Label

Rabu, 30 Oktober 2013

166 Tanda Cinta Buatku



  

              Ketika Konsulat Jenderal Jepang Denpasar mengadakan lomba Konnichiwa Jepang Award yang mengharuskan para peserta esai-nya mengumpulkan ‘jempol’ sebanyak-banyaknya, awalnya aku ragu untuk ikut. Tentu saja karena aku seperti orang yang siap menelan ludahku sendiri. Kalau ada masih ingat postingku ini, bisa saja langsung men-judge aku demikian.
                Ya. Aku memang pernah menyangsikan. Banyak juga yang mengatakan kalau penilaiannya akan berakhir pada arus subjektifitas, bukan objektif lagi. Demi mendapatkan tiket impian untuk ke Jepang yang memang hanya akan terpilih satu orang saja, peserta harus dengan gigihnya meminta ‘doa’ dari semua teman-teman yang bisa dimintainya ‘like’. Begitu pula yang aku lakukan, kawan. Aku melapangkan dada untuk menerima penolakan, juga menangis bahagia mendapati beberapa teman dan keluarga yang ternyata ikut bergerak untuk meminta ‘like’ juga pada teman yang dekat dengan mereka.
                Sungguh Tuhan itu Maha Baik. Kini aku menemukan ada 166 hati yang begitu mengasihiku, mendukung aku, dan siap menopangku untuk sampai ke impianku. Hmm, walaupun sampai hari aku memposting tulisan ini, aku belum tahu siapa pemenangnya. Aku sadar, jumlah like yang aku punya nggak sebanyak tiga orang beruntung yang nantinya akan masuk nominasi. Tetapi aku bersyukur, aku menemukan jalan setapak lain menuju Jepang. Aku begitu yakin, Tuhan akan membukakan jalan baru setiap kali aku nggak menyerah dalam tangisan.


4 komentar:

  1. semangat akaruicha !!! setiap orang punya jalan kecilnya untuk mencapai impianya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih. Kamu juga ya Ains, semoga impianmu cepat tergapai juga :)

      Hapus