Label

Senin, 20 Juni 2011

Hey.... Dinar..... Selamat Jalan, Dik...


               Adik kecilku yang bernama indah, Dinar Atfa Cholifah telah pergi menuju ke Tuhan yang Maha Menggenggam Hidup. Dia memang nggak pernah aku kenal sebelumnya. Dia juga belum pernah berjabat tangan denganku bahkan tertawa-tawa bersamaku. Lalu, bagaimana aku bisa juga merasakan kehilangan ini?
                Dinar... Nina....
                Nama untuk bidadari manis ini....
                Dia seorang PENULIS... Dia sangat ingin bukunya terbit dan dijadikan hadiah oleh Kepsek kesayangan kami di kelas Cendol, Ayah Mayok0 aik0 kepadanya. Dia ingin banyak hal. Dan dari mbak Reni Erina pun, aku paham bahwa Dinar kami, Nina kami, sangat bersemangat mengejar impiannya sebagai penulis.
                Maka aku, Akarui Cha...begitu pilu mendengar kabar kepergiannya menuju surga. Begitu pilu dan sedih hatiku.
                Ya Tuhan, kini hanya tinggal semangatnya saja yang masih membara. Semangat yang dititipkannya untuk kami semua... Untuk siapa saja yang bercita-cita menjadi seorang penulis...
                Dan ketika aku membaca note FB dari mbak Tie, aku lemas rasanya. Takut sekali membayangkan betapa kematian begitu mudah mengambil raga seseorang, bahkan seorang gadis imut dan ceria itu pun akhirnya menuruti keinginan Tuhan untuk berada di sisi-Nya.
                Inilah note itu :
Bunga Terindah Warna Pink Adalah Dinar
Saya tidak bisa menahan airmata saat menuliskan kronologis ini, meski saya berusaha tegar saat memeluk nenek dan bundanya Dinar yang luruh dalam tangis.Kami datang ke rumah di jalan Tempel sukorejo I yang ternyata rumah neneknya dan kami didirect ke rumah orangtuanya di Jl Ksatrian 32 R-2.
Kronologis Kejadian :
Pukul 08.30 Dinar masih membantu ibunya menjemur cucian, seperti biasanya dia memang anak yang ringan tangan dalam segala hal. Seorang tetangga bertanya,"Din, katanya mau pergi?". yang dijawab Dinar,"iya nanti jam 10".
Pukul 08.45 Dinar sms saya : "Bund, dedek berangkat duluan, sampai ketemu di sana (saya tidak pernah menduga di "sana") ya...peluk bunda, dedek sayang bunda".
Pukul 09.00 Berangkat ke Kebun Bibit diantar ayah dan adik kecilnya naik sepeda motor. Menurut Bundanya, pagi tadi Dinar nampak nampak cantik sekali...
Pukul 09.15 Bus patas RESTU menyalip dari sebelah kiri dan mendadak belok kanan sehinga motor yang mereka tumpangi tidak sempat ngerem dan menabrak badan mobil. Ayah dan adiknya Dinar tertimpa sepeda motor sementara Dinar, terseret masuk ke dalam kolong bis.Ayahnya baru menyadari setelah melihat Dinar digotong banyak orang karena konsentrasi pada adiknya Dinar yang berusia 3 tahun. Mereka dibawa ke rumah sakit terdekat dan seperti yang Dinar bilang sebelumnya dia memang "pergi selamanya tepat pukul 10 tertulis dalam surat kematian dari rumah sakit.
Dinar dimata keluarga adalah seorang putri yang sempurna dan tanpa cela. Dia manager keuangan  rumah tangga tempat ayah dan ibu menyetor gajian mereka dan dikelolanya dengan cakap untuk keperluan keluarga. Gadis penyuka warna pink ini juga teman yang sangat sempurna bagi teman-temannya begitu yang dikatakan ibu, nenek dan beberapa teman sekolahnya yang sempat saya inbox. Jenazahnya dimakamkan sore tadi menjelang maghrib di pemakaman Wonokitri tidak jauh dari rumahnya dengan diantar banyak teman mulai teman SD-SMA. Kehilangan dan duka sangat kental atas kepergian permata yang memang sedang berkilau. 
Tadi malam saya sempat ngetwit sampai pukul 1 dinihari dan beberapa hari ini Dinar sangat dekat dengan saya lewat komen, sms dan mention di twiter.
Pesan Dinar pada ibunya :
1.    Waktu terima paket buku dari Divin Nahb, dia sempat bilang,"kapan ya saya terima paket yang isinya novel paling nggak buku yang ada tulisan saya, doa in ya ma biar suatu hari tulisan Dinar dibukukan".
2.   Dia getol ngetwit untuk dapat BB dari pak Mayoko karena beberapa hari nggak bisa tidur, dan dia sempat bilang tadi malam,"lagi ngetwit ma nggak bisa tidur, kalo dapet BB buat mama".
3.   Gadis penyuka warna pink ini sempat bertanya, "apa yang bikiin orang getun (kehilangan) seseorang?." dan dijawab oleh mamanya,"kalau seseorang tiba-tiba meninggal tanpa sakit dan sepanjang hidupnya dia berbuat kebaikan pasti banyak yang kehilangan." mendengar jawaban itu dia tersenyum dan bertanya,"aku baik kan ma?".  ternyata itulah firasat kehilangannya
Besok saya akan kembali ke rumah Dinar untuk ziarah ke pemakamannya. Dinar suka bunga warna pink dan pernah minta dibelikan bunga warna pink di hari ulang tahunnya ketujuh belas kemarin. Saya akan bawa bunga warna pink untuk Bunga Pinkku terindah, Dinar Atfa Cholifah.
Dengan gunungan duka di jiwa saat kami bertakziah
Titie Surya, Neng Nunung, Jacob Julian, Asep


                Dinar.. kamu suka warna pink kan? Makanya note itu kakak beri warna pink... Semoga semangatmu akan tertular kepada penulis muda lainnya yang bertebaran di setiap noktah-noktah kecil di semesta ini...
                Seperti janji dari pak Kepsek kita, Ayah Mayok0 Aik0 dan bunda Reni Erina, juga Om Donatus Nugraha, Kak Divin Nahb, dan lainnya..buku kamu akan segera beredar terbatas Din.... Akhirnya akan ada sebuah buku yang bertuliskan namamu....
Nina sayang.. Dinar sayang...
                Kak Rui juga akan berjuang...seperti perjuanganmu yang terus menerus...
                Kak Rui akan berjuang sampai bisa menjadi seorang penulis....
                Selamat jalan, dik...
                Selamat beristirahat dalam damai...
                We Love U


1 komentar:

  1. ga bisa aku bayangin kejadian ini. sedih banget rasanya . aku ga bisa bilang apa-apa.. :(

    selamat jalan kk Dinar Atfa Cholifah

    BalasHapus