Label

Jumat, 25 November 2011

Guru??

                Happy teachers day...

                Ya. Hanya segitu saja yang ingin aku yel-yel kan hari ini. Sedari pagi, aku menemukan berbagai status penghargaan yang disampaikan para facebookers mengenai guru-guru yang pernah mengisi hari-hari mereka, hingga mereka semua mencapai titik kehidupannya saat ini. Bukan hanya itu, ada juga beberapa temanku yang share beberapa artikel mengenai kehidupan guru yang ‘katanya’ jauh dari kata hidup layak dan berkecukupan, terutama yang mengabdi sebagai pendidik di daerah pedesaan, terpemcil dan juga diperbatasan.



                Semenetara bagiku, guru itu nggak punya definisi yang pasti. Bagi seorang murid yang ‘dikatakan’ pernah mengalami ketidaknyamanan batin selama berada dalam bimbingan seorang guru yang kurang kompeten, pastilah akhirnya tidak terlalu menghargai seorang guru pada akhirnya. Berbeda dengan murid yang mendapatkan begitu banyak dukungan dan perhatian dari seorang guru. Pastilah akan lebih mengelu-elukan lagi ungkapan bahwa guru adalah sosok yang sangat berarti dalam kehidupannya.

                Bila dikatakan aku mendukung pendapat banyak orang yang menyatakan bahwa kesejahteraan guru masihlah belum sesuai dengan jasa yang diberikannya, aku mendukung. Bila dikatakan aku berada dalam pihak murid yang kurang menyukai beberapa tindakan kasar dan kurang pengertian yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya, aku akan mengangkat tanganku tinggi-tinggi dalam beberapa kasus. Dan bila banyak orang menge-elukan bahwa guru belum sejahtera, aku juga akan mundur dan memilih untuk berlalu begitu saja, dalam beberapa kasus tentunya.

                Jika ada yang bertanya, apakah ‘guru’ itu untukku? Aku akan menjawab RELATIF, kawan. Lalu apa makna Hari Guru itu sendiri untukmu? Bagiku, hari ini adalah hari dimana aku bisa mengenang dan menghormati guru-guru yang begitu berjasa dalam hidupku. Dan hari ini juga adalah hari dimana aku mengenang masa kecilku yang cukup kurang nyaman karena beberapa orang guru yang kurang paham dalam hal mengerti dan memahami kondisi seorang anak.

                Ya. Guru sering hanya menjadi predikat. Dipanggil guru, tapi tak sanggup jadi teladan dan pendidik atau pun pendamping seorang murid yang baik, buat apa? Hanya orang biasa, tapi bisa menjadi pendidik yang baik, boleh dipanggil guru juga kan? Hmm... RELATIF...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar