantor. Hari itu Sabtu, hari dimana karyawan lainnya akan datang lebih siang dan pulang lebih awal. Namun lengang saja yang kutemui, ketika tepat 06.00 berkedip damai di layar ponselku. Hhh ... aku selalu takut terlambat, dan kali ini mereka yang terlambat.

Rabu, 05 Februari 2014

Kangen Nangis


                I miss myself. I miss everything I have in the past. Aku sering menggaungkan semangat di media, sebab aku kini seorang copywriter yang dituntut untuk mampu mencitrakan perusahaan tempat aku bekerja dengan sangat baik. Terkadang ada perasaan nggak mampu yang mampir. Lebih sering, kerinduan yang dalam pada diriku sendiri.

Minggu, 02 Februari 2014

Berkunjung ke Petak Sembilan

Aku sangat suka jalan-jalan, melihat tempat-tempat baru yang belum pernah kukunjungi sebelumnya, merasakan suasana yang berbeda ketika aku berada di sana. Hmm ... dan bagiku, hal itu adalah karunia terbesar yang dihadiahkan Tuhan untukku, ketika aku berkesempatan mengecap hal-hal baru yang selalu membuatku penasaran.

Jumat, 24 Januari 2014

Belajar Menjadi Anak Besar



Mengeluh tak pernah menghadiahkan solusi bagiku. Ketika aku menemukan diriku yang sekarang, bukan lagi Cha yang dulu sering menyemangati orang lain sebab hidupku terasa begitu ringan atau sekedar memimpikan diriku berada di posisi sekarang, kini hanya berdiam ketika terdorong oleh kepentingan demi kepentingan yang meminta aku berdiri dan memuntahkan apa saja yang tersangkut di kepalaku ... bukan untukku namun untuk wadah yang begitu besar.